Istana Charlotte, sebuah bangunan yang terletak di barisan belakang kompleks istana Brechordon. Dulu tempat ini adalah salah satu dari paviliun selir milik Raja.
Tidak lama setelah kedatangan Sloane Zachary, salah satu selir kesayangan Raja Anasthasius, pavilliun tersebut direnovasi dan diperbesar kemudian dinamakan Istana Charlotte yang merupakan nama tengah dari selir Sloane.
Sloane adalah seorang penikmat seni yang amat terkenal. Seleranya pada seni sudah tidak dapat diragukan lagi.
Seolah ia memiliki lensa tersendiri terhadap sebuah seni. Bahkan, istana yang dihuninya pun amat sangat artistik.
Dia sendirilah yang mengatur renovasi istananya, dan bahkan memilih furnitur dan hiasan-hiasan interiornya sendiri.
Istana Charlotte adalah bangunan paling elegan dan artistik diantara bangunan lain di kompleks istana.
Setidaknya itulah yang Althare ingat. Terakhir kali ia masuk kesana, tempat ini benar-benar terasa memanjakan mata bahkan untuk seseorang yang tidak mengerti seni sepertinya.
Namun, sekarang rasanya tempat itu seperti bangunan yang sudah lama ditinggalkan.
Energi gelap memenuhi setiap sisinya, tembok yang penuh retakan, furnitur yang berantakan, dan jangan lupakan lantai yang membeku itu.
Serta lubang besar yang menembus lima lapis tembok, menunjukkan telah terjadi pertempuran hebat di tempat ini.
Althare menyebrangi lubang terakhir yang mengarah ke aula utama di istana Charlotte.
Hal pertama yang dilihatnya adalah lantai dan dinding yang membeku dan Osmond yang tengah berusaha mati-matian menahan sesuatu dengan elemennya.
Begitu melangkah memasuki tempat itu, rasa dingin yang sudah lama tidak dirasakannya menjalar ke seluruh tubuh.
"Tu tuan Grand Duke.." gumam Osmond, kedua kakinya yang masih dalam posisi kuda-kuda terlihat membeku, menyatu dengan lantai.
Althare berjalan mendekatinya, semakin ia mendekat ia dapat melihat apa yang tengah Osmond tahan dengan pelindungnya.
Di dalam kubah kehitaman itu, Ayden terlentang terlihat kesakitan sementara Ayrece bersimpuh di sampingnya.
Kedua tangannya menangkup tangan Ayden. Siapapun akan tahu, Ayrece lah penyebab dari bekunya ruangan ini.
"Itu.. Lady berkata ia bisa memurnikan tubuh Tuan muda.. tapi elemennya.. ia membuat beku seluruh ruangan dan sampai keluar, menara utara euughh..." ucap Osmond tak beraturan.
Althare dapat merasakannya, Ayrece telah membekukan hampir seluruh barisan belakang Istana.
Jika Osmond tidak menahannya, mungkin Ayrece akan membahayakan orang-orang yang tengah melawan para mayat hidup sekarang ini.
Sementara di dalam kubah itu, airmata Ayrece tak henti-hentinya mengalir. Ia menggenggam erat tangan Ayden yang masih tersadar.
"Richie.. kau bisa berhenti," ucap Ayden lirih.
Ayrece menggeleng, ia terus berusaha untuk memurnikan kegelapan yang hampir mencemari seluruh tubuh Ayden.
"Aku bisa..aku bisa melakukannya," balas Ayrece diantara isakannya.
Ayden mengerti kekhawatiran Ayrece. Elemen bayangan yang berhasil dibangkitkannya saat ini tengah memenuhi tubuhnya.
Itu bukanlah hal baik karena jika seluruh tubuhnya tercemar, Ayden tidak akan pernah bisa menggunakan api birunya.
Selain itu, seorang pengendali elemen bayangan tidak pernah terlihat baik dimanapun mereka berada. Ayrece tidak ingin Ayden menjalani kehidupan terasing sebagai pengendali bayangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal Winter (END)
Fantasía(COMPLETED) 15 tahun adalah waktu yang Ayrece habiskan tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, ia hanya terus berkelana dengan seorang gipsi yang ia panggil bibi. Namun secara tiba-tiba, saat ia datang ke sebuah tempat dimana salju tidak pernah m...
