ELGARD DECLAN GENTALA tak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan cinta pertamanya 7 tahun lalu, dengan keadaan dan status yang tidak lagi sama. Elgard membencinya. Elgard menaruh dendam padanya. Elgard menganggapnya tak ubahnya wanita simpanan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan masih berbalutkan selimut yang menutupi tubuh polosnya, Alesha memperhatikan apa yang Erick lakukan. Erick yang baru selesai membersihkan diri itu mengenakan pakaian yang semalam dipakainya tepat dihadapan Alesha.
Ya Alesha akui, selain Erick memiliki tubuh proporsional yang tak berbeda jauh dengan Elgard, Erick tampan, mapan dan Erick juga mencintainya meski Erick pernah melakukan kesalahan tapi Erick paling mengerti apa yang ia mau. Walaupun demikian, entah kenapa meski sedang bersama Erick pikiran Alesha masih saja didominasi oleh Elgard.
Alesha masih tak terima nyatanya Elgard lebih memilih perempuan sialan itu dibandingkan dirinya. Elgard mencintainya dan Alesha tak terima dengan kenyataan itu. Alesha tak terima Dinda mencuri cinta Elgard darinya.
"Kamu yakin enggak mau aku antar pulang sekaligus aku mau—"
"Aku bilang ini butuh waktu, Erick," sela Alesha menatap tajam Erick, "Kita udah ngomongin ini semalam."
Erick tersenyum kecil seraya mengangguk-angguk mengerti.
"Kamu ingat alasan kenapa hubungan kita berakhir kemudian aku dan Elgard bertunangan? Itu semua karena kesalahan kamu," tunjuk Alesha pada Erick, "Papa dan Mama aku pasti sulit nerima kamu lagi."
Erick melangkah menghampiri Alesha kemudian menangkup sebelah pipinya. Niat hati ingin bertemu kedua orangtua Alesha untuk meminta maaf pada mereka dan melamar Alesha tapi sepertinya akan membutuhkan waktu yang sedikit lama dari perkiraannya. Ah, salahnya juga sudah merusak kepercayaan mereka terhadapnya. Erick sadar tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang mengerti akan dirinya selain Alesha.
"Demi bisa bersama kamu, aku akan bersabar menunggu saat itu tiba. Dan demi mendapatkan restu dari Papa dan Mama kamu, aku akan melakukan apa pun supaya mereka ngasih aku kesempatan lagi. I promise."
Alesha menghela napas dalam. Meski Erick sudah berjanji dan sudah berkali-kali Erick mengatakan menyesali perbuatannya, tapi tetap saja Alesha merasa hatinya tak tenang. Ia tak terima perempuan sialan itu bahagia di atas rasa sakitnya. Ya, ia sakit hati dicampakkan oleh Elgard meski ada Erick yang menerimanya.
Tangan Alesha terkepal kuat. Ia memang ingin kembali pada Erick karena Erick adalah pria yang sangat mengerti akan dirinya. Tapi jika teringat pada Elgard, rasanya Alesha masih ingin memiliki Elgard. Alesha sendiri tak mengerti apa yang hatinya inginkan, tapi yang jelas, ia tidak akan membiarkan Elgard dan perempuan itu bahagia. Ia tidak bahagia maka perempuan sialan itu juga demikian.
Erick menggenggam jemari tangan Alesha yang terkepal kuat. Erick tahu Alesha masih tak terima dengan kenyataan ini dan Alesha juga menyimpan dendam pada wanita pilihan Elgard.