Bittersweet 44 - Vengeance

2.9K 103 8
                                        

Ceklek!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ceklek!!

Elgard yang tengah diliputi rasa khawatir luar biasa itu menoleh ke arah pintu. Benar dugaannya, Dandi lah yang masuk kemudian Dandi memberikan sebuah paper bag berisi 1 setel pakaian baru pada Elgard.

"Orang-orang saya masih menyelidiki CCTV di tempat kejadian."

Elgard beranjak dari ranjang untuk mengganti pakaiannya. Benar, jika ia keluar dari rumah sakit ini dengan masih memakai seragam pasien, maka Dokter dan suster akan curiga dan tidak akan mengizinkankannya keluar dari rumah sakit ini mengingat Elgard masih dalam perawatan. Tapi Elgard harus melakukan ini karena ia yakin sekali ada yang tidak beres dengan Dinda dan Dilan.

"Kenapa kamu enggak bilang kalau ada supir baru yang kamu suruh buat jemput Dilan? Kenapa ..."

"Toloonngggg."

"Elgard!"

Elgard mengepalkan tangan. Ia tidak bodoh. Ia yakin saat ini, baik Dinda atau pun Dilan, keduanya dalam bahaya dan Elgard tahu betul siapa orang yang pantas disalahakan atas ini.

"Saya sudah beritahu Justin tentang ini. Semakin banyak yang membantu maka semakin bagus." Benar, Elgard sudah menceritakan tentang Dinda dan Dilan pada Justin, pada Hera, Anita dan juga Bayu. Anita bahkan mengatakan terakhir ia melihat Dilan adalah pergi ke sekolah bersama Dinda dan sampai saat ini keduanya belum juga pulang.

Dandi mengangguk setuju.

"Jika ada informasi terbaru sekecil apa pun itu mengenai Bu Dinda dan Dilan, secepatnya saya kabari bos."

Elgard berdehem sebagai jawaban. Dengan perasaan campur aduk antara marah, khawatir dan juga rasa takut terjadi sesuatu hal buruk pada Dinda dan Dilan, Elgard pun bergegas pergi untuk menemui seseorang yang harus bertanggung jawab atas semua ini.

***

Elgard memejamkan mata setelah menerima kabar buruk dari Dandi mengenai CCTV yang rusak di tempat kejadian, baik di lingkungan sekolah Dilan dan juga di jalan tempat di mana ponsel milik Dinda ditemukan seolah ini sudah direncanakan.

"Gerald!" Elgard mengepalkan tangan kuat-kuat. Ya, ia yakin Gerald lah dalang di balik hilangnya Dinda dan Dilan.

Elgard keluar dari dalam mobil dengan emosi menggebu-gebu dalam dada. Dengan cara apa pun ia akan membuat Gerald mengakui rencana liciknya menculik Dinda dan Dilan darinya.

Ketika keluar dari lift di lantai dasar, Hadinata tersenyum lebar kala melihat Elgard. Dalam pikirannya ia yakin Elgard berubah pikiran dan tidak jadi mengundurkan diri dari perusahaan ini. Well, ini terdengar bagus.

Hadinata bergegas menghampiri Elgard.

"Anda berubah pikiran?" Hadinata tersenyum hangat pada Elgard, "Padahal baru hitungan jam anda—"

BITTERSWEET [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang