#1 - Hubungan Diujung Tanduk

51 9 0
                                    

12.12.2029

"Mencintaimu adalah hal yang paling aku sesali seumur hidup."

Kalimat yang aku ulangi berkali-kali setelah sekian lama terkubur dalam kebodohan, pencapaian sia-sia ketika aku mengharapkan kasih sayang seorang pria. Pikiranku pernah dipenuhi oleh sosoknya, dia memang bukan manusia sempurna, tetapi bagiku kehadirannya bagaikan pelipur lara.

Aku ingin menjadi orang yang dia inginkan, harapanku hanya agar dia menyadari aku selalu ada untuknya.

Terbaring selama berjam-jam diranjang dingin ini, mengingatkanku pada rasa sakit yang telah terlewati untuk sampai kemari. Monitor elektrokardiogram yang tidak bisa kulihat, menunjukkan aktifitas lemah dari detak jantung. Aku merasakan daya tubuh berukuran kecil ini semakin menurun, begitupun dengan kesadaran yang semakin memudar. Tidak ada bedanya seperti mayat, untuk menggerakkan tubuh pun sangat sulit.

Saluran cairan merah terus masuk tanpa bisa aku rasakan, jarum runcing merusak lapisan kulit, tertanam di punggung tangan. Meski tertutup perban, aku masih bisa melihat itu dengan jelas, mengalir dalam aliran pembuluh darah.

Aku bahkan tidak ingat, telah kehilangan banyak darah selama perjalanan. Pelipisku terluka, mengingat benturan keras ketika menghentikan mobil di depan laboratorium milik Katherine. Berbagai kejadian buruk dalam satu hari menimpaku, aku sedang berusaha memilah ingatan yang benar dan khayalan semata. Faktanya semua itu bagaikan neraka untukku.

Setengah wajah bulat tertutup nebulizer yang terus mengeluarkan bau obat, sangat menyengat tercium masuk ke lubang hidung. Katherine rupanya berusaha memberikan pertahanan padaku, dulu aku pikir dia hanya mengigau ketika mengatakan ingin menjadi ilmuan. Sekarang kami bertemu, setelah 10 tahun berlalu dengan kondisi terburukku.

Menyedihkan memang jika membayangkan diriku saat ini, dengan berbagai macam alat yang menempel. Seharusnya dari awal, aku tidak ragu untuk jadi subjek ekperimen miliknya jika tahu hidupku akan sekacau ini.

Harapan saat ini hanya 46% untuk aku bisa berhasil melewati pengujian sekaligus menyelamatkan nyawa. Katherine, kakak sepupuku terobsesi untuk menemukan lorong dimensi waktu. Perlu bertahun-tahun baginya hingga menempuh pendidikan, dan bergelar professor, untuk yakin membuat keajaiban ini. Ide gila yang siapa pun menganggap ini hanya ada di cerita dongeng.

Aku yang nyaris kehilangan nyawa ditengah pelik rumah tangga palsu, ikut menjadi gila dengan mengikuti permainan Katherine, berhasil atau tidak itu bukanlah perkara buruk. Karena berapa puluh kali mengutuk diri sendiri, tidak ada yang bisa mengubah keadaan kecuali eksperimen.ini.

Apabila kehidupanku normal dan bahagia dengan suamiku, aku tidak akan mempercayai cara tidak masul akal seperti ini. Sekalian aku ingin menambahkan ego sepupuku, supaya dia bisa merasakan keberhasilan untuk kerja kerasnya.

Di samping itu, aku ingin melarikan diri dari semua kenangan buruk dengan Edward, berharap aku menghilang dan tidak muncul dalam kehidupannya. Tetapi kematian, sudah ada di depan mata, dan jika aku tidak bisa kembali, aku hanya akan menerima nasib.

Jika sebaliknya bisa mengulang kembali waktu, aku ingin menyadarkan diriku dan membalaskan rasa sakit ini berkali-kali lipat.

Melihat kedua orang yang risau sedang mondar-mandir sebari mengecek keadaan tubuh, membuatku makin tidak berharap pengujian ini berhasil. Salah satunya mendekatkan diri untuk memastikan kesadaranku.

Breaks Your HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang