Mengapa kamu hadirkan kita bila rasamu tak pernah ada?
Apa aku hanya sebuah pelarian rasa sedihmu?
Lantas bagaimana denganku?
Bila ternyata rasa yang kau hadirkan hanyalah sebuah kebohongan semata
Mengapa harus aku?
Mengapa harus aku yang kau jadikan tempat singgahmu?
Hati ku terlalu sesak untuk menampung segala luka darimu
Bahkan rasanya duniaku hampir runtuh
Lalu kau suguhkan trauma abadi untukku
Hingga tak kunjung pulih dari luka itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Penikmat Luka
Poetryhanya berisi sebuah untaian aksara yang hanya mampu ku tulis tanpa pernah berani ku ungkapkan secara lantang
