Untuk pemesanan dan pembelian PDF silahkan ke whatsapp +62 816-247-775
ada pengurangan harga di setiap wekend
Terima kasih
.
.
.
Minato yang mendapat kabar bahwa Naruto saat ini terluka parah akibat tugas akademi lantas segera berangkat menuju rumah sakit apalagi luka yang di dapat sangat serius hingga harus di bawa ke rumah sakit.
Sesampainya disana ia melihat Hinata dengan Kepala sekolah bersama dengan guru Mizuki sedang duduk menunggu di depan ruangan unit gawat darurat.
"Duke!" Iruka segera berdiri menghampiri.
"Siapa yang bertanggung jawab?" Minato segera mengangkat tangannya tanda untuk berhenti karena Iruka ingin datang mendekatinya.
"Grand Duchess terluka di kelas saya." Mizuki maju dengan kepala tertunduk, ia benar-benar merasa menyesal karena takut akan konsekuensi yang akan dia dapatkan.
"Kenapa anda memberikan putri saya monster itu?! Anda tahu dia tidak akan mampu tapi anda tetap menyuruhnya untuk membunuh monster itu? Bukankah anda hanya perlu memberinya nilai yang paling terendah dari pada dia mati?!" seru Minato marah kepada Mizuki.
"Maafkan saya Duke!" Mizuki menunduk dalam.
Minato melirik pengawal yang berada di belakangnya, "Penjarakan dia atas tuduhan usaha pembunuhan keluarga bangsawan dan anggota keluarga Kekaisaran! Lalu sertifikasinya sebagai seorang guru di cabut total! Dia tidak boleh lagi menjadi seorang guru!" ujar Minato mutlak dan Mizuki lantas terkejut bukan main mendengarnya.
Pria itu segera berlutut dan memohon pengampunan dari Minato. Minato yang sudah emosi segera melayangkan serangan kepada Mizuki hingga pria berambut silver itu terpental cukup jauh dan memuntahkan darah.
“Bersyukurlah kau tidak mati.” Minato berbalik menuju pintu ruangan yang masih tertutup rapat, “Pergilah dan urus sertifikasi manusia rendahan itu.” ujar Minato tanpa menoleh ke arah Iruka.
Iruka mengangguk penuh hormat dan segera menghilang dari sana.
“Kenapa kamu tidak melindungi Naruto?” tanya Minato tanpa melihat ke arah Hinata yang sejak tadi diam mendengarkan serta mengamati situasi.
“Dia berbeda … Dia seperti orang baru dan memiliki mana yang luar biasa. Meskipun belum bisa aku rasakan dengan baik, tapi aku yakin kalau kekuatan itu sangat luar biasa. Mana yang ada di tubuh Naruto itu berbeda dari mana makhluk lain. Selain itu, dia juga mampu melawan monster yang biasanya ia tangisi. Mungkin karena ingin melihat kemampuannya yang amatir itu jadi aku terdiam dan mengamati saja. Maafkan aku Duke.” ujarnya jujur.
Minato menghela napas panjang mendengarnya, wajar saja jika Hinata menjadi tertarik untuk melihat dari pada menolong.
.
.
.
Naruto terbangun dari tidurnya dan saat ia membuka kedua matanya, ia melihat langit-langit kamar berwarna putih dan memperhatikan ada infus di tangannya. Apakah dunia di jaman ini sudah sangat modern?! pikirnya memperhatikan punggung tangannya yang ada infus.
Ia menggelengkan kepalanya pelan karena bingung dan ternyata gerakan ringannya membangunkan Minato.
“Naruto? Kamu sudah sadar nak?” Minato lantas berdiri hendak memanggil Dokter namun Naruto segera menahan tangannya.
“Aku tidak apa-apa!” ujarnya.
Apa yang gadis itu katakan memang benar. Ia sangat yakin bahwa luka parah di tubuh gadis itu yang tertutup perban pasti sudah menghilang. Goresan kecil di tangan dan wajahnya saja sudah hilang bersih tidak berbekas. Tapi ia tetaplah seorang ayah yang mengkhawatirkan putrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
General Wife
FanfictionSeorang agen intelijen gagal dalam melaksanakan misinya hingga ia mati tertembak di sebuah dermaga dan jatuh ke dalam lautan. Dia pikir dia akan mati tetapi dia malah berusaha untuk menyelamatkan seorang gadis muda yang tenggelam bersama dengannya...
