28. obsesi lio

1K 43 9
                                        


~Happy Reading~

Gavin dan lio memutuskan untuk pergi ke time zone dan nanti akan diakhiri dengan menonton film di bioskop

"Gavinnn ayooo kita main ituu" ajak lio mulai kesal karena sudah berkali-kali ia panggil tetapi Gavin tak meresponnya

"Gavinn!" Lio menghentakkan tangan Gavin yang ia peluk dengan raut wajah kesal, Gavin yang sebelumnya memang sedang melamun pun terkejut dan menatap penuh tanya pada Lio

"Kenapa dilepas li?" Tanya gavin lembut

"Kenapa kata lo? Lo yang kenapa dari tadi ngelamun, gw panggil-panggil lo ngga dengerin, gw ngomong lo bengong. Udah kaya orang gila gw tau gak" Lio menghembuskan nafas kasar dan wajah yang sangat tak bersahabat

"Sorry Li gw.."

"Lo mikirin zeano kan?" Entahlah, lio merasa sedikit ganjalan dalam hatinya kala mengingat Gavin milik Zeano

Mereka putus itu karena keputusan sepihak dari Gavin. Jika ditanya, tentu saja Lio masih mencintai Gavin dan berharap untuk kembali bersama lagi?

"Iya gw mikirin zeano, gw merasa bersalah karena udah marah-marah ke dia dan sekarang...gw malah bolos gini ninggalin dia, ngga seharusnya gw diemin dia jg, gw yang salah li ke zeano. Kenapa gw mikirin perasaan gw doang tanpa mikirin perasaan dia" Gavin berucap lirih dengan air wajah sendu seakan benar-benar merasa bersalah

Tersirat jelas aura kemarahan pada wajah lio, ia mengepalkan tangannya erat, jari-jari kukunya memutih, gertakan gigi terdengar lumayan keras

"Gw salah li, gw mau minta maa-"

Cupp

Gavin terkejut dan membolakan matanya saat lio menangkup kedua pipinya dan menyatukan bibir kenyal nya dengan bibir tipis Gavin

Lio memaksa untuk mendorong lidahnya, ingin menjelajahi rongga mulut gavin lebih dalam, beberapa kali lio menyesap kasar bibir Gavin. Sungguh candu baginya.

Gavin mendorong lio cukup keras hingga ciuman mereka terlepas dengan lio dan Gavin yang sama-sama terengah

"Lio lo gila!" Gavin menatap lio tajam

"Kenapa? Dulu kita juga sering kaya gini gavinn" bisik lio sensual dengan tangan yang ia kalungkan pada leher gavin

"Disini banyak orang li, ngga malu lo" gavin mencengkram kedua tangan lio yang seakan pasrah saja

"Kalo sepi lo mau?" Tatapan lio semakin sendu dan tertutup oleh nafsu

"Asal lo tau vin, gw masih bener-bener cinta dan sayang ke lo" lanjutnya

"Gila lo, bener-bener gila. Gw udah punya Zeano dan lo udah punya el, ngga usah macem-macem!" bentak Gavin tanpa sadar. Lio mencebikkan bibirnya menahan tangis dengan mata yang berkaca-kaca

"Maaf Gavin gw.." belum selesai lio bicara gavin hendak meninggalkan lio, namun dengan cepat lio kembali meraih lengan gavin dengan memasang wajah memelas, seperti orang yang paling tersakiti sedunia

"Gavin... Gw mohon jangan pergi dulu, maaf... Kita lupain aja ya, ayoo kita jalan-jalan lagi. Kita belum nonton film vinn" Lio memohon tanpa melepas pegangan tangannya pada tangan gavin

Gavin nampak terdiam seperti sedang berfikir. Gavin hanya takut pendiriannya goyah, Gavin juga sama dengan lio, ia masih sangat mencintai dan menyayangi lio

Namun nyamannya hanya bersama zeano, hanya zeano yang ia anggap sebagai rumahnya, rasa khawatirnya hanya untuk zeano. Namun Gavin tak bisa melupakan perasaan cinta dan sayangnya pada lio begitu saja

Psychopath Obsession💦Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang