ELGARD DECLAN GENTALA tak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan cinta pertamanya 7 tahun lalu, dengan keadaan dan status yang tidak lagi sama. Elgard membencinya. Elgard menaruh dendam padanya. Elgard menganggapnya tak ubahnya wanita simpanan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Atas apa yang sudah terjadinya padanya, pada Dilan dan juga pada Elgard, Dinda pun tak sadarkan diri dan hingga saat ini Dinda belum juga siuman. Ya, Dinda pingsan di saat Elgard tengah berjuang mempertaruhkan nyawanya di meja operasi. Sedangkan untuk urusan Dilan- Anita, Hera, Bayu dan Justin mempercayakan semuanya pada pihak berwajib.
Hingga saat ini Alesha masih menutup mulutnya rapat-rapat perihal Dilan. Ia akan berbicara melalui pengacara pribadinya. Benar, meski Alesha sudah ditetapkan sebagai tersangka penculikan dan percobaan pembunuhan terhadap Dinda tapi tetap saja pihak berwajib tidak bisa memaksa Alesha mengakui perbuatannya dalam menculik Dilan karena belum cukupnya bukti. Saksi-saksi yang tak lain dan tak bukan adalah orang-orang Alesha sekaligus pelaku penculikan Dinda dan Dilan itu masih diinterogasi oleh pihak berwajib.
Dengan mata berkaca-kaca Hera memperhatikan Dinda yang sudah lebih dari 1 jam lamanya tak sadarkan diri. Ia pikir permasalahan hidup Dinda sudah berakhir bahagia bersama Elgard tapi nyatanya masih ada masalah lain dan kali ini lebih parah yang disebabkan oleh Alesha.
Ya, Hera tahu Alesha membalas rasa sakit di hatinya pada Dinda dan Dilan, 2 orang tak bersalah yang menjadi sasaran empuk Alesha untuk membalaskan dendamnya. Hera tak menyangka seorang Alesha Prasojo -designer muda berbakat, berpendidikan tinggi dan berasal dari keluarga ternama- bisa berpikiran sepicik ini.
Hera berharap masalah ini cepat selesai. Elgard selamat dan kembali sehat seperti sedia kala begitu juga dengan Dilan agar secepatnya Dilan bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Entah bagaimana hidup Dinda jika sampai sesuatu hal buruk terjadi pada Dilan.
Terlihat mata Dinda berkedut dan tak lama setelah itu Dinda membuka mata. Air mata keluar dari ekor matanya.
"Din ... " Hera menggenggam erat jemari tangan Dinda, mencoba memberi kekuatan padanya.
"Ra, Dilan ... " Dinda menjeda ucapannya kala melihat Hera menganggukkan kepala.
"Gue tahu, Din. Kita serahkan masalah ini sama pihak berwajib. Pak John bilang, kalau ada informasi sekecil apa pun mengenai Dilan, dia bakal ngabarin."
"Lalu Elgard? Bagaimana keadaan Elgard, Ra?"
Hera menghela napas dalam-dalam. "Elgard ... " Hera bangkit berdiri kala melihat Dinda beranjak dari ranjang, "Din jangan kemana-mana dulu biar Dokter periksa lo du-"
"Gue enggak apa-apa, Ra. Gue mau lihat Elgard buat mastiin Elgard baik-baik aja."
Alhasil Hera pun mengekori Dinda menuju ruang operasi. Di sana sudah ada Justin, Hadinata, Anita dan juga Bayu yang menunggu dengan harap-harap cemas jalannya operasi Elgard.