BAB KEDUAPULUH EMPAT

2.4K 147 17
                                        

Oniel dan Indah yang telah berganti pakaian pergi menuju kebun bunga yang telah lama Indah inginkan, setibanya dikebun bunga Oniel dan Indah mulai menelusuri jalan setapak yang dikanan kirinya dipenuhi banyak bunga. Indah sangat excited bisa menghabiskan sorenya dikebun bunga ini, menghirup semua aroma bunga yang memiliki aroma berbeda beda. Oniel sangat senang melihat Indah bisa sebahagia ini dengan hal sesederhana ini, mengabadikan beberapa foto untuk kenangan mereka. Indah melihat bunga matahari yang sangat cantik, ia mendekati bunga matahari tersebut, memoteknya lalu diberi pada Oniel

"Sayang buat kamu, nanti kalo kamu main away terus aku gabisa temenin. Anggap bunga matahari ini adalah aku ya, dimana ada bunga matahari aku ada disitu" ucap Indah sembari memberikan bunga pada Oniel

"Ah, terimakasih sayang. Bunga ini cantik seperti kamu, dan jika kamu bunga matahari aku akan jadi lebah yang akan selalu mengambil nektarmu" ucap Oniel memegang tangan kanan Indah

"Ah, kamu bisa aja. Ayo kesana aku suka tempat ini" ajak Indah sembari menarik Oniel

"Iya sayang, aku suka kamu bahagia seperti ini. Akan selalu ku jaga senyum cantikmu itu, jika aku membuatmu menangis aku akan membuatmu menangis kebahagiaan bukan kesedihan" ucap Oniel

Indah tersenyum bahagia melihat Oniel begitu juga dengan Oniel yang tersenyum. Mereka menghabiskan sore ini dengan mesra, berdansa kecil ditemani banyak kupu kupu, langit jingga serta matahari yang ingin bersembunyi. Semesta selalu menemani kemesraan sepasang kekasih ini, Oniel memeluk Indah.

"Sekali lagi terimakasih telah hadir, cinta ini akan abadi bahkan saat kau akan jadi tulang belulang cintaku gak akan pernah pudar" ucap Oniel

"Sama sama, hal kecil yang terjadi pada kita akan abadi. Semua akan jadi residual memori untuk dilihat anak anak kita kelak, terimakasih sudah mencintai ku sehebat ini, sudah memberikan seluruh cintamu untukku. Aku akan selalu menemani mu sayang bahkan liang lahat kita akan berdampingan" ucap Indah yang mulai menangis

Oniel mengeratkan pelukannya, sepasang kupu-kupu hingap diatas kepala mereka, mereka melepaskan pelukan melihat keatas kepala satu sama lain. Bahkan kupu kupu tak ingin kalah dengan kemesraan Ondah, Oniel kembali mendekati Indah sembari memegang pinggang Indah. Menatap dalam sang kekasih, Indah mengusap usap wajah milik Oniel. Wajah mereka mendekat, mengikis jarak, kening mereka bersentuhan, bercumbu mesra disore yang benar benar indah.

Tak terasa langit mulai gelap, kupu kupu mulai kembali bersembunyi diganti dengan kunang kunang yang mulai berterbangan, matahari telah berganti dengan cantiknya bulan ditemani banyak bintang, benar benar semesta selalu berada dipihak mereka. Oniel bersyukur bisa menikmati keindahan semesta bersama orang yang sangat ia cintai, Indah bernar benar cantik kala dikelilingi oleh kunang kunang. Tak lupa Oniel selalu mengabadikan momen apapun saat bersama Indah bahkan hal kecil sekalipun tak ingin terlewatkan oleh Oniel.

"Sayang ayo, kita liat city light" ajak Oniel

"Boleh ayo sayang" jawab Indah

Oniel dan Indah menuju mobil,npergi meninggalkan kebun bunga. Oniel mengendarai mobil dengan kecepatan pelan melihat gedung gedung dengan lampu lampu cantiknya, selalu saja semesta bersama Ondah. Indah sangat senang bahkan dengan hal sesederhana ini, Indah tak pernah mengeluh dengan apa yang Oniel berikan ia selalu senang dengan apa yang diberikan Oniel.

"Maaf ya jika cintaku terlalu sederhana untukmu" ucap Oniel

"Its okey sayang, aku suka kok selama menjalaninya sama kamumu semua akan menjadi hal istimewa buatku. Bahkan hanya melihat hal hal seperti ini, jangan pernah merasa cintamu sederhana ya? Cintamu sudah melebihi semesta niel sangat besar" ucap Indah sembari memeluk lengan Oniel

Cinta Yang Mati [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang