19. sampai Padang

177 49 22
                                        

Mawar menggeliat, badannya pegel-pegel semua gara-gara duduk dua jam kurang di kursi pesawat.

Siang itu mereka sampai jam 11.45 WIB. Setelah nyampe di rumah yang disewakan kantor buat Elang. Mawar langsung tidur.

Sekarang jam 2 siang, artinya dia tidur 2 jam 15 menit. Waw. Lumayan lama buat tidur siang doang.

"Udah bangun?." Elang masuk ke kamar, mendekat ke istrinya.

Sambil ngucek matanya, Mawar ngangguk.

"Makan dulu yuk, aku udah beli nasi Padang."

"Ih mentang-mentang lagi di Padang." Balas Mawar yang buat Elang jadi ketawa.

Mawar dibantu Elang buat bangkit dari kasur, laki-laki itu bawa istrinya ke meja makan. Hidangkan nasi dan lauk yang udah dibelinya.

"Masih pusing?." Tanya Elang, melihat Mawar yang cemberut terus sambil melamun.

Mawar ngangguk, dia jadi gak nafsu makan. Tapi perutnya gak enak, rasanya mual.

Makanya dia lari ke kamar mandi, yang diikuti Elang dibelakang. Laki-laki itu bahkan ikut kedalam kamar mandi, mengurut belakang leher Mawar yang lagi ngeluarin isi perutnya.

"Ehh sayang, ini asam lambung atau kamu hamil?." Tanya Elang, heran karena tidak ada yang Mawar keluarkan.

Mawar terbatuk mendengar itu, setelahnya memukul lengan Elang pelan. "Ih gak mungkin hamil. Ini tuh kecapean mas!."

Dia bukan jet lag juga, sebab perjalanan ngga melewati zona waktu yang lama. Sebelum berangkat ke Padang, Mawar memang tiba-tiba gak enak badan. Di khawatirin satu keluarga dan hampir ngga dibolehin buat ikut Elang.

"Kalo gitu jangan makan yang ada santennya ya? Ayam goreng aja." Kata Elang sambil tuntun Mawar ke meja makan lagi.

Mawar ngangguk aja, manut sama suami. Karena memang sepertinya maag nya kambuh juga.

Pada akhirnya Mawar berhasil makan, walaupun sambil bertarung dengan kerongkangkannya yang terus mendorong ingin keluar.

"Habis ini tidur lagi juga gapapa." Kata Elang, wajahnya penuh khawatir. Lalu laki-laki itu sodorin air minum ke Mawar.

"Iyaa, emang rencananya mau tidur terus hari ini. Kamu ridho?." Kata Mawar, nyengir.

Elang terkekeh, mengusak rambut istrinya sambil berdiri membawa piring kotor Mawar tadi. "Ridhoo, sayaaang..."

Ketika kembali dari wastafel dan beres cuci piring, Elang lihat Mawar masih anteng duduk di kursi makan. "Katanya mau tidur?."

Mawar mengulum bibir, "Kamu ngga ikut?."

"Mau sih, tapi aku mau beresin kerjaan dulu sebentar." Jawab Elang, yang kemudian membuat Mawar cemberut.

"Jangan prengat-prengut dong sayang, nanti aku nyusul ya?." Kata Elang, mengecup kening Mawar singkat.

Alamak, drama tidur siang.

Pada akhirnya dengan langkah berat Mawar kembali ke kamar, sebetulnya dia gak enak gitu sama suaminya. Dari sampe tadi laki-laki itu belum istirahat, bolak-balik beresin barang mereka, bolak-balik ke apotik juga, beli makan, terus sekarang bukannya tidur siang Elang malah mau urusin kerjaan.

Masa Mawar enak-enakan gini. Tapi badannya juga gak enak sih, dia juga udah terlanjur tidur dikasur gini yang walaupun matanya gak mau terpejam.

Perempuan itu terus memandang langit-langit kamar sambil menekan perutnya yang sakit. Sampai beberapa menit setelahnya suara pintu kamar dibuka, disusul suara langkah kaki dan setelahnya seseorang menelusup masuk kedalam selimut tebal.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 17 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

nikah randomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang