Hi, apa kabar?
Pertama mungkin kalian bisa membaca bab ini dengan link playlist yang telah aku siapkan di bio akun dan di kolom komentar nanti.
Mari kembali pada isi bab ini.
Iya, apa kabar kalian sobat sobatku? Ku harap kalian baik baik saja. Teruntuk kamu Aphrodite apa kabar? Nampaknya kau baik baik saja, beberapa hari lalu kita sempat bertemu, senyummu masih sama hangatnya saat kau dan aku hampir menjadi kita. Ohiya, aku sempat bertemu dengan bunda. Masih ramah seperti biasanya, dengan senyum yang sama sepertimu.
Mungkin bab ini hanyalah pelepasan sisa rasa yang tersimpan, sudah waktunya aku benar benar menghapusmu.
Kembali pada Aphrodite, aku masih selalu ingin tau kabarmu, kau sedang apa? Sedang bersama siapa? Atau bahkan aku ingin mendengar keluhan keluhanmu dipenghujung hari seperti dahulu. Tawamu sesekali terngiang ditelingaku, senyum manismu sesekali hadir dibenakku, amarahmu karena hal hal kecil sesekali membuatku tertawa gemas.
Tak hanya itu aku ingin sekali tau seperti apa kau saat ini? bagaimana harimu di kota yang baru? Bagaimana teman teman barumu memperlakukan mu? Dan bagaimana pria yang kau pilih itu? Ku dengar kau harus berpisah dengannya. Hampir saja aku bertepuk tangan sembari memuji muji karma, namun jika aku melakukannya tak membuatku jadi lebih baik. Aku heran, bagaimana bisa seorang yang kau kenal tak lama namun bisa menempati hatimu sedangkan aku yang menunggumu satu tahun penuh tak benar benar bisa memilikimu, ah! Maaf aku berbohong.
Aku sudah menunggumu 3 tahun hingga bab pertama dalam cerita ini berhasil aku publish. Aku tak pernah memberitahumu tentang cerita ini, maaf karena telah lancang mengabadikanmu disini. Cara ini membiarkan semua khayalan ku denganmu benar benar sirna dari pikiranku. Melepaskan semua rasa yang masih tersisa, aku lelah harus terus terusan memikirkan mu saat itu.
Aku berharap semoga kelak kau benar benar menemukan orang yang mencintaimu jauh lebih tulus dariku. Andai saja aku bisa memutar kembali waktu, mungkin aku tak akan menyapamu disore itu. Disudut sekolah, kau sedang menari dengan indah, senyum manismu, lekuk tubuhmu, dan gerakan gerakan kecilmu saat itu membuatku tertarik.
Maaf juga sudah lancang menyapamu tanpa tau siapa namamu kala itu, "semangat" Ucapku kala itu.
Meski kau hanya menjawab dengan satu kata serta senyuman yang membuatku goyah, pria yang biasa ini tanpa pikir panjang langsung mencoba menerobos pintu hatimu, membawa ekspetasi bahwa kita akan bersama. Diawal semua berjalan dengan baik, bundamu menerimaku dengan baik bahkan ayahmu juga kala itu. Teringat jelas saat dimana aku hadir dipesta ulang tahunmu, didepan keluargamu aku dan kamu memegang 1 kembang api bersama. Jari jemarimu yang lebih kecil ku peluk dengan jari jemari ku yang sedikit lebih besar, tubuh kita sangat dekat saat itu bahkan kau hampir memelukku karena takut kembang api tersebut meledak ditanganmu.
Bagaimana aku bisa melupakan hal semanis itu? Semua orang dirumahmu menerimaku, dan bagaimana aku tak berharap tinggi bahwa kita akan bersama? Rasa rasanya kala itu dunia berjalan bersama kita. Namun semesta berkata lain, aku dan kamu harus dipisahkan secara paksa. Aku pasrah dan memeluk erat harapan yang ku punya, pikirku suatu saat kau akan kembali padaku serta memeluk tubuhku. Tapi nampaknya hal itu tak akan terjadi, maka pada saat itulah aku memutuskan mengabadikan mu disini. Meski tak semua momen disini sama dengan kita salah satu yang ku ingat saat kita bersama adalah kala malam, hujan rintik, aku dan kamu diatas motor.
Kala itu aku menjemput mu seusai berlatih menari, hujan telah turun sehabis magrib namun perlahan mereda hingga tepat pukul 11 malam hujan lebat berubah menjadi rintik rintik. Kau mengirim pesan untuk ku menjemput mu, bahkan bundamu juga menyuruh untuk aku yang menjemput. Ah! Malam itu dingin tapi aku merasa hangat karena adamu. Ohiya maaf harus membuatmu hujan hujanan dimalam hari. Dan momen inilah menjadi momen paling menyedihkan di cerita ini, hujan, darah, dan luka memenuhi akhir cerita ini.
Dan, aku menyatakan bahwa mencintai aku akhiri disini. Dan biarkan semua kenangan, semua rasa ini menghilang bersama waktu.
Ada satu hal lagi yang ingin aku beritahu, belakangan ini aku kembali melihat mu diri orang lain. Menyebalkan sekali bagiku, sudah sulit melupakan mu malah ada seseorang yang mirip sekali denganmu, tutur bicara, caranya tersenyum, caranya tertawa, dan beberapa hal lainnya sangat mirip dengan mu. Namanya Nur Intan, seorang traine dari gen 13. Sudah sejauh ini ini aku pergi untuk melupakan mu tapi ada seorang yang mirip denganmu, bahkan sempat dibeberapa foto ia sangat mirip denganmu, ah! Untung saja tekad ku untuk melepasmu tak goyah. Warna yang kalian hasilkan sama sekali, semoga aku lekas selesai dengan dunia Idol ini, aku takut kembali jatuh suka padamu hanya karena selalu melihat Nur Intan belakangan ini.
Baik, kembali ke cerita ini. Bagaimana dengan endingnya? Menyenangkan bukan? Pada awalnya aku tak ingin membuat bab Ares menyusul Aphrodite, namun sempat membaca beberapa komentar untuk membuat Ares menyusul, atau membuat semua ini hanyalah mimpi Ares tapi seorang kawan memberiku saran untuk membuat bab "Reunited" Dengan alur seperti itu. Menyesakan memang, namun kalian harus terima.
Dan jika membuat cerita ini berakhir bahagia hanya membuatku terus terusan berkhayal untuk hidup bersamanya dan aku tak ingin hidupku terhenti disitu saja.
Ohiya, dahulu seorang teman sempat bertanya, mengapa mengunakan nama 'Ares, Aphrodite' dalam cerita ini? Dahulu aku tak menjawab dengan benar, kataku kala itu namanya keren dan enak untuk diingat, namun aku baru teringat bahwa Ares dan Aphrodite adalah kisah cinta terlarang dalam mitologi Yunani, menurutku masih masuk akal jika aku menggunakan nama itu dengan akhir seperti ini.
Kembali membahas tentang bab 'reunited' ada momen yang terlewat disana. Setelah kepergian Ares seharusnya teman teman Ares kembali mengunjungi pohon masa kecil mereka, disana mereka melihat bayangan Ares dan Aphrodite sedangan bersama menunggu mereka, dengan sebuah kotak yang telah disiapkan oleh Ares sebelumnya. Jika saja ada momen itu, tangisan kalian akan semakin panjang aku prihatin dengan kalian jadi tak ku masukan saja. Hehe, tengil dikit gapapa?
Dan Yap. Inilah akhir bab Ares bercerita, langsung dari aku Ares yang sesungguhnya. Selamat satu tahun untuk bab 'perkenalan' dipublikasikan, dan selamat untukmu Aphrodite telah memberi luka sedalam ini.
Aku izin pamit, tak ada lagi bab bab untuk cerita ini. Semua telah usai bersama dengan perasaanku yang telah hilang.
Tak ada lagi yang ingin aku sampaikan, namun setiap komentar di bab ini akan selalu ku balas, meski kalian terlambat beberapa bulan pun akan ku usahakan untuk ku balas, namun jika tak lagi terbalas maka aku telah selesai dengan dunia ini.
Sekali lagi, terimakasih telah membaca cerita ini, terimakasih telah ikut membantu promosi ceritain ke orang lain, terimakasih sebanyak banyaknya untuk kalian, aku sayang kalian sobat sobatku!!!
Ah, iya maaf tentang ending cerita ini membuat kalian bersedih, dan maaf jika bab ini hanya berisi ocehan tak penting namun aku ingin sekali mengungkapkan ini untuk terakhirnya kalinya.
Babay! Sehat selalu kalian!
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Mati [END]
Teen Fictionbxg Cerita ini untuk mengabadikan dirinya yang matanya tak pernah ku tatap, tangannya yang tak pernah ku gengam, dan raganya yang tak pernah ku peluk. Menghidupkan khayalan yang selalu ku kencani setiap malam, menyatakan bahwa episode mencintaimu ta...
![Cinta Yang Mati [END]](https://img.wattpad.com/cover/370830201-64-k87441.jpg)