Chapter 10.

124 13 1
                                        

Sepanjang hari, Draco dan Hermione terus mengurung diri di dalam kamar masing-masing. Keduanya melewatkan makan siang. Sekarang sudah pukul enam dan makan malam akan tiba beberapa menit lagi. Hermione tetap di kamarnya karena ia malu menghadapi teman-temannya setelah apa yang terjadi dan juga merasa sangat bingung dengan Draco. Sementara Draco tetap di kamarnya karena memikirkan Hermione sepanjang waktu tanpa henti. Dia pasti sudah gila..

Ginny dan Blaise memutuskan untuk mengajak teman mereka makan malam dan mencoba membereskan semuanya. Mereka berbicara sedikit tentang teman-teman mereka dan segera berpisah untuk mengetuk pintu kamar Draco dan Hermione.

"Hermione, ayo kita makan malam." Ginny berkata dengan manis sembari mengetuk pintu.

"Sobat, aku kelaparan!" Blaise berteriak dan mengetuk pintu.

Hermione dan Draco membuka pintu mereka pada saat yang sama, membuat Blaise dan Ginny takut.

"Ayo pergi."

Mereka semua keluar dari potret bersama-sama dan mulai berjalan menuju Aula Besar. Siapa sangka dua anak Slytherin dan dua anak Gryffindor akan berjalan berdampingan untuk makan malam bersama? Tidak seorang pun yang akan menyangkanya. Tepat ketika mereka melangkah ke Aula Besar, ruangan menjadi sunyi (walaupun awalnya tidak terlalu berisik karena sebagian besar orang sudah pergi) Tetapi beberapa guru tampak terkejut melihat persatuan kedua rumah itu dan 30 siswa yang tersisa tampak hampir siap mati karena syok.

"Oke, baiklah, ayo berpisah untuk makan." Ginny berkata dan mengusir orang-orang itu ke meja mereka sendiri. "Kita tidak boleh terlihat terlalu dekat; aku tidak ingin orang-orang menganggap kita berteman."

"Kamipun begitu." Kata anak laki-laki itu dan kemudian duduk di meja mereka sendiri.

Hermione menatap Ginny sebelum kemudian menjilat bibirnya yang kering. "Mari kita tidak duduk bersama yang lainnya hari ini. Aku benar-benar perlu membicarakan sesuatu denganmu, jadi ayo duduk saja di sini." Ia berkata dengan gugup dan mendorong Ginny ke kursi terakhir di meja, membuat jarak yang sangat besar antara mereka dan teman-temannya.

"Oh. Aku tahu, kau memang harus menjelaskannya. Aku menyadari sesuatu ketika kau mengangkat baju Malfoy. Kalian berdua tersipu malu." Ginny berkata sembari tertawa kecil dan menatap Hermione yang perlahan-lahan mulai menumpuk makanannya di atas piring. "Ayo, ceritakan padaku apa yang terjadi."

• • •

"Sobat, sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi." Draco menjelaskan dan mulai mengisi piringnya dengan makanan. "'Rencana' ini menjadi sedikit di luar kendali." Ia menyatakan hal tersebut sembari menghela nafas. Draco dan Blaise memilih tempat duduk di ujung meja, sama seperti Hermione dan Ginny.

"Bicaralah padaku." Blaise berkata sembari mengunyah kaki ayamnya.

"Kami hampir berciuman..."

• • •

"Tapi itu hanya karena dia jatuh menimpaku!" Hermione berseru dengan mata yang membesar.

• • •

"Dan dia selalu bersikap canggung lalu terjatuh, jadi aku selalu berusaha menyelamatkannya. Tetapi kali ini aku terjatuh di atasnya."

• • •

"Dan kemudian mata kami bertatapan.." Hermione menghela nafas. "Matanya sangat memesona seperti magnet yang akan menarikmu ke dalam dan kemudian kamu tersesat selamanya."

• • •

"Matanya sangat menghipnotis, maksudku, sekali kau melihatnya kau akan kehilangan akal." Draco menjelaskan sembari menghela nafas. "Dan kemudian jantungku mulai berdetak sangat kencang. Itu aneh."

The Hoax : Terjemahan.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang