"Lo gila?! Lo gak tidur berhari-hari dan lo mau bawa motor sendiri!?"
Sky yang kunci di tangannya tiba-tiba direbut kasar oleh Rasha yang entah datang dari mana hanya bisa mengerjab pelan.
"Erk-gue udah biasa Kak. Selama ini gue selalu nyetir sendiri kok," balas Sky dengan senyumnya.
"Stress. Minimal kalo cari mati jangan setelah tinggal di sini lah! Berangkat bareng gue!"
Rasha menarik paksa tangan yang lebih muda untuk mengikuti langkahnya dan kemudian mendorongnya dengan paksa memasuki mobil yang sudah ada Ragan yang duduk di samping kemudi bersama sang supir yang bertugas mengantar mereka. Membuat Ragan sontak menoleh menatap keduanya dengan heran.
"Ngapain lo?" tanyanya sangsi.
"Apa lo?! Gausah banyak nanya, duduk aja yang bener!" jawab Rasha sewot. "Lo juga! Gausah ngeyel!" sambungnya menatap Sky sembari melotot membuat Sky mengerjab dengan gerakan lambat sembari mengangguk patah-patah.
"Nurut sama gue." tegas Rasha sekali lagi, tangannya bergerak menutup pintu mobil dengan keras kemudian mengenakan sabuk pengamannya. Dengan begitu mobil yang mengantar mereka ke sekolah akhirnya mulai bergerak dan lagi-lagi Sky hanya mengangguk patuh saat membalas perintah Rasha.
"Santai dong anjir, nyolot amat." seru Ragan yang sedikit kesal mendengar intonasi serta ekspresi Rasha pada Sky.
"Gue gak ngomong sama lo, ya!"
"Dih?" Ragan hanya mendesis sebelum memutar tubuhnya dan kembali bermain ponsel.
Sementara Sky menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata, berniat beristirahat sejenak tanpa tahu Rasha diam-diam terus meliriknya. Yang mana tiap gerak-gerik keduanya juga sebenarnya berada dalam pengamatan Ragan yang mengamati keduanya melalui cermin, membuatnya diam-diam tersenyum saat menyadari arah sikap Rasha yang tidak biasa. Kakak kelimanya itu hanya terlalu tsundere.
***
Hari senin ini suasana meja makan kediaman keluarga Alatas pada pagi ini memang terasa sedikit berbeda. Setelah Sky bergabung di meja makan tampak para saudaranya yang berusaha meminimalisir keributan. Rayyan yang sebelumnya tiba lebih dulu di meja makan, dibantu oleh Rasha sudah menceritakan garis besar dari kejadian tadi malam yang membuatnya turut tidak mendapat tidur sebab ingin menemani Sky yang terjaga semalaman. Semuanya kini sudah mengetahui kondisi Sky di malam sebelumnya dan tentang waktu tidurnya yang lebih berantakan dibanding sebelumnya dalam beberapa hari terakhir.
Sarapan pagi mereka akhirnya berjalan sederhana walau tak seberisik biasanya namun Sky juga tampaknya tidak terlalu menyadari hal itu. Hari ini semua orang memiliki kegiatan di luar rumah, hingga Rayyan yang sebelumnya sempat menahan Sky agar tetap di rumah tidak bisa terlalu memaksa saat Sky tetap ingin berangkat ke Sekolah. Hinggalah saat tiga termuda sudah berangkat ke Sekolah dan menyisakan empat sulung yang dimana menjadi waktu bagi mereka untuk kembali berdiskusi tentang kesehatan Sky.
"Gue gak merasa kita masih harus diem aja. Bukannya dengan kondisinya itu El juga butuh terapi buat sembuhin traumanya? Semua itu berawal dari rasa takut dia buat tidur sampe bikin dia trauma 'kan? Walaupun dia bilang traumanya udah sembuh dan ini pure karena dia gak bisa tidur, tapi gue yakin waktu tidur dia yang berantakan ini juga masih berhubungan sama traumanya setelah kecelakaan yang pernah dia alamin itu." ucap Raja.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY
FanfictionRumah seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk pulang bagi semua orang, tetapi jika rumah yang dimaksud tidak bisa memberikan kenyamanan yang seharusnya apakah masih pantas menyebutnya sebagai sebuah rumah? Ditinggalkan untuk pertama kalinya membua...
