5. Mawar vs tante

611 107 3
                                        

Sebenernya ini jaket udah dari lima hari yang lalu bersih, udah selesai Mawar setrika juga.

Tinggal nunggu Mawar siapnya kapan buat ketemu Elang. Cowok itu setiap hari chat, nanya kabar, nanya udah makan belum, sama nanya kapan siap di datengin ke rumah.

Mawar nih aneh sebenarnya. Giliran gak ada yang ngajak nikah galau, giliran dateng yang ngajak serius, takut.

Perempuan itu juga belum bilang sama ibunya perihal dia yang ketemu Elang di pantai. Takut ibunya shock, apalagi tau kronologi Elang nyelamatin Mawar.

"Astagaaa, perawan tua gini ya kelakuannya di rumah..."

Mawar lagi rebahan di sofa pagi itu, ketika pintu rumahnya di buka ibu dan orang yang di belakang ibu langsung nyerocos tanpa tau apapun.

Langsung aja Mawar bangkit dan salim, gini-gini dia masih punya etika.

"Ngga lah Tante, aku baru aja abis bersih-bersih rumah. Cape, makanya rebahan." Ujar Mawar, ibunya cuma ngangguk.

"Heh. Nikah-nikaaah!!."

Kenalin. Tante Yuli ini adalah adik dari almarhum ayah, main ke rumah cuma mau ngata-ngatain Mawar doang.

Sumpah. Gedek.

"Cariin jodoh lah Yul..."

Mawar melotot waktu ibunya bilang gitu sambil nyuguhin air dingin ke Tante Yuli.

"Ngga-ngga! Ibu apaan deh, ngga liat itu Tante Yuli janda dua kali."

Plak!.

Dapet geplakan dari Tante Yuli, selaku orang yang di roasting.

"Shibal. Denger ya, walaupun janda dua kali. Tante tuh selalu dapet suami handsome dan kaya raya." Katanya, sambil bermimik sombong.

Mawar ngedelik. "Buat apalah handsome dan kaya raya kalo etika nol dan kdrt. Upss."

"Ya, daripada kamu perawan tua."

Kayaknya karena Yuli kena skakmat dan bingung mau bales apa, jadilah dia ngata-ngatain Mawar lagi dengan jurus andalan 'perawan tua'.

"Astagaaa muluuttt, Mawar bentar lagi juga nikaah ya!." Kata Mawar, walaupun Yuli ini tantenya. Tapi Mawar sama Yuli itu udah kayak adek-kakak.

Mereka berantem, saling ulti, tapi sayang juga.

"Haluuu."

Mawar kembali ngedelik.

"Mandi masih sehari sekali mah di jahuin sama cowok!." Katanya lagi.

Tantenya tau aja kalo Mawar mandinya sehari sekali.

"Heh shibal--

-- yang sopan sama Tante." Potong ibu

Mawar mendengus. "Tante gak tau ya, aku udah ada yang deketin. Ganteng orangnya!." Kata Mawar, tiba-tiba inget sama Elang.

"Haluuuu." Lagi-lagi Yuli bilang gitu.

"Serius. Aku ketemu sama dia di pantai, dia mau seriusin aku. Tante liat aja, bentar lagi aku di lamar!." Katanya dengan menggebu.

"Yang bener?." Sekarang ibu natap Mawar sangsi.

Mawar ngulum bibir, kemudian ngangguk. "Ibu mau orangnya kesini gak?."

"Ya udah suruh sini, mumpung ada tantee!." Serobot Yuli, padahal Mawar nanyanya ke ibu.

"Kamu kenal dimana? Siapa namanya?." Ibu malah nanya.

"Namanya Elang. Mawar ketemu di pantai."

"Burung kali itu mah!." Kata Yuli, setelah itu ketawa besar.

"IHHH ngggaaa!!."

"Halu kamu." Sekarang ibunya ikutan sambil terkekeh.

"Ya ampuuun perawan tua kasian amat..." Kata Yuli.

Mawar ngedengus. Terus buka hpnya dan gak tau dapet keberanian darimana dia langsung telfon Elang.

"Heh siapa yang kamu telpon? Lisa?." Tanya Yuli.

Mawar gak jawab, diem sambil berharap Elang angkat teleponnya.

"Halo?."

Gotcha!

Mawar gigit bibir, loud speaker hpnya dan dia taruh di meja. Biar Tante sama ibunya denger.

"Mawar, kenapa?."

"Elang. Maaf ya ganggu."

"Gak papa."

Suaranya ngalun lembut banget. Yuli sampe mengaga.

"Kamu kenapa telpon? Ada apa?."

"Kamu ada waktu gak? Jaketnya udah siap nih."

"Akhirnya... tapi sekarang saya masih kerja, paling nanti sore. Gimana?."

Elang kedengeran excited banget dari sana. Sementara Mawar yang denger itu cuma bisa cengengesan, akhirnya. Katanya tadi.

"Iya boleh."

"Oke sampai ketemu nanti, jangan lupa shareloc ya..."

"Iya. Semangat ya kerjanya, hehe."

"Siapp! Terimakasih yaaa."

Selesai. Mawar tutup telponnya dan tersenyum jumawa.

"Mawar kamu beneran?." Ibunya langsung bertanya sambil ngedeket ke Mawar.

Mawar ngangguk yakin. "Bener dong ibu, masa boong. Yang tadi Mawar telpon Ai gitu? Bukan lah..." Katanya

"Sejak kapan kenal?." Tanya ibu lagi.

"Udah semingguan..." Kata Mawar.

"Kenapa gak cerita sama ibu?."

"Belum ibu... Mawar mau cerita, tapi ngerasa belum waktunya. Ini aja karena diledekin Tante terus." Katanya sambil mencibir ke Yuli.

"Coba Tante mau liat fotonya, ganteng ngga."

"Tante udah denger kan suaranya seganteng apa tadi?." Kata Mawar. Sebel, karena dia gak ada foto Elang. Pun Elang gak pake profil.

"Belum tentu kan wajahnya ganteng." Ujar Yuli, mukanya pengen Mawar cakar aja tau gak?!

"Astaga Tante... Buat aku sekarang ya, ganteng itu nomor sekian. Yang penting itu attitude, gantle dan gak KDRT." Kata Mawar, menekankan kata terakhirnya.

"Ya udah. Tante mau disini sampe dia datang."

"Ya emang itu tujuan aku kok." Balas Mawar, terus bangkit buat pergi ke kamarnya.

"Heh mandi ya perawan tua!."

"Gak dengeeerrrr!."

Ibu? Cuma bisa hela napas aja.




.
.




Mau liat chattingan Elang yang neror Mawar hampir tiap hari, silahkan mampir ke Ig ku ya ; trangtangtang28

nikah randomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang