#2.

275 23 0
                                    

"rumah kamu dimana sha?" Tanya zean sembari mendorong sepedanya

"Di jalan ****" jawab marsha

"Oke.."

Zean melihat ke arah marsha yang sepertinya kedinginan, zean menghentikan langkahnya lalu melepaskan jaketnya, "b-buat siapa zean?" Tanya marsha kebingungan. "Buat kamu.." jawab zean lalu memakaikan jaketnya pada tubuh marsha, "kedinginan kan gapapa pake aja.." ucap zean lalu tersenyum.

"Makasih zean.." ucap marsha sambil memegang kera jaket milik zean

Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanannya menuju rumah marsha.

"Nah ini zean rumahku" ucap marsha sambil berjalan mendekat ke gerbang rumahnya

"Eh non marsha sudah pulang.." ucap satpam lalu membukakan gerbang

"Masuk aja gapapa zean" ucap marsha menyuruh zean untuk masuk

"Ini kok sepedanya rusak?" Tanya satpam pada zean

"Eh.. ini pak dirusakin tadi.." jawab zean

"Aduh.. sini biar saya perbaiki sementara kamu sama non marsha dulu ya"

"Gausah pak biar nanti saya aja yang perbaiki"

"Udah udah zean masuk aja biar nanti diperbaiki.." ucap marsha lalu menggenggam tangan zean dan menariknya untuk masuk kedalam

Zean tengah duduk di sofa yang ada di ruang tamu sambil menunggu marsha dan ia juga melihat melihat ke sekitar ruang tamu tersebut, "zean psstt". "Hah?" Zean kemudian melihat ke arah tangga disana ia nelihat marsha menyuruhnya untuk mendekatinya, zean hanya bingung namun ia tetap berjalan mendekat marsha, marsha menarik zean menuju kekamarnya walau zean masih bingung apa yang akan dilakukan marsha.

"Kamu kenapa bingung zean!?" Tanya marsha

"Gapapa aku cuma bingung kamu kenapa.." jawab zean

Marsha kemudian pergi menuju ke meja yang ada dikamar miliknya kemudian ia duduk dan melihat ke arah zean, "sini!!" Ujar marsha lalu zean mendekat ke arahnya, "tolong ajarin ini dong" ucap marsha sambil menunjukkan soal. "Oh oke jadi gini.." ucap zean sambil mulai menjelaskan arti dan maksud dari pertanyaan soal tersebut. Beberapa menit kemudian zean selesai dengan menjelaskan tetapi tanpa disadari zean marsha hanya menatap ke wajah zean dan belum mengerti maksud dari soal tersebut.

"Marsha?"

"Hah?"

"Ngerti?"

"Gak.."

"Gapapa istirahat aja nanti aku kasih tau lagi" ucap zean lalu menyenderkan kepala marsha ke pundak zean

"Gausah liat wajah aku tapi soal di buku ini ya marsha" ucap zean pelan

"Iya.."

"Nyaman juga senderan di pundak zean.." batin marsha

Zean terus menyakan pada marsha kalau ia pahan atau tidak tetapi belum ada jawaban dari marsha, zean menyadari kalau ternyata marsha tertidur, "tidur ternyata.." batin zean. Lalu ia berdiri dan menggendong marsha ala koala ke kasur. Zean kemudian menidurkan marsha dikasur dan tidak lupa ia juga menyelimuti tubuh marsha dengan selimut agar tidak kedinginan.

Tok tok

Zean yangendengar ketukan itu langsungembukakan pintu, "permisi  eh sepedanya sudah selesai sudah diperbaiki.." ucap satpam lalu pandangannya melihat ke arah marsha yang tertidur, "oh iya.. ini non marsha ketiduran ya?" Tanya satpam pada zean. "Iya pak.. tadi sebelum tidur marsha lagi butuh bantuan saya buat ngerjain pr tapi malah ketiduran pak.." jawab zean.

"Hah.. terima kasih ya pak sebentar lagi saya pulang, saya mau ngerjain pr marsha sebentar ya pak.." ucap zean sambil menggaruk lehernya

"Ohh baiklah saya hanya mau informasikan itu saja saya kembali dulu ya.." ucap satpam lalu meninggalkan pintu kamar marsha

Zean menutup kembali pintu lalu ia berjalan menuju meja marsha, ia lalu mulai mengerjakan pr milik marsha. Beberapa menit kemudian saat zean tengah fokus dengan soal soal di buku, tiba tiba saja marsha terbangun, ia mengucek matanya lalu ia tersadar bahwa ia sudah berada di kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Marsha kebingungan lalu ia melihat ke arah depannya, "zean masih disini?" Batin marsha. Marsha kemudian bangun dan berjalan mendekat zean.

"Ini pundak aku siapa yang pegang.." batin zean lalu menengok ke arah belakang

Ia sedikit terkejut kalau ternyata dibelakangnya adalah marsha, zean melihat ke buku agar ia tetap fokus tetapi ia merasakan yang berada dibelakangnya mulai memeluk lehernya, "ini gimana mau fokus!!! Fokus... fokus... fokus..." Batin zean mencoba menulis namun tangannya bergetar. Zean kemudian menghentikan aktivitas menulisnya lalu berdiri, ia memutarkan arahnya menuju marsha, "maaf sha eh- marsha pr mu udah selesai.. maaf kalau ada tulisan yang jelek nanti kamu ganti aja pake tulisan kamu.." ucap zean sedikit gugup.

"Makasih zen.."

"Ya..."

Zean kemudian keluar dari kamar marsha dan menuruni tangga, saat langkah terakhir ia melihat ke dapur disana ada mama marsha yag sedang membuat teh, "eh.. zean sini" ucap cindy yang menyadari zean sedang menuruni tangga.

"Marsha sering cerita tentang kamu zean.." ucap cindy pada zean yang tengah meminum teh hangat

"Kenapa aku diceritain?" Tanya zean bingung

"Katanya kamu jadi korban bully terus ya.." ucap cindy menengok ke arah zean

"Eh.. iya tant.." ucap zean pelan

"Aduh.... Tapi marsha bully kamu gak.. jawab jujur aja" ujar cindy kemudian meminum teh hangat

"Sering sih tant.. tapi gapapalah.."

"Marsha masih baik kok.."

"Aduh maafin anak tante ya.. kelakuan emang kayak papanya!" Ucap cindy lalu tertawa

"Ehehe.. iya tante oiya saya izin pulang ya tant makasih juga buat teh hangatnya" ucap zean lalu menghabiskan teh hangat dan berpamitan dengan mama cindy

My NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang