p sobat
mari melanjutkan cerita ga jelas ini
Matahari pagi mulai muncul kepermukaan bumi, melewati sela sela ventilasi kamar Oniel, suara alarm pun mulai berbunyi menganggu tidur tenang Oniel. Oniel mencoba membuka matanya perlahan sedikit melakukan peregangan pada tubuhnya yang kaku tapi ia merasakan sakit pada kaki kanannya, itu efek samping dari tendangan spektakulernya kemarin. Sakit, berat bahkan ngilu terasa dipergelangan kaki Oniel, terlalu cepat baginya menguasai teknik tendangan tersebut bahkan seorang Shani saja bisa menguasai tendangan tersebut diumur 21 tahun sedangkan Oniel diumur 16 tahunya. Oniel memegangi kaki kanannya itu sembari memijat kecil kakinya itu, Gracia yang heran anaknya belum terbangun dijam segini pergi mendatangi Oniel.
Tok... Tok... Tok...
"Dek bangun udah 06.30, nanti telat lagi loh" ucap Gracia sembari membuka pintu kamar Oniel
"Aduh bu, kaki Oniel bengkak gini" lirih Oniel
Gracia terkejut langsung berteriak memanggil Shani
"Yahh, liat kaki adek bengkak" teriak Gracia
"Iya bu bentar" jawab Shani sembari mendatangi kamar putranya
"Astaga dek, ayo ke tukang urut mungkin aja kaki kamu keseleo. Ayah punya tukang urut langganan ayah" ucap Shani sembari melihat kaki anaknya
"Kakimu masih belum bisa nahan tendangan berat itu dek, lain kali gausah dicoba lagi ya apalagi dengan jarak yang lebih jauh seperti kemarin" lanjut Shani
"Ad-aduh sakit yah" lirih Oniel
"Udah udah nanti ibu sampaikan ke pihak sekolah hari ini kamu izin dan gausah masuk sekolah terlebih dahulu" ucap Gracia
"Gendong anaknya yah bawa ke tukang urut" lanjut Gracia sembari ingin menelpon pihak sekolah
Shani mengendong putranya yang kesakitan menuju mobil, menaruh Oniel dibelakang agar Oniel bisa meluruskan kaki sedikit membaringkan tubuhnya. Sepanjang perjalanan Oniel hanya merintih kesakitan, dibalik goal yang Indah terdapat efek samping yang luar biasa dirasakan Oniel, ia yang biasa menguasai bola bola melengkung dan shot keras pada umumnya hari ia tumbang.
"Kemarin kamu ngelakuin tendangan itu berapa kali dek?" tanya Shani
"Du-dua akh, dua yah" jawab Oniel dengan menahan rasa sakitnya
"Yauda tahan dulu ya, deket kok tukang pijitnya" ucap Shani sembari menyetir mobilnya
10 menit berlalu, Oniel dan Shani sampai ditukang pijit langganan Shani. Shani mengendong Oniel ke teras rumah tukang pijit itu langsung mengetok pintu rumah tersebut.
Tok... Tokk... Tok...
"Nek, nekk ini Shani assalamualaikum" ucap Shani sembari mengetok pintu
"Waalaikumsalam salam, iya nak tunggu sebentar yah" jawab orang didalam rumah sembari membukakan pintu
"Eh nak Shani, apakabar? Siapa yang mau dipijat? Kamu cidera lagi?" Tanya nenek
"Alhamdulillah baik nek, ini anak saya mau dipijit nek Siti. Biasalah anak muda cidera" jawab Shani
"Yauda bawa masuk kedalam nenek siapin dulu minyak urutnya" suruh nek Siti sembari masuk menyiapkan minyak urutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Mati [END]
Teen Fictionbxg Cerita ini untuk mengabadikan dirinya yang matanya tak pernah ku tatap, tangannya yang tak pernah ku gengam, dan raganya yang tak pernah ku peluk. Menghidupkan khayalan yang selalu ku kencani setiap malam, menyatakan bahwa episode mencintaimu ta...
![Cinta Yang Mati [END]](https://img.wattpad.com/cover/370830201-64-k87441.jpg)