BAB KEDUAPULUH SATU

2.5K 188 28
                                        

Hi geyz
Mari kita lanjutkan cerita gajelas ini










"Oniel awas" teriak Indah

Motor Oniel sedikit bergoyang karena Indah yang panik segera memberhentikan motornya.

"Sayang, itu cuma suara klakson bus dijalan sebrang" ucap Oniel menenangkan Indah

"Aku masih kepikiran mimpi kemarin nil" ucap Indah

"Tenang sayang, aku disini sama kamu. Bahkan jika ada teori multiverse diriku yang lain akan selalu ada untukmu" lanjut Oniel

"Hmm, terimakasih sudah hadir dihidupku" ucap Indah sembari memeluk erat tubuh Oniel

"Iya sayang, i love u in every universe" ucap Oniel sembari menggenggam tangan Indah

"I love u more sayang" ucap Indah mengeratkan pelukan

"Mari kita pulang, pasti mereka udah mau nyampe" ucap Oniel kembali menjalankan motornya

"Iya sayang" ucap Indah

Ondah kembali melanjutkan perjalanan, memecah macetnya ibukota dengan motor Honda C70. Ditemani mentari yang mulai bersembunyi, langit oranye yang berubah menjadi gelap, suasana ramai perlahan menyepi, lampu lampu bangunan mulai menyala, semakin erat Indah memeluk sang kekasih. Tak lama mereka tiba dirumah Oniel yang sudah ramai, Oniel membantu Indah turun dari motor, melepaskan helm miliknya serta menggenggam jari jemari kecil Indah, menariknya untuk masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikum" ucap Ondah bersama

"Waalaikumsalam, SELAMAT ULANG TAHUN ONIEL" ucap mereka semua

Oniel terdiam, melihat sekeliling sudah dipenuhi hiasan. Kue ulang tahun berwarna putih dengan berbagai ornamen menghiasi kue manis itu, Oniel mendekati orang tuanya memeluknya dengan erat. Air mata Oniel terjatuh, Shani dan Gracia tak henti mengelus punggung sang anak, Indah ikut memeluk Oniel dari belakang.

"Selamat bertambah Ares" ucap Indah

"Selamat bertambah reinkarnasi sempurnaku" ucap Shani

"Selamat bertambah usia dewa perang kecil ibu" ucap Gracia

Suasana yang ramai mendadak hening dengan kehangatan pelukan keluarga Natio, Indah melepas pelukannya mendekati kue ulang tahun milik Oniel. Jinan menyalakan lilin, anak anak Olympus menyanyikan lagu untuk Oniel meniup lilinnya.

"Ayo dek ditiup" suruh Gracia

"Iya ditiup dulu lilinnya" suruh Shani sembari membalikan tubuh Oniel

Semua bernyanyi, Oniel mendekati kue ulang tahun miliknya.

"Make a wish Ares" ucap Indah

"Harapan untuk umur yang baru, semoga aku menjadi anak yang baik, semakin kuat dalam segala hal yang akan terjadi, menjadi pemain Timnas sekaligus pemain AC Milan. Menjadi pria yang baik seperti ayah, mencintai setulus ibu, menjadi mereka dalam 1 orang. Terimakasih untuk ayah dan ibu yang sudah menjagaku dari kecil semua boleh pergi kecuali kalian. Terimakasih untuk teman temanku sudah menemani juga dari kita kecil hingga saat ini, suka duka sudah kita lewati bersama makasih guys, untuk Indah makasih sudah hadir menemani hari hari yang sempat suram, dengan adanya kamu membuat pagi hariku tak semalas dulu lagi, siang tak sepanas itu lagi, bahkan malam tak sedingin dulu. Semua menjadi sejuk serta hangat dengan adanya kamu dihidupku. Terimakasih ya buat semuanya bahkan aku lupa kalo hari ini ulang tahunku, terimakasih sudah menyiapkan hari ini. Aku sangat suka kehangatan ini." Ucap Oniel

Cinta Yang Mati [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang