39. The Sky and The Stars

3.9K 314 120
                                        

Enam Bulan kemudian.

Dua Minggu sebelum hari pengangkatan peluru di dalam kepala Rainuel Sky Xaverius.


Langit hari itu terlihat sedikit berbeda. Sangat terik, namun sangat menenangkan. Bahkan angin lembut berhembus pelan di halaman belakang rumah, membawa aroma daun hijau yang sejuk dan menyegarkan. Enam bulan telah berlalu dari kejadian terakhir kali yang menjadi penentu dari kelanjutan rumah tangga antara Angel dan Renand yang berakhir dengan kabar baik. Hubungan antara Angel dan keenam anak sambungnya juga perlahan mulai membaik dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Walau lambat, setidaknya interaksi mereka menunjukkan perubahan positif jika dibandingkan dengan saat Angel pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu. Walau Rayyan dan Adik-adiknya belum bisa benar-benar menganggap dan memperlakukannya selayaknya seorang Ibu, namun Angel sudah sangat bersyukur karena setidaknya mereka tidak lagi menghindari dan menolak kehadirannya di antara mereka. Dan Sky tentu menjadi orang yang paling bahagia menyaksikan semua perubahan itu dan akan selalu menjadi seseorang yang terus mendukung baik sang Bunda maupun keenam saudaranya.

Selain itu hubungan Sky dan keenam saudaranya juga menjadi semakin dekat. Jauh lebih dekat. Apalagi saat dalam waktu dua minggu lagi, peluru di dalam kepala Sky akan diangkat-sesuatu yang sudah mereka semua tahu akan terjadi namun nyatanya, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar siap untuk hari itu.

Seperti Rayyan yang mulai lebih sering pulang lebih awal, berbagai alasan ia berikan dan semua orang tahu itu hanya sebuah alasan tetapi tidak satupun dari mereka ingin membantah alasannya. Karena mereka juga tahu, Rayyan hanya ingin pulang lebih awal agar bisa duduk sedikit lebih lama di samping Sky dari yang biasa dilakukannya. Bahkan meski tidak ada percakapan yang mengalir di antara mereka.

Raja dan Rakha tampak lebih sering mengunjungi kamar Sky akhir-akhir ini, tidak peduli walau alasan yang mereka gunakan saat sampai di sana terdengar terlalu klasik atau sepele. Mereka hanya ingin memastikan Sky masih di sana, masih bersama mereka dan tetap baik-baik saja.

Raffa, yang dikenal selalu bersikap cuek mulai tampak lebih perhatian. Entah karena rasa sayang yang semakin tak terbendung mendekati hari operasi atau karena rasa takut yang semakin sulit di kendalikan menjelang hari itu. Atau mungkin karena pernyataan Dokter yang mengatakan bahwa tidak akan ada kepastian di dalam ruang operasi. Bahwa hanya ada angka lima puluh persen untuk hidup-dan lima puluh persen untuk kehilangannya. Setipis itu jarak antara harapan dan kenyataan.

Sementara Rasha bahkan sudah tidak lagi memedulikan tentang alasan. Rasha tidak merasa membutuhkan alasan apapun. Setiap hari yang dilakukannya hanyalah mengikuti Sky kemana pun dia pergi selama yang ia bisa. Dimana ada Sky, di sana ada Rasha. Seperti Rasha tidak membiarkan Sky menghilang dari radarnya walau hanya sebentar. Hingga akhir-akhir ini orang asing yang melihat mereka mulai berpikir mereka adalah sepasang anak kembar saking serasinya melihat mereka bersama.

Dan Ragan yang biasanya lebih banyak diam dan menutup diri terlihat lebih aktif dan berisik dari dirinya yang biasanya. Terkadang tanpa mengingat bagaimana prosesnya tiba-tiba Sky mendapati dirinya sudah terduduk di sofa, dengan selembar selimut dan segelas susu di tangannya setelah Ragan menarik tangannya, hingga membuatnya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan saat Sky mendapati sebuah film diputar di depannya, saat itulah Sky menyadari bahwa Ragan hanya ingin menonton film bersama. Atau terkadang sekedar hanya untuk mengajaknya menyusun Lego berbentuk aneh di atas karpet berbulu yang empuk dan lembut.

Beberapa minggu terakhir terasa damai untuk semua orang, walau di saat bersamaan rasa khawatir yang mereka rasakan kian membesar tiap satu hari lagi berlalu, menandakan waktu sudah semakin dekat dengan hari operasi. Hingga sekarang mereka hanya memiliki waktu dua minggu lagi sebelumnya tibanya hari itu dan sejujurnya waktu dua minggu adalah hari yang sedikit. Tetapi mungkin cukup untuk merangkum satu dunia kecil yang tidak satupun dari mereka ingin meninggalkan dunia itu.

SKYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang