Hermione sudah selesai mandi air dingin, tetapi hal tersebut belum cukup untuk mendinginkannya. Ia masih merasa panas dan memerah karena kesal. Gadis itu meraih tongkat untuk meluruskan rambutnya yang ikal, tetapi tiba-tiba pergerakannya terhenti. Hermione melihat pantulan dirinya di cermin dan menghela nafas sembari meletakkan kembali tongkatnya. Ia mengambil ikat rambutnya dari lemari dan mengikat rambutnya menjadi bentuk ekor kuda yang rapi, sebelum dengan cepat menjepit poninya ke belakang dan berjalan keluar dari kamarnya. Hermione berjalan menuruni tangga dan seketika merasa terkejut ketika dirinya melihat Ginny, Blaise dan Malfoy sudah duduk di atas sofa. Ia mengerutkan alis dan menggenggam tongkatnya untuk berjaga-jaga. "Apa yang kalian berdua lakukan disini?" Hermione bertanya setelah beberapa saat.
"Ini bukan ideku, si idiot inilah yang menyarankan agar kita sarapan bersama dan mendiskusikan beberapa hal." Kata Draco memiringkan kepalanya ke arah Blaise, memalingkan wajah dari Hermione.
"Dan kau membiarkan mereka masuk?" Hermione bertanya pada Ginny sembari mengangkat alis dan meletakkan satu tangannya di pinggul.
"Mereka terlihat menyedihkan. Dan lagi pula, semua orang diluar sana sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing." Ginny berkata, mengangkat bahunya dan menepuk kursi kosong di sofa yang ada sebelahnya. "Duduklah."
Hermione dengan enggan berjalan mendekat dan duduk di sebelah Ginny. "Kalian juga duduk." Ia mengatakan dengan tenang.
"Ya, duduklah." Ginny berkata dan menatap Blaise, memberinya isyarat.
Blaise mengerti dan segera duduk di kursi tunggal lalu menghela nafas. "Draco, duduklah." Lelaki itu berkata dan menunjuk ke tempat kosong yang ada di sebelah Hermione.
Draco memelototi Blaise sementara Hermione menatap Ginny dan Blaise. "Kenapa tidak kau saja yang duduk di sana?" Draco menggeram pada temannya.
"Yah, kau mungkin lebih mengenal Granger daripada aku, jadi duduk saja." Blaise berkata. Sementara Draco menghela nafasnya dan dengan hati-hati duduk di samping Hermione --- Sayangnya, Ginny mengambil terlalu banyak tempat sehingga Hermione dan Draco harus duduk berdekatan.
Hermione menyadari hal tersebut dan menatap Ginny. "Ginny, bergeserlah sedikit."
"Tidak, ini sudah cukup." Ginny berkata lalu dengan cepat mengeluarkan sebuah kantung kertas berwarna coklat. "Aku pergi ke dapur dan meminta Skippy menyiapkan sesuatu. Saat aku bilang itu untukmu, dia menambahkan roti panggang tambahan dan sebuah apel." Ginny berkata, menggenggam kantung tersebut sebelum melemparkannya ke arah Hermione. "Makanlah, kita akan mengalami hari yang panjang."
"Benarkah?" Hermione menatap Ginny penasaran.
"Tidak, tapi semoga saja kau mengalaminya." Ginny berkata dan tersenyum jenaka pada Hermione.
Blaise juga melemparkan kantung kertas berwarna coklat ke arah Draco. "Aku juga pergi ke dapur dan meminta Skippy menyiapkan sesuatu. Saat aku bilang itu untukmu, dia dengan ramah menambahkan bagel dan apel tambahan." Blaise berkata. "Bukalah."
"Terima kasih." Draco bergumam dan membuka kantong kertasnya, mengambil makanan.
"Jadi, apa semua orang sudah berangkat untuk liburan?" Hermione bertanya sembari menggigit roti panggangnya yang hangat. Ginny mengangguk dan menyeringai kecil.
"Oh, ya, Pansy Parkinson pergi. Dia bilang dia tidak akan tinggal di sekolah tua yang membosankan ini dan mulai mengoceh tentang Malfoy." Ginny berkata mengejek. "Dia cukup berkarakter."
"Dia pergi?" Draco bertanya dengan seringai kecil.
"Ya. Dia pergi." Blaise mengangguk.
"Liburan musim dingin ini akan sangat menyenangkan." Kata Draco, sedikit melirik ke arah Hermione.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hoax : Terjemahan.
FanfictionHermione Granger ingin membalas dendam pada Ron. Orang yang tepat untuk rencananya adalah Draco Malfoy. Yang harus Hermione lakukan hanyalah membuat Draco jatuh cinta padanya. Itu terdengar mudah, bukan? Tapi apakah semudah itu untuk memenangkan hat...
