32. partner lain

419 26 4
                                        

~Happy Reading~

"Kalau iya kenapa"

Zeano meneguk ludahnya lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Sialan Lo Lan"

Lan tertawa terbahak-bahak "Muka Lo kenapa merah Ze" Wajah Zeano semakin memerah saat Lan mengejeknya, Zeano berusaha menutupinya menggunakan telapak tangannya.

"Zeano..Zeano.. gue suka lo itu udah lama banget ga mungkin lah sekarang masih nge stuck di lo mulu" Lan mengusap matanya yang mengeluarkan air mata karena tertawa terbahak-bahak

"Lo nyebelin banget sih monyet" Zeano memukul-mukul dada Lan berkali-kali hingga membuat sang empu meringis namun tetap tertawa karena merasa gemas.

"Hahaha aduhh aduhh hahaha stop Ze akhh sakit hahaha" Zeano terus berusaha meraih rambut Lan agar ia dapat menariknya.

Namun karena tubuh Zeano tak seimbang akhirnya ia jatuh di atas Lan "Akhh" 

Jarak antara wajah Lan dan Zeano kurang dari 5 cm. Zeano dapat merasakan nafas hangat lan begitupun dengan Lan yang dapat menikmati keindahan wajah Zeano dari jarak dekat.

Cukup lama mereka mematung dengan posisi yang ambigu hingga dering ponsel memecahkan keheningan diantara keduanya.

"Eh ekhem hp gue bunyi bentar ya" Zeano beranjak dan mengambil ponselnya yang berada di nakas

Lan hanya memperhatikan setiap gerakan yang Zeano lakukan, hingga Lan menyadari eksresi wajah Zeano yang berubah saat melihat layar ponselnya.

"Siapa Ze yang nelfon" Zeano menoleh lalu menggeleng dan kembali menatap layar ponselnya yang menampilkan nama *Gavinjing*

'Angkat ga ya angkat ga ya.. ck males banget anjir ni anak kenapa baru nelfon coba dari tadi kemana aja anjir.. emang bener bener Gavinjing'

"Angkat aja Ze siapa tau penting" Zeano lagi-lagi menoleh dan mulai menimang-nimang apakah ia akan mengangkat telfon dari Gavin atau tidak

"Oke gue angkat" Zeano berdiri dan menjauh sedikit dari Lan lalu mengangkat telfonnya.

"Halo"

"Ze akhirnya lo jawab telfon gue"

"Ngapain Lo baru nelfon anjing dari tadi"

"Lo yang kenapa dari tadi pagi ga angkat telfon gue sayang, gue khawatir sama lo"

"Ck ga usah sok peduli Lo, peduliin aja Lio lo"

Terdengar helaan nafas cukup berat dari seberang telfon

"sayang sekarang lo dimana"

"Ck rumah"

"Oke kalo gitu gue-"

Klikk

Sambungan telfon Zeano matikan sepihak, merasa muak dengan suara Gavin.

"Dia belum selesai ngomong Ze, kenapa Lo matiin hm?" Lan merentangkan tangannya agar posisinya lebih enak, namun itu justru dijadikan kesempatan oleh Zeano.

Zeano merebahkan tubuhnya dia atas Lan lalu memeluknya, dengan sigap kedua tangan Lan memeluk tubuh Zeano agar tak jatuh.

Zeano mendusalkan wajahnya pada dada Lan, ia merasa nyaman apalagi saat aroma wangi dari tubuh Lan mendominasi.

Psychopath Obsession💦Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang