174, Berhadapan dengan orang gila, harus gila juga'

362 42 1
                                        

Naruko menghela nafas,  tersenyum syukur,  tingkah Naruto heboh ini menandakan kembaran pirangnya baik-baik,  tidak ada yg salah sedikit pun dengan diri Naruto.

Naruko yg tenang--lempeng,  berbeda dengan Shikamaru yg dibuat terkejut aksi Naruto yg tiba-tiba.

"Uh ya!  Kurang lebih begitu",  kata Nara muda, masih tidak yakin bagaimana memahami situasi tersebut.

Naruto berbalik, mencengkram kerahasiaan baju Shikamaru, " APA? kamu gila?! Kenapa kau tidak membangunkan ku lebih cepat? " Teriaknya sambil mengguncang tubuh Shikamaru malang yg pasrah.
Shikamaru... kau ini selalu jadi bulan-bulanan Uzumaki ya,  gk sama kakaknya gk sama adeknya selalu kau yg kena imbas.

"Huh?  Kau bicara tentang apa,  mendadak seperti ini? " Shikamaru malang tak mengerti. Tidak ada yg tau kalau Naruto berlatih dengan Jiraiya, salah satu senin legendaris Konoha,  hanya Kakashi dan Hokage ketiga serta Naruko. "Aku tidak tau apa yang sudah terjadi padamu".

"Hah,Orang-orang bodoh ini.. " Naruko menghela nafas,  tak ada pilihan lain. Melangkahkan kakinya,mendekati kedua shinobi genin didepannya. Langsung saja Naruko menggunci kepala kembaran laki-laki nya, dengan ekpresi tenang biasa, terimakasih gen-nya Minato, "tenanglah, ruto".

"Ruko-nee, kompetisi nya besok!  Mana petapa genit?!  Dia seharusnya mengawasi latihan ku? ". Baru juga Naruko lepaskan,  Naruto kembali panik. "Huh? Baju-bajuku hilang!",  mencari di bawah bantal dan selimut ranjang rumah sakit yg ditidurinya selama tiga hari.

Naruko menyentuh keningnya prihatin. " Di lemari " Jawabnya pelan disertai helaan nafas. Seperti nya... Saat dalam perut kushina... seluruh yg namanya ketenangan sudah diambil Naruko? Dan yg paling penting.. Apa seorang Uzumaki bisa ubanan?

"Terlelap saja seperti orang yg sedang koma? Kemudian berlarian di luar kendali", Gerutu Shikamaru, frustasi dan kesal. 

"Dengar ruto, kau harus fokus dan tenangkanlah dirimu.  Bukan maksud membebani,  tapi kau hanya punya satu hari ini lagi sebelum ujian besok.  Jangan kau menghabiskan nya dengan panik,  kau akan gagal.  Tenanglah dan bernafas.  Seperti ini..",  ujar Naruko,mengatakannya dengan tenang, lalu memperagakan pernapasan yg diikuti Naruto sampai perlahan si pirang akhirnya mulai tenang.

  Sampai... Suara geraman terdengar dari perut Naruto, pertanda kembarannya lapar. Naruko sweetdrop.

Shikamaru mengambil keranjang yg ia beli,menaruhnya di atas bangsal rumah sakit, " Sepertinya membosankan tapi...aku membeli keranjang buah ini sebagai hadiah kesembuhan untuk Chouji ".  Ujar nara,  " Tapi dokter mengatakan dia tidak boleh memakannya.  Jadi ayo kita makan bersama-sama ".

Naruko dengan santai duduk diatas tempat tidur RS kembarannya, mengambil--mengamankan buah kuning kesukaannya, pisang dipangkuan nya. 

"Oi, bagi-bagi", Tegur Shikamaru yg jelas tak dihiraukan Naruko yg sibuk ngupas kulit pisang dan melahap isinya.

"Jeruk tak ada kah?" Tanya Naruko sambil mengunyah pisang dalam mulut nya.

"Ruko-nee, tolong apelnya" Pinta Naruto, "aku mau". Langsung diambil apel oleh Naruko, dilempar nya ke Naruto yg menangkap dengan sempurna.

Shikamaru menggeleng pelan melihat tingkah kedua Uzumaki ini. "Telan dulu yg dimulut mu baru ngomong",  Kembali Shikamaru menegur.  Menghela nafas, kenapa diri nya dirinya merasa seperti pengasuh saja. "Tidak, buat apa aku membelinya, kau tidak sakit apa-apa".

Naruko, "Cih, bilang saja pelit".

"Kau gk ada cermin dirumah? " Balas Shikamaru yg mendengar jelas Gumamnya Naruko.

Naruto tertawa pelan mendengar dan melihat tingkah kembarannya dan Shikamaru. "Tunggu... Chouji? Apakah dia sakit? ". Naruto yg baik terkejut dan khawatir mendengar perkataan Shikamaru.

Naruko Uzumaki_ [slow Up]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang