25.Deep Talk

657 28 0
                                        


~Happy Reading~

***

"jelasin gavin gw mohon" suara zeano terdengar serak menahan tangisnya yang kian deras

"oke, tapi tolong janji dulu jangan berpikir pendek ya sayang, ini udah berlalu. Bahkan gw udah selesai 6 bulan yang lalu, gw mohon tetap tenang oke?" gavin masih mencoba bernegosiasi dengan zeano walau tak yakin itu akan berhasil

tanpa gavin duga, ternyata zeano mengangguk tanda bahwa dia setuju

"Semenjak lo tau gw suka lio, lo marah kan? dan setelah kita baikan gw bilang mau berusaha nerima lo, akhirnya kita berdua pacaran"

"Saat itu, saat kita pacaran, gw sama sekali belum ada rasa sama lo. Bahkan waktu itu gw yakin ngga bakal ada rasa ke lo, gw masih cinta lio saat itu tapi gw ngga mau nyakitin perasaan lo"

"jadi gw berpura-pura seakan suka sama lo dan menjadi sosok pacar yang terbaik buat lo zean..." gavin menghentikan ucapannya sejenak lalu menggenggam erat tangan kecil zeano

"Lo inget pas kita berangkat sekolah dan di lapangan rame-rame, disitu ada el sama lio dan gw lari nyamperin lio tiba-tiba, terus lo marah kan? Saat itu gw juga merasa belum suka lo sedikitpun dan hati gw masih tetap buat lio. waktu itu gw cemburu karena ternyata lio pacaran sama El"

"Beberapa hari setelahnya, gw sama lio jadian tanpa sepengetahuan lo sama el gw-" belum sempat melanjutkan gavin melihat zeano semakin terisak, tangisannya terdengar pilu di telinga gavin

Gavin menarik zeano mendekat dan mendekap nya erat, mengelus punggung sempit favoritnya, mengelus rambut halus tebal zeano

"bisa dilanjut?" Tanya gavin dengan nada lembut, jujur ia sangat benci zeano-nya menangis seperti ini

Setelah mendapatkan anggukan dari zeano, gavin kembali menarik nafas untuk melanjutkan ceritanya

"Gw menjalani hari-hari biasa dengan backstreet sama lio, sampai akhirnya suatu hari lo datengin kelas gw tiba-tiba, disitu gw lagi chatingan sama lio, pas gw ngga sengaja dorong lo itu gw takut lo tau zee. Gw belum siap lo pergi ninggalin gw saat itu"

"Sampai hari pas dimana lo kena tembak dan dilarikan ke rumah sakit, gw merasa seluruh badan gw lemes banget zee, jantung gw berdetak lebih cepat 2 kali lipat dari biasanya, hati gw bener-bener sakit saat ngeliat lo terkapar lemah waktu itu, " gavin masih tak henti-hentinya mengusap punggung zeano dengan lembut

"Apalagi saat dokter bilang jantung lo tergores peluru sedikit dan perlu operasi, disitu tangis gw pecah zee, gw kacauu, gw ngga bisa liat lo kaya gitu,dan disitu gw mulai sadar, bahlan saat lio sekarat karena lo waktu itu gw ngga sampai se khawatir ini"

"hingga pas setelah lo operasi ngga tau sehari setelahnya atau 2 hari setelahnya si lio dateng ke rumah sakit dan saat itu gw udah bener-bener yakin, kalo sebenarnya hati gw pemiliknya adalah lo, bukan lio" gavin tersenyum lembut pada zeano dan mengecup rambut zeano yang masih mengusakkan wajahnya pada dada gavin

"Sayangg.. zeanoo, heii" gavin mencoba menangkup wajah zeano dan menatap wajah sembab nya

"Dengerin gw ya.. walaupun dulu kesannya gw cinta banget sama lio, tapi percayalah.. gw cuma obsesi ke dia, gw cuma belum bisa menyadari perasaan gw ke lo doang, gw masih labil dan naif zee" gavin mencoba menenangkan zeano-nya, bahkan nada bicaranya sangat lembut, Gavin sama sekali tak ingin menyakiti hati kekasihnya

"hikss.. tapi kan dia-"

"sstt.. ngga ada tapi-tapian.. lo milik gw dan gw milik lo" tegas gavin mutlak lalu kembali merengkuh tubuh kesayangannya

"Udah jangan nangis yaa.. gw cuma cinta ke lo, lo cukup percaya sama gw zee" zeano hanya mengangguk lalu memeluk erat gavin, mencoba percaya pada gavin walau terasa sulit baginya

"udahh mending sekarang kita-"

"Zeano!! Gavin!! Turun sinii mama bikin kue ini mau ngga!!" Teriakan keras berasal dari dapur dapat terdengar hingga kamar

"Nahh tuh mama manggil kita, ayok turun makan kue" zeano mengangguk dan beranjak dari kasur

"Gw cuci muka dulu" lirih zeano kemudian berjalan ke arah kamar mandi yang memang berada di kamar gavin

Gavin menatap punggung sempit zeano dari tempat tidurnya, bagaimana bisa dulu ia menyakiti manusia seindah zeano, bagaimana bisa dulu ia membohongi zeano dan membuatnya terluka

Gavin menatap nanar pada pintu kamar mandi, zeano sakit, zeano-nya terluka karenanya.. bahkan zeano rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan nyawa Gavin hingga koma berbulan-bulan

Bagaiman bisa gavin melukai sosok sebaik zeano

Batinnya terus bersahutan, dadanya menahan gejolak sesak saat mengingat air mara yang turun dari mata indah zeano karena ulahnya

Gavin menghela nafas lelah lalu-

"GAVIN DENGER MAMA NGGA SIH? SINI KEBURU KUE NYA DINGIN"

"Iya maa, sebentar" tak lama zeano keluar dan mendapati Gavin sudah di depan pintu kamar mandi menunggunya dan langsung memeluknya

"Maaf sayangg.. maaf"

Tbc.....





jujur ini aku bener-bener lagi gabut jadi aku up, maap banget kalo kek ngga beraturan sama sekali
maaf juga kalau banyak typo hehe

kalau dipikir-pikir, gavin sama zeano itu sering banget konflik ya ngga sih, mana selalu konflik ttg hal kecil doang lagi ah elah

pengen bikin konflik besar tapi ngga mampu akuuuu hehe :D

sebenernya yg problematic itu si zeano apa gavin sih?

oh iyaa, pernah ada yang bilang gini, kynya lebih cocok jadi pov nya ttg lioo ajaa, menurut aku juga gitu. Tapi pliss lah, bikin pov nya lio itu rasanya kaku banget..bingunggg aslii

semogaa kalian paham lah sama alur ceritanya hehe, kalo ada yang kurang paham atau apalah yang kiranya pengen ditanyakan, ngga papa tanya ajaa boleh kok.. pasti dijawab nanti

Don't forget votmen babe😘

Psychopath Obsession💦Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang