Bittersweet 46 - Dokter cinta

7.4K 239 132
                                        

9 hari berlalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

9 hari berlalu ...

"Mama, kapan Papa bangun? Dilan kangen sama Papa."

Dinda tertegun. Pertanyaan tersebut kerapkali Dilan tanyakan yang Dinda sendiri tak tahu jawabannya. Meski Dokter mengatakan kondisi Elgard sudah stabil tapi hingga saat ini Elgard tak kunjung siuman.

"Dilan sayang, pasti Papa akan bangun, secepatnya."

Dilan mengembungkan pipinya. "Mama, Tante Hera, Nenek, Om Bayu, Uncle Justin selalu aja bilang begitu tapi sampai sekarang Papa enggak bangun-bangun. Sebenarnya Papa sakit apa sih, Ma?"

Ya, yang Dilan tahu Elgard sedang sakit tapi Dinda dan yang lainnya tak menjelaskan secara gamblang mengenai sakitnya Elgard. Dilan masih terlalu kecil untuk memahami permasalahan kedua orangtuanya yang tak ada habisnya.

Ceklek!!

Bayu lah yang datang untuk mengantar Dilan ke sekolah.

Dinda tersenyum hangat pada Dilan. "Sekarang Dilan berangkat sekolah dulu sama Om Bayu. Nanti pulang sekolah Mama yang jemput Dilan, oke?"

Dilan mengacungkan jari jempolnya tanda setuju.

"Ingat, jangan percaya siapa pun yang ngaku-ngaku kenal Mama atau Papa yang mau jemput Dilan."

Dilan menganggukkan kepala mengerti. Mamanya bilang modus penculikan itu beragam dan Dilan tidak ingin penculikan yang ia alami waktu itu terulang lagi, jadi ia harus waspada.

Kemudian Dilan mencium pipi Dinda dan Dilan juga mencium pipi Elgard. Dilan pun berpamitan pada Mamanya itu untuk pergi ke sekolah.

Sepeninggal Dilan dan Bayu, Dinda kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat tertunda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sepeninggal Dilan dan Bayu, Dinda kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat tertunda. Dinda menyeka leher hingga ke dada Elgard. Minimal sehari satu kali tubuh Elgard di seka menggunakan air hangat dan hanya Dinda lah yang melakukannya.

"Kamu tadi dengar, Elgard? Dilan kangen sama kamu. Setiap hari Dilan selalu bilang hal yang sama," Dinda tersenyum getir, "Tapi asal kamu tahu, bukan cuma Dilan yang kangen kamu. Aku juga, Elgard. Aku kangen kamu."

BITTERSWEET [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang