Zaman sekarang orang-orang pada aneh. Masa Mawar tiba-tiba diajak nikah sama stranger yang dia temui di pantai tempat dia nge galau sore itu.
Mana cowoknya ganteng lagi, kan jadi gak bisa nolak.
Elang nahan gemas waktu liat perempuan yang duduk di depannya makan dengan lahap, bahkan tanpa meduliin dia.
Seumur dia date sama cewek, gak ada yang anggurin dia kayak gini. Bahkan kadang mereka makan dengan jaim. Tapi gak tau kenapa kayaknya cewek yang dia temuin di pantai sore itu beda. Beneran gak ada jaim-jaim nya.
"Pelan-pelan aja Mawar, saya gak akan minta." Katanya, waktu perempuan itu nyuapin sushi lagi ke mulutnya padahal mulutnya masih penuh.
Mawar berdehem sambil nutupin mulutnya dan senyum malu.
Elang terkekeh ngeliatnya, dengan instingnya sebagai cowok dia reflek aja gitu ambil tisu dan lap bagian pinggir bibir Mawar yang ada wasabi nya.
Sontak itu ngebuat Mawar nge freeze bahkan dia berenti ngunyah. Sambil dag-dig-dug, Mawar ambil alih tisu itu di tangan Elang dan dia lap sendiri bibirnya.
"M-makasih..." Katanya pelan, sambil nunduk.
Elang cuman senyum.
Pas di jalan tadi Elang ngajak Mawar ke restoran jepang, dan untungnya Mawar setuju aja.
Jadilah mereka disini, mesen beberapa sushi.
"Boleh saya tau lebih banyak tentang kamu?." Elang bertanya, waktu mereka udah selesai makan.
Sebenernya Elang udah lama selesai, cuman lagi nunggu Mawar dan dia gak mau ganggu dengan pertanyaan maupun obrolan lainnya. Jadi dia tunggu dan baru ditanyakan sekarang.
Mawar yang lagi bersihin area bibirnya dengan tisu berdehem. Dia tiba-tiba duduk tegak dan natap mata Elang yang dari tadi juga menatapnya.
"Mau darimana dulu?."
Elang nahan senyum, kenapa polos banget muka perempuan di depannya ini. "Terserah kamu."
Mawar ngangguk. Dia sadar karena cuman dia yang udah tau Elang, walaupun lewat CV. Dan ini emang waktu yang bagus buat barter ceritain tentang dia ke Elang.
"Saya anak kedua, dari dua bersaudara. Kakak saya laki-laki, udah nikah." Katanya memulai cerita.
"Tentang ayah, pasti kamu bingung pas kerumah saya tadi."
Elang ngulum bibir. "Jangan ceritain, kalau itu ngebuat kamu sedih."
Sambil senyum Mawar ngegeleng. "Dari saya umur 12 tahun, ayah udah ninggalin kami. Kena serangan jantung, ya... Jadi saya tinggal berdua sama ibu. Soalnya kakak saya udah punya rumah sendiri. Soal Tante yang tadi, itu adiknya ayah. Tante tinggal gak jauh dari rumah kami, jadi ya... Sering main."
Elang ngangguk-ngangguk, masih natap Mawar lekat. Yang di tatap salah tingkah.
"Kalau tanggal lahir kamu? Hobi dan kesukaan?."
"Saya sekarang umur 28 tahun. Saya kuliah, waktu itu jurusan seni musik. Ya, kamu bisa tebak hobi saya dari jurusan yang saya ambil. Kalau kesukaan? Saya suka makan. Suka cowok ganteng, suka cowok tinggi, cowok mapan, cowok seksi, cowok gantle, kulitnya putih, senyumnya manis, semua love language di borong. Itu aja sih gak muluk-muluk."
Elang ketawa. "Kamu lagi deskripsiin saya kan?."
"Kepedean deh."
Elang manggut-manggut aja, sementara Mawar cuma bisa ngulum bibir sambil nahan tawanya.
"Kalau saya boleh tau, kamu kerjanya apa?." Tanya Elang lagi.
Mawar minum dulu sebelum menjawab. "Freelance aja sih, kadang saya jadi guru les privat bahasa inggris juga."
Bibir Elang membulat denger itu. Keliatan takjub.
Mawar yang liat itu jadi senyum malu. "Ngga usah gitu. Saya biasa aja. Justru karena jarang keluar rumah, saya sering dikira pengangguran."
"Sepertinya apapun yang kamu lakukan akan jadi perbincangan ya? Mereka sangat peduli."
Mawar muter bola mata sambil hela napas. "Iya saking pedulinya sampe saya kena tekanan batin. Lihat aja nanti, waktu saya nikah sama kamu. Pasti banyak yang ngira saya pelet kamu."
Elang terkekeh sama ucapan Mawar. Dia pikir Mawar lucu.
"Kalau saya ajak ke rumah buat ketemu keluarga saya, kamu mau kan?."
"Uhuk! Uhuuk!."
Elang dengan sigap ngasih Mawar air, gak tau Mawar kaget aja gitu sampe keselek ludah sendiri.
Airnya dia teguk, setelah itu natap Elang sambil nyengir.
"Euhmm... Saya mau aja sih, tapi gak tau ya kapan. Soalnya kadang weekend juga saya kerja." Katanya.
Elang manggut-manggut. "Kalau gitu, kabarin aja ya kapan kamu free-nya."
"Okeei..." Jawabnya sambil nunduk. Aslinya udah over thinking, takut segala macam di pikirin.
"Kalau bisa sih jangan lama-lama, soalnya saya gak mau tunda-tunda lagi." Kata Elang, sambil natap Mawar penuh harap.
Mawar yang di tatap jadi gugup. Ngerasa bersalah juga karena udah gantungin Elang beberapa hari kemarin.
Masa kali ini mau di gantungin lagi ya? . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.