Naruko, dengan kepribadiannya yang langsung dan tak kenal takut, sering memancing Sasuke dengan komentar sinis atau sedikit permainan kata-kata yang menjengkelkan. Bagi Sasuke, dia melihat Naruko sebagai gangguan yang mengganggu ketenangannya. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari Naruko dibandingkan dengan kembarannya, Naruto.
Di balik sikap dingin dan aloof-nya, Sasuke perlahan mulai melihat bahwa Naruko bukan hanya pengganggu yang tidak penting. Ia mulai memperhatikan Naruko diam-diam, entah si rambut merah sadari atu tidak, yg Uchiha muda tak diketahui si rambut merah seperti merahnya tomat matang kesukaan Uchiha bungsu yg kini menjadi satu-satunya Uchiha di desa.
***
=====
"Sensei! Kumohon hentikan pertandingan ini secepatnya!" seru Naruto, berlari mendekati Kakashi yang berdiri bersama Maito Gai dan Rock Lee di samping kursi penonton. Sakura dan kedua anggota tim Shikamaru menoleh, wajah mereka menunjukkan keterkejutan mendengar permohonan putus asa Naruto, yang tampak sangat khawatir.
Kakashi berbalik, memandang kembali ke arena pertarungan antara Gaara dan Sasuke. Gaara berada di dalam pasir yang membungkusnya seperti cangkang telur, sementara Sasuke berdiri tak jauh darinya, tubuhnya berlumuran darah akibat duri pasir besar yang menyerangnya. Sasuke, meski terluka, masih berdiri teguh setelah meniru kecepatan luar biasa dari jurus andalan Lee.
"Tenanglah, ruto," ujar sebuah suara lembut dan santai. Naruko tiba-tiba muncul, menepuk bahu kembaran mudanya sambil tersenyum, mencoba menenangkan Naruto yang terkejut dengan kehadirannya yang mendadak.
"N-Nee-chan..." bisik Naruto, masih kaget.bocah pirang malang itu hampir meloncat tadi saking kagetnya, mungkin juga karena efek menjadi saksi mata dan telinga Gaara yg sempat menghabisi dua ninja yg menganggu Jinchuuriki pasir itu.
"Hehe, mengejutkanmu ya?" Naruko tersenyum geli.
"Kau kebiasaan mengejutkan orang, Naruko," tegur Sakura, melipat tangan di depan dada.
"Benar," tambah Ino, dengan nada kesal.
Chouji, yang mengamati situasi, hanya bisa berpikir dalam hati, 'Mereka berdua cemburu.' Sakura dan Ino masih merasa tidak nyaman dengan interaksi antara Sasuke dan Naruko, apalagi setelah adegan sebelumnya yang terlihat cukup intim. Naruko di pangkuan Sasuke, Meski keduanya, Sasuke Naruko tak bermaksud seperti dalam pikiran kedua fanatik ini.
kedua mantan sahabat ini Memang masih kesal dan cemburu dengan adegan Sasuke Naruko tadi, sangat. Mereka berdua yg fanatik, eh malah Naruko pembully Uchiha yg banyak interaksi dengan sang populer satu-satunya Uchiha.
"Tehe, namanya juga Kilat Merah," balas Naruko santai. "Mana ada kilat yang permisi." Dia melangkah menuruni undakan, mendekati Kakashi. Kakashi hanya menggeleng pelan, mengenang sifat Minato dan Kushina yang bercampur dalam Naruko. "Tidak ada yg perlu di khawatirkan, kalian sudah ada persiapan,kan, Kakashi-sensei". Lanjut rambut merah.
"Apa?", Naruto menatap Kakashi dengan bingung.
Kakashi menepuk,mengelus kepala Naruko, "Ya, seperti yang Naruko bilang," Kakashi menegaskan, sementara semua anggota genin dari tim 7 dan tim Shikamaru, serta Lee dan Maito Gai, menoleh ke arah Kakashi. Memasukkan kembali tangan kanannya kedalam kantung celana. " Sasuke dan aku... Kita tidak hanya terlambat untuk sampai disini tanpa alasan.".
Naruko berjalan mendekati pagar besi pembatas, matanya terpaku pada pertarungan Sasuke. "Cepat juga, menyalin jurus si rambut mangkuk," gumamnya dengan senyum tipis, jelas kagum tapi tetap santai. Dia menoleh ke Lee dan Maito Gai. "Sudah kubilang, dia itu tukang contek handal," tambahnya dengan nada bercanda yang ceria. Sebelum kembali menatap pertarungan Sasuke, dengan binar kagum di mata birunya yg tak Uzumaki perempuan sadari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruko Uzumaki_ [slow Up]
FanfictionLanjutan/sambungan dari fanfic Naruko Uzumaki. Karena kayaknya udah kebanyakan disana, makanya saya lanjut ceritanya disini. Chapter 108
![Naruko Uzumaki_ [slow Up]](https://img.wattpad.com/cover/354089082-64-k185449.jpg)