"Apa menurutmu aku sedikit kasar tadi malam?" Hermione bertanya pada Ginny dengan rasa ingin tahu sembari melirik sekilas ke arah meja Slytherin, menatap ke arah Malfoy. Ia terus mengulang tatapannya dari Malfoy lalu kembali ke Ginny.
"Aku yakin Malfoy sedang menyusun rencana untuk mempermalukanmu saat ini. Dia bukan tipe orang yang akan mundur karena sebuah penghinaan. Dia keras kepala tapi itulah yang membuatnya... menjadi dirinya sendiri." Ginny menjelaskan dengan tawa kecil.
"Wah, itu membuatku merasa jauh lebih baik sekarang. Malfoy berencana untuk mempermalukanku. Bagus!" Hermione berkata dengan kebahagiaan palsu dan mengatupkan kedua tangannya. "Aku sangat tidak sabar."
"Oh, ayolah. Aku hanya memberimu contoh. Malfoy mungkin tidak akan melakukannya." Ginny berkata dengan senyum kecil.
"Ya. Bagaimana pembicaraanmu dengan Zabini?" Hermione bertanya dengan penuh semangat dan menatap ke arah Ginny.
"Yah, uhm... Aku belum bisa membicarakan Malfoy. Aku masih berusaha. Pertama-tama aku harus terlihat ramah, benar kan?" Ginny bertanya lalu berpaling dari Hermione, lebih suka menatap piringnya.
"Oh... baiklah." Kata Hermione, sedikit mengerutkan alisnya ke arah Ginny yang sedang menatap ke arah piring. "Kau suka piring itu atau apa? Kenapa kau menatapnya?"
"Tidak ada alasan." Ginny cepat-cepat mengabaikan dan menggigit roti panggangnya.
"Benar." Hermione sedikit menggembungkan pipi dan menatap teman-temannya sembari tersenyum kecil ."Apa kalian butuh sesuatu? Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Hermione bertanya pada Harry dan Ron dengan gugup.
"Hermione, aku dengar dari Neville bahwa kamu dan Malfoy duduk bersebelahan kemarin malam saat Astronomi."' Ron menyatakan dengan sedikit pelototan yang ia tujukan ke arah Malfoy.
"Oh, benar. Kenapa kau duduk bersamanya?" Harry bertanya dengan rasa ingin tahu saat ia menatap Hermione.
Hermione sedikit menelan ludah dan menekan bibirnya membentuk garis lurus. "Uhm.."
• • •
"Apa dia sedang menatapku?" Malfoy bertanya dan menyeringai sembari melanjutkan sarapannya.
"Ya, dia melihat bolak-balik darimu ke arah Musang Perempuan. Apa terjadi sesuatu tadi malam? Kau tampak sedikit kesal saat tiba." Blaise berkata dan menatap temannya, menunggu jawaban.
"Granger memiliki sebuah sikap dan dia sangat percaya diri.." Kata Draco sembari menyesap jus labunya. "Aku akan menghancurkannya dan kepercayaan dirinya yang besar itu sampai dia menyesal." Draco berkata lalu menyeringai menatap Granger yang sedang berbincang dengan teman-temannya.
"Sepertinya itu terdengar kasar." Blaise berkata setelah beberapa saat.
"Jadi, apa kau sudah berbicara dengan Musang Perempuan?" Draco bertanya, mengabaikan komentar dari temannya.
"Uhm, belum... masih belum. Aku sedang mengusahakannya. Dia memiliki temperamen yang buruk jadi aku berencana untuk berteman dengannya terlebih dahulu sebelum membicarakan Granger." Kata Blaise.
"Oke, bagus." Jawab Draco dan tiba-tiba merasakan tangan seseorang di pahanya. Ia menoleh ke arah Pansy dengan wajah kesal. "Apa yang kau inginkan?"
"Kau tahu, aku mendengar sesuatu yang lucu tadi malam. Kudengar kau dan Granger semakin dekat setelah kelas Astronomi." Pansy menyatakan dengan tawa lembut saat ia menatap Draco.
"Siapa yang memberitahumu hal itu?"
"Bukan cuma aku saja yang mengetahuinya. Ada rumor yang beredar bahwa kau dan Granger... sedang berkencan. Semua orang tahu tentang itu." Pansy berkata dengan jijik sembari menarik tangannya kembali dari paha Draco. "Kau tidak terlihat akan menyangkalnya, jadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hoax : Terjemahan.
FanfictionHermione Granger ingin membalas dendam pada Ron. Orang yang tepat untuk rencananya adalah Draco Malfoy. Yang harus Hermione lakukan hanyalah membuat Draco jatuh cinta padanya. Itu terdengar mudah, bukan? Tapi apakah semudah itu untuk memenangkan hat...
