Chapter 6

521 73 4
                                        

Seharusnya hari ini dia dalam perjalanan menuju Wilayah Selatan. Tetapi Putra Mahkota memintanya untuk tinggal di Istana semalam untuk membahas pembangunan Wilayah Selatan yang saat ini sedang berkembang pesat setelah kepemimpinan daerah itu Sasuke ambil alih.

Sasuke sedang bersiap untuk rapat bersama dengan para Dewan Istana termasuk dengan Putra Mahkota dan Kaisar saat Kakashi datang menemuinya dengan tergesa dan wajah yang panik.

“Ada apa?” tanya Sasuke tenang.

“Yang Mulia, anda harus pergi ke akademi saat ini juga.” ujarnya.

“Ada apa?”

“Nyonya hampir membunuh Putra Viscount Inuzuka.”

Sasuke terdiam untuk beberapa saat lalu ia pun menghilang dengan teleportasi kemudian Sasuke berlari cepat melompati setiap atap bangunan yang ia lewati dan beberapa kali menggunakan teleportasi agar cepat sampai karena akademi berada di pinggiran Ibu Kota dan dekat dengan hutan larangan.

Naruto duduk dengan tenang di ruangan tamu akademi. Di depannya sedang duduk Vicount Inuzuka yang menatapnya tajam seperti ingin membunuhnya. Di sebelah kirinya kepala akademi duduk dengan wajah resah.

Tap!

Sosok Sasuke muncul di hadapan mereka semua lalu melirik Naruto yang kini menatapnya.

Deg! Sasuke terdiam melihat penampilan Naruto yang berubah sangat jauh dari hari kemarin. Istri kecilnya terlihat sangat cantik dan ... Sexy!

“Pangeran!” ujar Viscount lantas berdiri.

“Kau ... Apa begini sikap seorang Viscount kepada Grand Duke?” balas Sasuke dengan wajah angkuh dan wajah Viscount Inuzuka tampak pucat sehingga pria paruh baya itu kembali terduduk lemas.
Sasuke menundukkan dirinya di sebelah Naruto yang tampak diam dengan wajah tanpa dosa.

“Jelaskan.” ujar Sasuke melirik Naruto.

“Dia menghinaku dan ingin memukulku. Aku hanya menahan tangannya lalu aku mendorongnya, dia jatuh terlempar ke jendela.”

“Viscount ... Saya harap anda tidak melupakan kedudukan anda dan istri saya tidak akan betindak sejauh itu jika tidak di serang lebih dulu.” ujar Sasuke tegas menatap lawan bicaranya yang kini tampak menciut karena aura mana Sasuke terlihat sangat kental dan sangat menyesakan. Pria itu sengaja mengeluarkan aura mananya untuk menekan semua orang yang ada di dalam ruangan ini.

“Maafkan putra saya Yang Mulia.” Viscount segera berlutut di hadapan Sasuke dengan kepala tertunduk dalam.

“Pergilah jika kau sudah menyadari kedudukanmu untuk tidak di luar batas.” sahut Sasuke kemudian beranjak berdiri lalu menjulurkan tangannya ke arah Naruto.

Gadis itu sempat terdiam sejenak namun menerima uluran tangan itu dan ikut berdiri. Sasuke menundukkan kepalanya singkat kepada kepala akademi karena menghormatinya yang seorang guru besar di akademi.

“Maafkan istri saya Tuan Iruka.” ujarnya pelan.

“Ti-tidak apa-apa Yang Mulia.”

Sasuke mengangguk singkat lalu membawa Naruto keluar dari ruangan itu dan mereka berjalan cukup jauh menyusuri koridor yang sepi.

Sasuke berhenti melangkah saat mereka sudah sampai di depan pintu ruang kelas Naruto. Ia berbalik menatap istrinya yang hanya diam tidak bersuara sama sekali sejak tadi.

“Eh?” Naruto terkejut saat Sasuke menepuk pelan kepalanya dengan tangan kanan pria itu.

“Siapapun yang berani menghinamu, maka bunuh mereka. Kamu tidak perlu takut meskipun dia seorang Hyuuga sekalipun. Aku yang akan menyelesaikannya, jadi jangan takut kepada siapapun karena seorang Uchiha tidak takut apapun termasuk kematian.” ujar Sasuke bangga dengan tindakan Naruto barusan.

“Hm!” Naruto mengangguk pelan dan Sasuke terlihat puas dengan jawabannya.

“Masuklah dan belajarlah dengan baik.”

General WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang