p sobat
jangan lupa mengembalikan makan sehat kalian ya biar ga kolesterol
dari infonya dek Flora ga ke injek sapi
dah ah mari lanjutkan cerita gajelas ini
"KAMU? JINAN BUKAN?" ucap Shani sedikit berteriak melihat Jinan. Ashel, Marsha dan Indah kebingungan melihat dua orang dewasa ini sedangkan 5 anak tanpa sopan santun sudah didapur merecoki Bu Gege.
"Om kenal sama ayahnya Indah?" Tanya Ashel
"Ah kenal shel, dulu kita sahabat sebelum dia pergi dan jadi pengkhianat" jawab Shani, Jinan sedikit menunduk mengingat kejadian kelam saat itu.
"HAH PENGHIANAT?" teriak Indah terdengar sama semua orang dirumah Oniel. Oniel perlahan keluar dari kamarnya menggunakan tongkat menuju sumber suara, 4 anak tanpa sopan santun bersama Bu Gege juga pergi kedepan,
"Ada apa ini? Kenapa harus berteriak teriak?" Tanya Oniel
"Gak ada apa apa nil, ini ada temen kamu sama temen lama ayah" ucap Shani
"Mari masuk biar ayah sama Jinan yang menceritakan semuanya" lanjut Shani
Indah, Ashel, Marsha dan Jinan masuk kedalam rumah Shani menuju ruang keluarga, mereka semua duduk disana. Jinan hanya menunduk sesekali melihat lutut kanan Shani semua masih tergambar jelas kejadian kelam itu, darah segar yang mengalir, wajah kesakitan Shani, teriakan bercampur tangisan sore itu terdengar jelas semuanya ditelinga Jinan.
"Yauda yah buru cerita ada apaan?" Tanya Oniel
"Oke ayah cerita ya" jawab Shani
Flashback on
Shani dan Jinan dulunya adalah teman dekat sebelum semuanya berubah hanya karena ambisi berlebih Jinan, mereka berdua dulunya adalah duet yang sulit dikalahkan bahkan mereka berdua ada didalam timnas Indonesia U-19 kala itu. Shani dan Jinan sebelumnya berada ditim Phoenix FC dan rival tim mereka adalah Cygnus FC. Sebelum perginya Jinan membelot dari Phoenix ia sering berseteru dengan Shani sampai sampai ketika Shani bermain Jinan dibangku cadangan begitu juga sebaliknya, jika Jinan bermain maka Shani akan berada dibangku cadangan. Chemistry yang dibangun mereka bertahun tahun hancur dalam 1 hari, hari dimana Jinan resmi bergabung dengan Cygnus FC dengan harga transfer yang terbilang tinggi. Semua fans bahkan pemain geram dibuatnya dan puncak dari perseteruan Shani dan Jinan terjadi pada laga terakhir liga kala itu, siapapun yang menang akan menjuarai liga Phoenix dan Cygnus memilik poin yang sama.
Tatapan kejam milik Jinan terlihat ia sudah dipengaruhi sebegitunya oleh tim rivalnya, bahkan shani merasa ia bukanlah Jinan sahabatnya dulu.
"Diliat liat lo kaya mau bunuh gue" ucap Shani
"Iya, gue bakal hancurin karir lo Shan. Gue akan terbang bebas tanpa lo lagi" jawab Jinan dengan senyum jahatnya
Pertandingan dimulai, sorakan, hujatan, ancaman, rasis bahkan poster poster jahat lainnya terpampang jelas dari fans Phoenix untuk Jinan bahkan saat tendangan pojok untuk Cygnus, Jinan dilempari oleh botol, uang mainan bahkan kepala babi. Jinan sudah seperti Luis Figo dilempari kepala babi oleh fans Barcelona, ketika tendangan pojok itu berbuah gol Jinan berselebrasi tepat didepan fans Phoenix hingga memancing semua amarah fans bahkan pemain Phoenix, Shani langsung cepat mendatangi Jinan untuk menariknya agak pertandingan cepat dilanjutkan namun Jinan malah mendorong Shani hingga terjatuh
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Mati [END]
Fiksi Remajabxg Cerita ini untuk mengabadikan dirinya yang matanya tak pernah ku tatap, tangannya yang tak pernah ku gengam, dan raganya yang tak pernah ku peluk. Menghidupkan khayalan yang selalu ku kencani setiap malam, menyatakan bahwa episode mencintaimu ta...
![Cinta Yang Mati [END]](https://img.wattpad.com/cover/370830201-64-k87441.jpg)