8.Melawan Gerombolan Rockursa.

63 6 0
                                        


Hari berikutnya.Alucard melanjutkan pekerjaannya membangun rumah.Dalam beberapa hari,bangunan sepetak berukuran sedang mulai terbentuk.Dinding-dinding mulai dipasang.Alucard bukan seorang arsitek,dia tidak ahli merancang sebuah bangunan.jadi rumah yang dia buat benar-benar ala kadarnya.Sekiranya bisa untuk dia tempati bersama Harith nantinya,itu cukup.

Beberapa hari terlewati,Alucard disibukkan dengan pekerjaannya dan juga mengurus Harith.Pagi hari,dia akan membawa membawa Harith ke pantai untuk mandi,lalu memberinya makan.Setelah itu,Alucard akan melanjutkan pekerjaannya sambil mengawasi Harith yang berada didekatnya.Kadang-kadang Alucard pergi ke hutan mangrove untuk mencari kayu dan diikuti oleh Harith.

Lalu saat sore hari,dia akan membawa Harith untuk melihat matahari sore sambil bermain pasir.Dengan menggunakan sepotong ranting,Alucard akan menulis nama Harith dan namanya diatas pasir.

Harith berdiri memperhatikan Alucard yang membungkuk, menuliskan kata Harith diatas pasir,lalu setelah itu dia menuliskan namanya sendiri dibawah nama Harith.

" Kurasa namaku terlalu panjang untuk Harith ingat." Alucard bergumam pelan.Lalu kemudian dia menghapus empat huruf dibelakang namanya dengan menggunakan kaki.Sehingga hanya tersisa tiga huruf.Alu,tiga huruf singkat itu pasti bisa Harith ingat dengan mudah.

Setelah itu,Alucard memberikan ranting yang dia pegang kepada Harith.Meminta Harith untuk menulis ulang dua kata yang ada diatas pasir itu.

Harith dengan ragu-ragu mengambil ranting yang Alucard sodorkan.Naasnya,sebelum sempat mengangkat tangan,tulisan diatas pasir itu dihempaskan oleh gelombang air.
Harith tampak terkejut,lalu melemparkan tatapan tidak senang kepada gelombang air yang telah menyapu semua huruf yang telah Alucard tulis.Alucard hanya tertawa pelan.

Kemudian saat malam hari,Alucard akan mengajak Harith melihat jajaran bintang dan kembali mengajarkan Harith menulis nama mereka.

Pernah suatu malam,hujan tiba-tiba turun.Mereka kehujanan, tidak punya tempat untuk berteduh karna rumah yang baru dibangun itu belum memiliki atap,hanya sepetak lantai dengan dinding yang tak selesai.Mereka kehujanan dan basah sampai pagi, untungnya Harith tidak demam.

Dihari ke dua belas.Alucard telah selesai memasang atap dari alang-alang.Bangunan itu sekarang sudah benar-benar tampak seperti rumah,hanya tinggal memasang pintu dan daun jendela.

Alucard tampak bangga melihat rumah hasil kerjanya seorang diri.Butuh dua belas hari baginya untuk membuat rumah dengan ala kadarnya.Tapi dengan rumah ini,dia dan Harith sekarang punya tempat yang layak untuk ditempati.

" Sekarang,bahkan meski hujan sekalipun.Kita tidak akan kehujanan lagi." Alucard berucap dengan wajah bangga dan senyum penuh kebanggaan kepada Harith yang berdiri disebelahnya.

Alucard meregangkan otot-otot pinggang dan tangannya.Bekerja selama dua belas hari penuh benar-benar menguras tenaga.Dia butuh mengisi tenaga.

Alucard kemudian mendekap Harith dengan satu tangan.Menuntun Harith untuk masuk kedalam rumah baru mereka yang kini sudah berdiri kokoh.

Bagian dalam rumah itu tidak ada sekat sama sekali.Benar-benar petak,tapi tak masalah.Itu cukup untuk membuat tempat peristirahatan, Alucard juga berencana untuk membuat sebuah ranjang untuk mereka tempati.Lalu bagian belakang akan dia jadikan untuk dapur nantinya.Hanya tinggal menata dan mengisi beberapa barang yang diperlukan.

" Sepertinya aku harus pergi ketoserba lagi untuk berbelanja.Semoga tabunganku masih cukup."

Alucard sudah terlalu banyak menghabiskan uang sementara dirinya tidak punya pemasukan uang lagi karna tidak punya pekerjaan.Alucard hanya bisa berharap sisa tabungannya cukup untuk membeli sisa keperluan yang dia dan Harith butuhkan.

HiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang