10. Sebuah kejutan

3.5K 103 10
                                        

"bunda, malah ya sama Liko?" Ucap Riko menatap tatapan bundanya dingin, ia tidak tahu kesalahannya dimana.

"Bunda" panggil Riko lagi, namun di acuhkan. Bunda pun meninggalkan Riko di kamarnya sendiri membuat Riko sakit hati.

"Hiks bunda, Liko salah apa" ucap Riko menatap punggung bundanya hilang di balik tembok, Riko pun menghisap ingus nya.

"Eummmm, Liko main sendili aja" ucapnya keluar dari kamarnya dengan mobil mainannya. Sepanjang lorong hanya ada keheningan, tidak ada bodyguard berjaga, dan maid yang bertugas.

"Kok sepi, meleka di mana?" Riko pun yang penasaran menuju ruang bawah, di sana juga sama hanya ada keheningan.

"Kalian kemana!!" Panggil Riko berharap ada yang menjawabnya, namun nihil, bahkan Riko juga tidak melihat bunda di bawah.

Hingga suara pecahan jendela terdengar membuat Riko semakin takut.

"Hei bocah ikut kami, keluarga lo udah kami bunuh" ucap seorang pemuda yang berpakaian hitam, Riko melajukan mobilnya untuk kabur dari orang tersebut.

"Hei bocah jangan lari" pemuda itu mengejar Riko sekitar taman rumah, hingga kesialan datang kepada Riko.

"Uhh kok pakai sangkut segala" kesal nya menatap ban mobil yang masuk lubang, pemuda itu tersenyum kemenangan.

"Hahahaha kelinci kecil, mau lari kemana?" Pemuda itu mendekati Riko namun dirinya di lempari segenggam tanah yang mengenai matanya.

"Arrrrhhhh sialan kau kelinci kecil " teriaknya perih, Riko yang melihat kesempatan kabur mulai merangkak menuju halaman belakang rumah.

"Hiks hiks, kalian mana, Liko takut" tangisnya sambil merangkak, ia merasa takut, ia sendiri di temani pemuda yang ia tidak kenal.

"Hiks hiks " hingga Riko sampai di halaman belakang, Riko segera menuju gudang untuk sembunyi sementara agar seseorang menyematkannya.

"Hahahaha kelinci kecil mau main petak umpet ya?" Ucap pemuda itu saat tidak melihat Riko di halaman belakang, ia mulai mencari sambil membanting benda sekitarnya.

"Kau tidak akan lolos kelinci kecil" teriaknya di sertai pecahan pot bunga. Hingga persembunyian Riko di temukan.

"Gotca, akhirnya kau dapat juga" ucap pemuda itu langsung menarik Riko dan mengendong nya. Riko memberontak di gendongan pemuda itu.

"Hahahaha, kau tidak akan lepas dari ku" pemuda itu membawa Riko menuju mobilnya membuat Riko semakin panik.

"Huwaaaa bunda tolongin Liko" teriaknya bermohon, namun hanya mereka saja di sana.

"Cobalah, tidak akan ada mendengar mu" pemuda itu menghidupkan mobilnya dan membawa Riko. Riko menatap halaman rumahnya yang semakin menjauh.

'apa meleka gak peduli lagi sama Liko?'

Riko pasrah dirinya di bawa, di sertai air mata membasahi pipinya, ia di buang, ia tidak diinginkan lagi, ia takut, ia kecewa, tuhan tolong aku.

Malam pun tiba, mereka bahkan tidak berhenti sejak berangkat, bahkan mata Riko menampilkan mata kepasrahan dan keinginan untuk mati.

"Hei kelinci kecil, tersenyum lah" ucap pemuda itu yang tidak nyaman dengan keterdiaman Riko. Riko menoleh pemuda itu sebentar lalu menatap kembali kaca mobil.

Hingga mereka sampai di sebuah hutan, pengemudi itu turun dan mengendong Riko menuju ke dalam hutan yang gelap.

"Apa Liko sudah di buang?" Ucap Riko yang pasrah.

"Siapa bilang?" Tanya pemuda itu yang tidak senang dengan ucapan Riko.

"Meleka kan gak selamatkan Liko, jadinya meleka sudah membuang Liko" ucap Riko, pemuda itupun mengelusnya.

"Siapa bilang baby di buang?" Suara itu, suara bunda. Riko pun menoleh dan terlihatlah di sana bunda dan keluarganya berkumpul, bahkan temannya juga ada.

"Eh kok?" Riko merasa bingung dengan semua ini, bunda terkekeh melihat wajah kebingungan bayi kecilnya.

"Baby lupa? Hari ini ulang tahun baby, BABY HAPPY BIRTHDAY SAYANG" Bunda mengambil Riko dan memeluknya.

"Jadi hali ini ulang tahunku?" Tanya Riko memastikan, bunda mengiyakan perkataan Riko.

"Lalu dia siapa?" Tunjuk Riko pada pemuda yang menculiknya. Pemuda itupun melepaskan topengnya dengan mata merah akibat lemparan tanah.

"Ini gw, abang Lo, jahat banget jadi adik" ucap Haris, Vina pun datang memberi obat mata untuk Haris.

"Selamat ulang tahun Riko" ucap Vina dan mengelus kepala Riko.

"Karena bintang utamanya sudah sampai, ayo mulai pestanya" teriak bunda. Pesta di mulai dengan alunan musik, beberapa orang ada yang menari, ada yang menikmati hidangan, ada yang mengobrol baik itu bisnis maupun gosip.

Riko menatap pemandangan ini haru, ia tidak tahu sekarang ulang tahun nya, bahkan dengan cara mengejutkan.

"Makasih bunda" Riko memeluk bunda. Bunda memeluk Riko dan menciuminya.

"Maaf ya cuekin baby, bunda sengaja seperti itu biar jadi kejutan"

Hingga pesta berakhir dengan adegan Haris melamar Vina.

"Vina, kau sungguh indah seperti cahaya bulan, kau bersinar seperti bintang, maukah kau menjadi istriku?" Ucap Haris menyerahkan sebuah cincin. Vina menatap Haris haru, ia mengangguk dan mereka cincin itu.

"Yeyy Liko punya keponakan!!"



End

Bagiamana? Author mau end cerita ini aja hehehe

Maaf kalo penulisannya buruk, author kan baru belajar.

Semoga kalian suka endingnya 🙏🏻

Sekian terima kue, terima kasih sudah membaca cerita ku sampe saat ini💋

Author sayang kalian.

By: KueMowchi_

Become Baby Again?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang