Mizan berjalan menyusuri pasir tebal bersama nafda untuk mendatangi kediaman Hajiza yang sudah tak jauh.
Ketika berjalan, tak sengaja ada seekor domba menghampiri keduanya hingga mereka berhenti.
Domba itu terlihat sedang memakan rumput namun Mizan justru terlihat heran karna sangat aneh tiba tiba melihat seekor domba di tengah padang yang luas.
Daerah pinggiran Yordania yang Mizan datangi memang tandus namun tetap ada daerah yang memiliki tanaman hijau namun sangatlah jarang jarang. Tidak seperti Padang rumput pada umumnya.
"Ini sepertinya domba yang di gembala oleh Hajiza."ucap nafda yang sudah lebih dulu tahu.
"Dia seorang penggembala?"decak Mizan tak mengira sebelumnya.
Nafda mengangguk tersenyum.
Lalu tak lama datang sesosok wanita bercadar berlari menghampiri domba itu karna sebelumnya terlepas dari rombongan dombanya yang lain.
"Hajiza."sapa nafda yang terlihat sudah dekat.
Jiza menoleh dan terkejut bahwa ternyata ada orang lain di dekatnya, karna begitu seriusnya dia mengejar si domba.
Terlihat dari garis matanya wanita itu tersenyum membalas.
Namun ketika menoleh kepada Mizan, lantas jiza terdiam segan.
"Kenalkan ini Mizan, dia seorang dokter relawan yang baru saja tiba dari Indonesia."nafda berucap memperkenalkan Mizan.
Sontak Mizan berdecak bingung karna nafda berbicara menggunakan bahasa Indonesia seolah olah jiza mengerti itu.
"Saya Hajiza."ucap jiza yang akhirnya bersuara dan menangkupkan kedua tangannya sedikit menunduk kepada Mizan yang baru saja di perkenalkan kepadanya.
"Kau bisa berbahasa Indonesia?"decak Mizan.
"Bukan hanya bisa, dia juga memilih darah Indonesia ternyata
Sepertinya adzar lupa mengatakan hal itu padamu ya."sahut nafda.
Lalu Mizan dengan cepat memberi balasan kepada jiza dengan tersenyum.
...
Setelah pertemuan itu akhirnya Mizan dan nafda berkunjung ke kediaman jiza yang tempat tinggalnya terlihat sangat sederhana, hanya terbuat dari kayu beratapkan ilalang dan beralaskan pasir padat.
Keduanya duduk di ruang tamu yang sealakadarnya sedangkan jiza baru saja tiba mengantarkan hidangan berupa dua gelas berisi air mineral.
Kondisinya yang teramat pas pasan membuat nya hanya bisa menyajikan itu.
"Maaf kalau hidangan nya kurang berkenan, hanya ini yang bisa saya berikan ke kalian."ucap jiza dengan pelafalan bahasa Indonesia nya yang terdengar belum begitu fasih.
"Terimakasih ini sudah sangat cukup."balas cepat Mizan yang langsung meneguk segelas air yang di hidangkan untuknya.
"Ada apa kalian datang kesini?"tanya jiza.
"Karna saya dokter, kedatangan saya kesini di antar oleh nafda untuk memeriksa keadaanmu sekalipun kau tidak merasa ada keluhan apapun,tetap,di periksa itu jauh lebih baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Musafir Rindu[On Going]
ActionMizan, seorang dokter ahli bedah. Dirinya yang memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan bersama keluarganya membuat dia menaruh simpati yang cukup besar pada permasalahan anak di dunia, baik itu dari pendidikan, kesehatan, maupun keamanan dan ke...
![Musafir Rindu[On Going]](https://img.wattpad.com/cover/370520168-64-k745755.jpg)