Aku takut...
Takut mengulangi siklus gagal lagi
Aku takut...
Takut tergelincir jurang luka lagi
Aku takut...
Mencoba membuka hati lagi
Aku tak mampu...
Menggores luka di hatiku lagi
Aku tak mampu...
Menerjang jurang luka lagi
Aku tak mampu...
Bila harus patah hati kesekian kali
Namun sejujurnya...
Aku ingin luka ku ini pudar sempurna
Namun nyatanya...
Luka yang telah kau beri
Masih terekam jelas, walau mungkin tak akan terlihat lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Penikmat Luka
Poesiahanya berisi sebuah untaian aksara yang hanya mampu ku tulis tanpa pernah berani ku ungkapkan secara lantang
