Waktu kepulangan Ardhan yang ditunggu Adele pun sudah tiba, Adele dengan semangat bersiap diri, berdandan, memakai baju yang paling indah untuk bertemu suaminya setelah tidak bertemu hampir 2 Minggu. Walau hanya 2 Minggu tapi bagi Ardhan dan Adele itu waktu yang cukup lama, karna mereka tidak bisa saling bertemu dan berbicara secara langsung.
Selama Ardhan di New York, Ardhan tak pernah tidak mengabari Adele. Setiap selesai meeting atau saat Ardhan memiliki waktu kosong pasti ia akan menelfon istrinya, menanyai bagaimana hari hari Adele, apakah semuanya baik baik saja.
“mamii!” panggil Adele dengan ceria
“hei sayang, uwaduh cantik sekali anak mamii mau ketemu pacarnya nih”
“hahaha bukan mami, tapi suami akuu” Adele membalas dengan muka malu malu
“yuk berangkat jemput Ardhan”
Kali ini yang datang menjemput Ardhan di bandara itu mami, ayah, dan Adele sedangkan Al tidak bisa karna ia harus mengikuti praktek di kampusnya.
Sampai di bandara, Adele menunggu di gate kedatangan internasional. Adele sungguh excited akan bertemu suaminya.
20 menit kemudian terlihat sosok laki laki berbadan tinggi yang menggunakan baju t-shirt polo berwarna cream dan celana panjang berwarna putih, dan juga menggunakan kacamata yang menambah kharismatik seorang Ardhan.
“masss!” teriak Adele dan langsung berlari menuju ardhan
Ardhan yang melihat princess nya berlari pun langsung membuka tangannya dan siap menerima pelukan hangat.
“sayang apa kabar? sehat kan?” tanya Ardhan berbisik di telinga Adele saat berada di pelukannya
“sehatt, mas sehat kan?”
“off course babe! oh ya mas bawa oleh oleh banyak banget buat kamu” ucap Ardhan dan menoel hidung Adele
Mami dan ayah yang melihat anaknya bermesraan hanya bisa tersenyum, dan berkata
“dulu mami juga gitu yah waktu jemput ayah di bandara”
“iyaa bener, ayah kayak liat diri ayah di ardhan dan diri mami di Adele. Persis banget”
Adele, Ardhan, Mami dan Ayah langsung menuju rumah mereka, karna ardhan juga harus beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang.
~~~
“sayang, mau kemana? sini aja” Ardhan menarik lengan Adele dan membuat Adele jatuh ke pelukannya
“mas tu kangen sama kamu sayang, jangan tinggalin dong. kamu ngga kangen sama mas?”
“kangen lah, kangen banget!”
“yaudah, jangan kemana mana disini aja ya. temenin mas bobo”
“tapi mas, mami ada dibawah aku mau bantu bantu mami”
“sstt mami udah banyak yang bantu. sekarang kamu harus sama mas, kangen nih”
“yaudah iya ayo bobo, sini aku peluk”
Keesokan harinya, Ardhan langsung mengajak Adele untuk pergi. Ardhan ingin memberikan waktu yang banyak untuk istrinya setelah ia tinggal beberapa pekan untuk mengurusi pekerjaan.
“mas ngga cape kok ngajak aku pergi jalan?”
“no, mas ngga pernah cape kalo pergi nya sama kamu”
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak to be Mas
Teen Fiction"saya suka kamu adele, i love you so much" Bagaikan mimpi untuk Adele saat bos nya menyatakan rasa padanya, apa yang harus Adele lakukan? Bisakah menjadi satu? Perjalanan antara Adele & Ardan, bos - sekretaris untuk benar benar menjadi pasangan yang...
