"Ini adalah kebiasaan bgimana keseimbangan dapat terpelihara melalui pertempuran dan mempertaruhkan nyawa. Ini adalah persahabatan dunia Shinobi. Ini adalah perjuangan mempertahankan nyawa untuk menjadi kebanggaan desa dan cita-cita kalian sendiri terhadap desa".
'Welcome to ninja world, bro. Dimana nyawa nomor dua setelah misi dan desa, Cih.' batin Naruko, memutar matanya dengan malas mendengar perkataan Hokage ke 3, Hiruzen Sarutobi di depannya dan para Genin yg lolos ujian Chuunin sesi dua. 22 peserta lah yg lolos, mengejutkannya semua rookie desa Konoha lolos. 'Pencucian otak yg bagus'. Dengus Naruko.
"Tidak masalah. Cukup beritahu kami isi dari pertaruhan nyawa tersebut. "
'Nice!'. Ingin rasanya Naruko berseru langsung sambil bertepuk tangan dan mengacungkan jempol nya pada Gaara. Perkataan singkat yg sangat mewakili. Kalau bukan karena Kakashi dan Iruka yg menatap nya, seolah memperingatkan untuk tutup mulut sebentar dan dengarkan saja, sudah pasti dirinya lah yg mengatakannya. 'Kalau ku jadikan teman... Oke kayaknya, lagipula dia bukan Konoha, dan kita sama. Cocok lah, bakal nyambung kayaknya. '.
"Nah, Di sinilah aku akan menjelaskan ujian ketiga tersebut. Tapi sebenarnya... Ehem".
'Malah batuk? Ribet amat aki-aki', pikir Naruko, ia tau itu sejenis kode, tapi kapan lagi bisa julid. Ditambah si gadis merah ingin semua selesai dengan cepat, agar ia cepat pulang dan mempelajari mengenai Segel kutukan Orochimaru itu, yg menyulitkan dan menyakitkan Sasuke.
"Perkenalkan aku, Hayate Gekko yg diberi tugas sebagai hakim untuk berbicara terlebih dahulu".
Seorang Jounin pria, yg muncul entah dari mana setelah di beri kode oleh Hokage Hiruzen, membungkuk seperti kesatria dengan satu lutut menyentuh lantai, didepan Hokage dan para Jounin lain di dan sekitar podium didepan para peserta.
"Kuserahkan padamu". Hokage mempersilahkan.
"Ada sesuatu.. Yang kuinginkan untuk kalian lakukan... Ehek ehek... Sebelum ujian ketiga". Hayate Berbalik menghadap para peserta. "Dan itu merupakan persiapan untuk ujian ketiga. Bersama keikutsertaan kalian dalam pertempuran utama tersebut".
'Peraiapan apa? ', pikir Naruko tak mengerti.
mengernyit heran melihat kondisi Jounin itu, seperti orang sakit? 'Sekarat..? '. Naruko, ngasal. Naruko bosan dengan penjelasan yg bertele-tele. 'Persiapan? Jangan bilang persiapan kematian nya'.
"Persiapan... Apa maksudmu?!" Seru Shikamaru, Nara muda terlihat kesal--marah, seolah mereka, para peserta dipermainkan.
"Sensei, aku tidak mengerti maksud semua itu".
"Dengar, kan?", Naruko menimpali perkataan sakura. "makanya ngomong yg jelas, Jounin Gekko!". Lanjutnya, terdengar jelas di telinga semua orang disana. Semua pasang mata otomatis menatap anak perempuan berambut merah dengan mata kanan tertutup Ikat kepala. Anak ini sungguh sangat berani dan blak-blakan. "Apa?", Tanya Naruko tanpa rasa bersalah sedikitpun, melihat orang-orang dalam ruangan menatapnya.
"Ada apa dengan temanmu?", Tanya pemuda klan bangsawan Hyuuga pada Tenten yg terkekeh pelan. Tak habis pikir dengan tingkah si rambut merah, yg selalu terkubur di tumpukan buku waktu di perpustakaan.
"Itu masih belum seberapa." Kekeh Tenten, "coba kau buat dia marah, tamat sudah pasti".
Hiruzen menghela nafas,
"Lanjutkan, Hayate". Naruko terlihat seperti Minato versi anak perempuan dengan rambut merah... Tapi, mulutnya bukan Minato sama sekali.
Kakashi hanya bisa tertawa pelan tanpa daya pada Hokage dan Jounin lain, menggaruk tengkuknya yg tak gatal.
"Ehek.. Ehek.. Baik Hokage-sama. "Balas Hayate dengan sopan dan hormat pada Hokage. "Kali ini, mungkin karena ujian yg pertama dan kedua itu mudah, sehingga ada terlalu banyak orang tersisa, kau mengerti. Sesuai aturan ujian Chunin, sebuah persiapan akan diselenggarakan dalam rangka untuk mengurangi jumlah peserta."
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruko Uzumaki_ [slow Up]
FanfictionLanjutan/sambungan dari fanfic Naruko Uzumaki. Karena kayaknya udah kebanyakan disana, makanya saya lanjut ceritanya disini. Chapter 108
![Naruko Uzumaki_ [slow Up]](https://img.wattpad.com/cover/354089082-64-k185449.jpg)