Bittersweet 36 - "Boleh aku memelukmu?"

4.2K 124 5
                                        

Terdapat adegan 18 + dan kekerasan di chapter ini karena masih dalam konflik yang mencekam.
Yang enggak kuat di skip aja, langsung baca bagian bawah aja yaa...

Sembari menatap pantulan diri di depan cermin, Alesha berdecak sebal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sembari menatap pantulan diri di depan cermin, Alesha berdecak sebal. Elgard bilang Elgard mau menjemputnya tapi sudah lebih dari 30 menit lamanya ia menunggu tapi Elgard tak kunjung datang. Padahal ia sudah merias diri dan antusias sekali dengan kencan kali ini tapi sepertinya ini akan gagal lagi seperti yang sudah-sudah.

Alesha mengepalkan tangan. Sekarang apa alasan yang akan diberikan Elgard? Karena sibuk? Karena Hadinata? Karena Dilan? Atau karena ada meeting mendadak?

Alesha melemparkan diri ke tempat tidur kemudian ia pun menghubungi Hadinata untuk menanyakan Elgard disaat Elgard tak membalas chat darinya dan juga tak menerima telepon darinya.

Sejauh ini Alesha sudah sangat sabar sekali dengan sikap Elgard dan sepertinya ia harus menambah porsi kesabaran itu. Tapi kesabarannya juga ada batasnya jika Elgard terus-menerus seperti ini.

***

Aldo melahap rakus bibir Dinda. Tangannya tak tinggal diam, meremas bagian dada Dinda.

Dinda mendorong dada Aldo menjauh membuat ciuman Aldo terlepas.

"Aldo, udah. Ini sakit." Dinda meminta Aldo menghentikan alatnya karena ia benar-benar kesakitan. Rasa sakit, takut dan marah bercampur jadi satu. Ya, ia takut karena ia yakin setelah ini Aldo akan menodainya. Ia marah karena nyatanya kebaikannya pada Aldo dibalas dengan cara ini.

Nyatanya Aldo mendekatinya bukan murni karena ingin berteman dengannya melainkan untuk sesuatu yang sebelumnya tak terpikirkan oleh Dinda.

Tok!! Tok!! Tok!!

Aldo sedikit menjauh dari Dinda kala mendengar ketukan di pintu. Apa itu temannya? Kenapa mereka benar-benar sangat tidak sabar sekali disaat Aldo belum selesai dengan Dinda. Ia masih ingin bermain-main dulu.

Tok!! Tok!! Tok!!

Dan ketika Aldo membuka pintu, benar saja, 1 orang teman Aldo lah yang datang. Kemudian keduanya pun masuk ke dalam kamar dengan menutup pintunya lagi.

"Ini ceweknya? Cakep juga ternyata."

Satu orang seperti Aldo saja sudah membuat Dinda takut sekaligus malu apalagi Aldo mengundangnya temannya yang lain. Dinda berusaha merapatkan kaki namun Aldo mencegah.

"Ayo jangan lama-lama, mau gue atau lo duluan?" tawar teman Aldo tak sabar, mulai membuka jaket kulit yang dipakainya.

Aldo melirik temannya. "Masih kaku aja, biasanya juga lo enggak keberatan make bekas gue."

BITTERSWEET [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang