35. After 1 Years

3.8K 351 49
                                        

Suara bising dan teriakan yang saling bersahutan menyambut Sky saat dirinya menuruni tangga. Pemuda itu hanya bisa menggeleng pelan saat lagi-lagi mendapati kebisingan yang entah mulai sejak kapan selalu menjadi pembuka harinya.

"Rakha! Balikin charger gue!" teriak Raja sambil berjalan dari ruang tamu menuju meja makan.

"Kan gue dah bilang ambil di kamar!" Sementara Rakha menyahut dari dapur dengan suara yang tak kalah kerasnya.

"Lo ambilin lah sat, 'kan lo yang minjem njing!"

"Berisik, ini masih pagi. Jangan teriak-teriak bisa?" tegur Raffa kesal namun dengan wajah tanpa ekspresinya.

"Tau nih Kak Raja ama Kak Rakha, perkara charger laptop doang." keluh Rasha yang sejak awal sudah standby di meja makan sekaligus jadi saksi dari setiap pertengkaran para saudaranya pagi ini-dari Raffa dan Rakha, Raja dan Raffa hingga kini Rakha dan Raja. Tentu telinganya sudah sangat panas mendengar keributan pagi hari yang akrab ini.

"Asal lo tau dia udah tiga kali ilangin charger gue njing, tiap minjem gak pernah dibalikin." seru Raja kesal.

"Gue gak ilangin ya, udah gue bilang ada di kamar gue!" Lagi-lagi Rakha berteriak dari dalam dapur untuk membalas seruan Raja.

"Ya terus kenapa lo minjem punya gue mulu setan!?" amuk Raja dongkol.

"Ya karena charger nya gak ketemu, tapi emang gue simpen di kamar. Charger nya aja yang sembunyi, dia takut kali liat muka lo,"

"Emang anjing lu." Raja menatap Rakha yang berjalan dengan santai keluar dari dapur dengan tatapan sinis. Pasalnya wajah Rakha tidak terlihat merasa bersalah sedikitpun, sangat santai dan berbanding terbalik dengan Raja yang sudah seperti ingin melempari Rakha dengan piring yang ada di hadapannya.

"Pagi..." sapa Sky tersenyum sambil mendudukkan dirinya di samping Rasha. Rakha memberinya senyum sementara Raja dan Raffa membalasnya dengan suara ketus dan dingin yang menyatu di udara.

Sky hanya terkekeh pelan saat mendapati Raja yang masih terlihat sedikit kesal dan sesekali memberi Rakha tatapan sinis sementara Raffa duduk dengan tenang dengan wajah tanpa ekspresinya. Ini adalah pemandangan pagi hari yang akrab dari keduanya.

"Morning, Ragan mana?" balas Rasha sambil tak lupa menanyakan keberadaan Adik bungsunya mengingat tadi Sky mengatakan akan membangunkan si bungsu terlebih dahulu sebelum menyusul Rasha di meja makan.

"Masih siap-siap, Kak. Kak Rayyan mana?"

"Gak tau deh El, paling masih tidur lagi."

"Lo bangunin gih," ucap Raffa dari seberang meja yang sontak membuat Rasha bergidik malas.

"Ogah ah males, Kak Rayyan tiap dibangunin kayak beruang. Udahlah susah bangun, pas bangun suka ngamuk pula persis beruang. Lo aja lah Kak." geturu Rasha meroasting si sulung dengan kesadaran penuh yang semenjak bergabung di perusahaan sang Papa menjadi sulit dibangunkan.

"Gue aja, Kak. Bentar gue cek ke kamar dulu." sahut Sky terkekeh pelan sambil bangkit dari kursinya.

"Nah, siip. Lo emang adek gue." Rasha melihat Raffa yang memberinya tatapan sinis yang langsung dibalasnya dengan pelototan yang tak kalah sewotnya. "OH, EL SEKALIAN NITIP TOLONG BAWAIN HP GUE YAA, ADA DI KAMARRR!"

"Iyaaa!!" balas Sky sambil menaiki tangga.

"Berisik." tegur Raffa dengan tatapan risih hingga membuat Rasha mendelik julid.

"Lah, kocak, literally kalian tadi juga gak ada bedanya. Gak sadar diri manusia tua ini."

"Heh!" seru Raja, Rakha dan Raffa bersamaan dengan sewotnya.

SKYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang