Waktu Mawar ngerengek ke ibu di rumah tadi, ibu bilang "Kamu kesana bukan cuman buat ngenalin diri kamu ke mereka. Tapi juga jadi momen buat kamu liat sifat Elang, gimana dia dididik sama keluarganya. Kalo kamu mau liat Elang beneran tulus, beneran baik. Kamu lihat keluarganya."
Dan itu bener.
Sekarang Mawar semakin yakin sama Elang setelah ketemu sama keluarganya yang baiiiikkknyaaa baik banget.
Sedari sepuluh menit yang lalu, Mawar datang dan disambut begitu hangat. Semua orang keliatan seneng waktu Mawar dateng, bahkan Elang diasingkan.
"Yang ulang tahun lagi diajak istrinya keluar, kita disini siapin surprise!." Kata ibu Elang, namanya Hanin. Bu Hanin.
Mawar manggut-manggut aja, sekarang dia tau darimana asal wajah ganteng Elang. Bu Hanin beneran definisi awet muda.
"Elang, suruh mbak Devi cepet." Kata ibu
Elang yang duduk disebrang langsung telfon seseorang.
Sementara yang lain mulai sibuk siap-siap, dan Mawar sendiri malah diam.
"Devi?." Katanya pelan. Langsung keinget sama nama seseorang.
"Mawar?." Elang panggil, nyadarin dirinya yang lagi tiba-tiba deg-degan parah. Tapi bukan karena di deket Elang, ini beda.
"Kenapa?." Tanya Elang.
"Gak papa." Mawar jawab sambil nyengir.
"Ayoo nak..." Ibu ajak, genggam lengan Mawar buat ikut mereka kedepan pintu.
Ibu bertugas bawa kue, makanya ketika dia ajak Mawar tapi keluarga yang lain narik ibu buat dibarisan paling depan. Mawar ditarik keluarga yang lain, kalo gak salah inget namanya Nala. Kakak iparnya Elang yang pertama.
Mawar jadi di pinggir, sementara Elang di sebrangnya sambil bawa confetti popper yang siap dia ledakin.
Saat itu, sebenernya Mawar udah gak denger apa-apa lagi. Dia deg-degan parah sambil mencoba buat tenang.
Tapi gak bisa. Karena waktu Mawar liat ke dinding rumah yang terpajang, ada foto pernikahan dan yang menjadi mempelai wanita adalah perempuan yang Mawar kenal, sangat dia kenal.
Belum selesai Mawar menatap perempuan itu di foto, sosoknya beneran datang.
Semua orang bersorak, serentak nyanyiin lagu ulang tahun. Sementara Mawar udah lemes banget, ngeliat Devi. Perempuan itu keliatan bahagia banget disamping laki-laki yang Mawar tebak adalah kakaknya Elang yang kedua. Yang lagi ulang tahun!
Sampai pada akhirnya kedua perempuan itu saling tatap. Devi udah jelas kaget banget, tapi segera perempuan itu senyum lagi dan nyayi lagi.
Mawar senyum kecut, ternyata Devi masih sama kayak dulu.
"Nihhh calonnya Elang!!." Ibu kenalkan Mawar pada dua orang itu dengan excited.
Mawar senyum sambil nunduk kecil.
"Ini kakaknya Elang yang kedua, namanya Jay." Ibu kenalin Jay.
"Haiiii!!! Seneng akhirnya Elang punya calon." Jay jabat tangan Mawar.
"Tapi lo gak di pelet kan?." Lanjutnya lagi.
"Enak aja lo." Elang nyahut.
"Jay!!." Sementara ibu langsung geplak lengannya. Dan seisi rumah ketawain.
"Iniii, menantu ibu yang kedua. Namanya Devi."
"Ibu. Gak usah di kenalin juga Mawar udah kenal." Dalam benak Mawar berujar.
KAMU SEDANG MEMBACA
nikah random
FanfictionZaman sekarang orang-orang pada aneh. Masa Mawar tiba-tiba diajak nikah sama stranger yang dia temui di pantai tempat dia nge galau sore itu. Mana cowoknya ganteng lagi, kan jadi gak bisa nolak.
