Bab 10

79 5 1
                                        

Seandainya kita bisa memilih, pasti siapun tidak ingin jatuh pada cinta yang salah.

Umum POV

Dibalik meja, Sehun mengintip kehadiran tiga orang berpakaian hitam yang memakai tongkat pemukul, sedikit aneh bukankah tadi mereka menggunakan senapan?

"Oh selamat siang semuanya. Maaf mengganggu acara santai kalian, tapi kami punya tugas yang harus diselesaikan." Salah satu pria itu berbicara sambil menundukkan kepalanya, hingga seorang temannya yang lain memukul kepalanya," dasar bodoh untuk apa kau sopan seperti itu pada mangsa kita?"

"Sudahlah, mari kita selesaikan ini dengan cepat!" Pria itu memukul tongkat ke lantai, "hei kalian, serahkan Kim Taehyung jika kalian ingin kami segera pergi!"

Taehyung terperanjat hebat, ternyata dia adalah orang yang mereka cari. Dalam hati dia menggurutu kenapa hari ini dia sial sekali.

"Aku tak kenal kalian, pergi sana" jawab Taehyung seraya memeluk lengan Sehun.

Sehun mengumpat dalam hati, ternyata biang masalah ada disampingnya. Sungguh ia ingin melempar Alien ini ke wajah mereka dan berteriak, ini orangnya, bawa dia sejauh mungkin dari sini. Tapi untung akal sehatnya masih mengguruinya dengan hal yang baik. Perlahan Sehun kembali mengintip dan berdiri dengan berani setelah memastikan bahwa tidak ada senjata api pada mereka.

"Maaf tuan-tuan sepertinya kalian berlebihan jika hanya ingin menakut nakuti muridku," ujar Sehun.

"100 juta won, itu hadiah untuk menangkapnya," jawab salah satu dari mereka.

Mendengar itu Taehyung langsung berdiri dengan marah,"apa ? Aku hanya seharga 100 juta won? Sialan,aku tidak terima. Hei. Kau pasti ditipu. Aku ini paling tidak seharga 10 milyar won." Taehyung bersidekap wajahnya amat kesal.

Sehun, Suzy juga Hyung Sik ternganga akan situasi ini. Tidak kalah para pria itu pun saling berpandangan.

"Apa kita ditipu?" Salah satu dari mereka bertanya.

" Itupun kita harus bagi tiga, belum lagi biaya operasi ini lumayan banyak menghabiskan peluru," cerocos salah dari mereka.

"Sudahlah, kita dapatkan dia dulu baru kita rundingkan biaya tambahannya,"tegas salah satu yang paling pintar diantara mereka.

Ketiganya mengayunkan tongkat bisbolnya kearah Sehun juga Taehyung.
Sehun mengangkat meja mendorong kearah mereka, ia melihat sekeliling mencari apa pun yang bisa dijadikan senjata sedang Taehyung berteriak lari ke arah Suzy dan Hyung Sik membuat keduanya panik.

"Noona....."sebelum Taehyung sampai salah satu dari orang bertopeng sudah mengayunkan tongkatnya kearah Taehyung hingga tiba - tiba sebuah pot bunga melayang di kepalanya seketika korban langsung tumbang. Tahyung dan Hyung Sik mengarahkan matanya kearah Suzy yang ternyata adalah pelakunya. Gadis itu mengerjabkan matanya beberapa kali.

"Noona,"dengan tangisan syukur Taehyung langsung memeluk Suzy yang masih melongo.

Karena musuh tinggal dua, Hyung Sik yang mendapakatkan senjata berupa penggilas adonan dari kayu memukul salah satu dari mereka. Tongkat bisbol itu terjatuh begitu saja. Dengan sekelebat Hyung Sik sudah menjatuhkan musuh dilantai. Tak jauh darisana Sehun pun telah berhasil menjatuhkan musuh yang tersisa, mengunci tangan pria itu hingga teriakan kesakitan terdengar dari balik topengnya. Dia menarik topeng pria itu hingga tampak wajah pria umur 25 tahunan dengan sedikit jenggot.
"Ampun, tolong lepaskan kami,"ucap pria itu.

Taehyung mendekat,"omo omo, bukankah kau pedagang ice cream yang berjualan di depan sekolahku?"Alien itu menutup mulutnya tak percaya.

"Tuan muda, maaf kami terlambat!" Seorang pria berjas hitam muncul didepan pintu toko Suzy. Dia berlari lari kecil kearah Taehyung dan memeriksa kondisi Taehyung dari atas sampai ke bawah. Tak jauh dibelakangnya sekitar dua puluhan pria dengan pakaian yang sama mengikutinya. Pria itu memberi instruksi untuk membawa ketiga preman tadi.

"Kenapa kalian terlambat! Aku hampir saja diculik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa kalian terlambat! Aku hampir saja diculik." Alien itu berteriak panik kearah pengawalnya.

"Maaf tuan muda, kami terlambat menyadari keadaan karena jarak yang terlalu jauh." Ujarnya dengan tegas, terlihat Taehyung menjambak rambutnya sendiri menyadari bahwa ini kesalahannya karena selalu menyuruh pengawalnya agar menjaga jarak hingga
5 kilometer jauhnya.

"Sudahlah, kami semua selamat dan tak ada yang terluka." Sehun menepuk pundak Taehyung kemudian menjewer telinga Taehyung dengan kuat,"jadi biang keroknya adalah monster kecil ini?"

"Aahhhh,Pak guru sakit. Lepaskan aku, minhae."

Sehun melepaskan tangannya dengan dongkol,"lihat ulahmu, kau harus ganti rugi ini semua."

Taehyung cemberut,"baiklah,"ia mengkode kepala pengawalnya, kemudian pria itu mengeluarkan sebuah kartu hitam kemudian menyerahkannya pada Sehun.

"Tuan, gunakan kartu ini untuk membayar semua biaya kerusakan. Maaf, merepotkan anda dan terimah kasih telah menyelamatkan tuan muda."

Tanpa enggan sedikitpun Sehun langsung menyambar kartu itu dan menyimpannya. Kepala pengawal itu membungkuk hormat lalu menyeret paksa Taehyung yang berteriak kearah Suzy minta diselamatkan tapi gadis itu membuang muka kearah lain.

Selepas kepergian Taehyung, Hyung Sik berjalan mendekati Suzy namun langsung di cegat Sehun.

"Tuan, lebih baik anda pergi sekarang karena toko kami sudah tutup."

Hyung Sik terdiam sesaat kemudian kembali menatap Suzy yang berada dibelakang punggung Sehun. Hyung Sik mengambil sesuatu dari jasnya dan menyerahkannya pada Sehun. Selembar photo. Di photo itu, terdapat sepasang pria dan wanita saling berpelukan tersenyum kearah kamera.

Sehun menatap photo itu dengan datar. Tidak ada satu pun kata keluar dari bibirnya, sedangkan Suzy mengintip dibalik pundak Sehun.

Hyung Sik membungkukkan badan kemudian berlalu meninggalkan mereka.

Suzy berdehem karena Sehun seakan membatu, hingga kemudian pria itu membalikkan badan menatap sendu kearah Suzy. Jantung Suzy berdetak kencang saat tiba-tiba Sehun menarik paksa tubuhnya dalam pelukan.
"Kau selalu membuatku khawatir," Sehun membelai lembut rambut Suzy.

Suzy yang memahami sikap Sehun kembali membalas pelukan itu dengan lembut.
"Minhae, tapi aku benar-benar tak kenal  pria itu."

"Aku tau. Ya, aku tau." Jawab Sehun.

Sehun melepaskan pelukannya hingga matanya turun menatap mata Suzy tanpa sungkan ia menyapukan lembut bibirnya di pipi gadis itu, perlahan tapi pasti bibir keduanya bertemu, saling menaut dan berbalas. Dunia seakan berhenti dan sekarang hanya berpusat pada mereka berdua. Ciuman itu lembut dan juga menuntut membuat keduanya terlena. Mata keduanya memejam menikmati sensasi yang mendebarkan.

Hingga tiba-tiba....

"Noona...."
"Pak guru!"

"ahh mataku."

Entah sejak kapan Jin, Jungkook, J-hope, datang menyela aksi romantis mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mafia LadyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang