Setelah resign bekerja dari perusahaan Ardhan, keseharian Adele adalah fokus menjadi Ibu rumah tangga, mengurus Ardhan mulai dari membuat sarapan, membantu menyiapkan pakaian untuk kerja, memasak makan siang, mengantar bekal makan siang dan lain lain seperti ibu ibu rumah tangga lainnya.
Tengah malam, pukul 01,00 dini hari Adele merasa tidur tidak nyaman, hidungnya tersumbat, suhu badannya terasa panas, tenggorokan yang gatal benar benar tidak nyaman untuk tidur. Ia bergerak gusar dalam tidurnya, hadap kanan hidung kanannya yang tersumbat, hadap kiri gantian hidung kiri yang tersumbat.
Adele memutuskan untuk bangun, duduk terdiam dan melihat suaminya yang tengah tidur terlelap, Adele melihat betapa lelahnya Ardhan setelah seharian bekerja sehingga ia tak berniat untuk menggangu, Adele lalu bangkit dari kasur dan menuju kotak p3k karna ia ingin meminum obat flu. Setelah meminum obat, Adele melanjutkan tidurnya dan berharap semoga pagi hari sudah lebih enak
"sayang, morning" Ucap Ardhan sambil mengelus ngelus lengan Adele yang tertutup selimut
"eumm" Adele memoletkan badan tetapi tetap dengan mata terpejam
"sayang tumben belum bangun, capek ya?"
"eumm bentar ya mas aku bobo 5 menit lagi ya?"
"iya sayang lanjut bobo aja ya, mas mandi dulu" ucap Ardhan lalu mencium lengan Adele dan bergegas ke kamar mandi
Sampai Ardhan selesai mandi pun Ardhan masih melihat Adele bersembunyi di balik selimut, tidak biasanya gumam Ardhan
"sayang, kamu ngga papa?" Ardhan mencoba membalikkan badan Adele yang sedang tidur miring
Bagaikan tersambar petir, Ardhan sangat terkejut melihat kondisi Adele yang ia lihat sekarang matanya berair, merah, hidungnya merah, seluruh wajah Adele menjadi merah, kenapa ini tuhan, kenapa istrinya menjadi seperti ini, ini bukan Adele yang biasanya
"hey! sayang! kamu kenapa? kenapa merah semua wajah kamu, sayang astaga kamu demam!" Ucap Ardhan dengan nada khawatir
"dingin.." hanya kata itu yang di ucapkan Adele
"iya sayang iya dingin ya, bentar ya sayang mas ambil kotak obat dulu"
Ketika ingin mengambil kotak p3k, Ardhan terkejut dengan kondisi kotak obat itu, berantakan. Banyak obat berserakan, dan ada bekas obat yang habis dikonsumsi
"sayang kamu minum obat sendiri.. kapan sayang... kenapa ngga bangunin mas" Monolog Ardhan, ia kesal dengan dirinya sendiri mengapa bisa bisanya ia tak peka dengan kondisi istrinya
"sayang bangun dulu ya? minum obat dulu ya sayang"
"pusing mas"
"iyaa maaf ya sayang, mas mohon sebentar aja ya bangun habis itu tidur lagi ya?" Adele mengangguk sebagai jawaban
Ardhan dengan hati hati membantu Adele untuk meminum obatnya, Ardhan sangat khawatir melihat kondisi Adele yang seperti ini, sungguh hatinya sakit dan hancur melihat ini, Ardhan tak ingin istrinya merasakan sakit ini, Ardhan ingin menukar rasa sakit ini ada di dirinya saja jangan pada Adele
"sayang ke rumah sakit ya periksa?"
Adele menggelengkan kepala sebagai arti menolak
"kenapa sayang? kamu demamnya tinggi banget, mas takut kamu kenapa napa"
"ngga papa mas, nanti aku juga sembuh"
"mas panggil dokter buat ke rumah"
"ngga usah mas"
"mas ngga terima penolakan"
Adele tak punya daya untuk berdebat dengan Ardhan, kepala nya pusing dan ingin tidur saja rasanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak to be Mas
Teen Fiction"saya suka kamu adele, i love you so much" Bagaikan mimpi untuk Adele saat bos nya menyatakan rasa padanya, apa yang harus Adele lakukan? Bisakah menjadi satu? Perjalanan antara Adele & Ardan, bos - sekretaris untuk benar benar menjadi pasangan yang...
