Di pantai ini, tempat pertemuan pertamanya dengan Elang. Tempat dimana Mawar galau karena ngerasa gak pantes dimiliki siapapun, tempat legend Mawar ketika dia banyak masalah, tempat Mawar bisa teriak sepuasnya. Dan sekarang jadi tempat bersejarah lagi buatnya.
Karena di pantai Sawarna ini, Mawar dan Elang kembali bertemu sambil mengucapkan janji suci.
Lima menit yang lalu adalah moment yang ditunggu-tunggu. Katanya langit pun tersenyum, dan Tuhan memberkati. Bahkan deburan ombak ikut mendoakan.
Mawar dan Elang disana, berdua sambil tersenyum bahagia.
Mungkin selama Mawar kenal Elang, laki-laki itu belum pernah bilang i love you, atau aku cinta kamu, dan sejenisnya. Tapi Mawar tau, dengan Elang yakin Mawar bisa dampingi hidupnya, dan mau bersumpah janji. Itu udah ngebuktiin kalau Elang serius cinta.
Tapi nanti deh, Mawar pengen langsung denger pengakuan cinta Elang secara ucapan. Walaupun secara tindakan sering Elang lakuin.
"Jangan ngelamun." Tegur Elang pelan.
Mawar yang lagi natap deburan ombak tenang itu tersentak. Mendongak natap pangeran gantengnya hari itu.
"Maaf..." Katanya sambil nyengir.
Mawar mengerjap, natap sekelilingnya. Ternyata udah banyak kamera yang stand by, kamera hp dari banyak orang, juga dari fotografer di depannya.
"Kenapa?." Tanya Mawar bingung.
"Di suruh cium." Jawab Elang sambil nyengir.
"Boleh gak?." Tanya Elang pelan.
Mawar langsung pukul dada Elang pelan. "Ngapain harus ditanyain." Katanya, sambil malu-malu.
Elang sambil nahan senyum mulai nunduk, wajahnya ngedeket ke Mawar sambil matanya yang dia pejam.
Sementara Mawar tahan napas, dan sedetik setelah dia tutup mata. Ada benda kenyal yang mendarat di bibirnya.
Mawar kira itu cuman sebuah kecupan. Tapi ternyata Elang gak kunjung juga menjauh dan malah ngulum bibirnya.
Mawar denger sorakan ramai dari semua orang walaupun telinganya panas gak karuan. Jantungnya deg-degan banget gak boong!
Setelahnya Elang berhenti, cukup segini aja buat kameramen dan orang-orang. Jangan banyak-banyak soalnya itu punya Elang.
"Bungaaa gueee!!."
Ya. Siapa lagi kalo bukan Lisa.
Dia datang setelah MC ngizinin buat sesi memberikan doa dan restu.
"Pengaaapp egee!." Kata Mawar, berusaha lepas dari pelukan Lisa yang erat.
Perempuan berponi itu malah nangis, tapi matanya natap Elang galak. "Awas lo nyakitin dia!" Ancamnya
Elang ngasih jempol. "Amaan!." Jawabnya.
"Bahagia terus yaa bungakuu sayangkuu... Jangan lupa bikin anak yang banyak, yang lucu-lucuuuu! Gue gak sabaarr liat bibit-bibit unggul lahirr dari loo!!." Katanya menggebu.
"Elang tolong ya, kalo gak masuk jangan maksain dulu. Mawar masih peraw-- aww iya ampuun!!." Belum di lanjut tapi pinggangnya udah kena cubit duluan.
Sementara Elang cuman terkekeh liatnya.
"Selamat ya mbak! Padahal aku duluan loh yang tunangan." Kata Rena, sehabis Lisa pergi.
"Ya itu artinya kamu gak usah langkahin aku kan Ren?." Jawab Mawar sambil senyum.
"Tapi bukan karena mbak hamil duluan kan?." Rena tersenyum remeh.
Sementara Mawar denger itu speechless. Tolonglah, kalau Mawar punya waktu buat ceritain detail kedekatan dia sama Elang. Dia cuman mau bilang, DIA DI CIUM AJA BARU TADI ANJIR! huftt oke Mawar sabar. Hari ini siapapun yang mau jatuhin mood Mawar, gak akan di gubris!
KAMU SEDANG MEMBACA
nikah random
FanfictionZaman sekarang orang-orang pada aneh. Masa Mawar tiba-tiba diajak nikah sama stranger yang dia temui di pantai tempat dia nge galau sore itu. Mana cowoknya ganteng lagi, kan jadi gak bisa nolak.
