Happy Reading
*****
"Untuk apa kami harus memberitahu. Kamu bukan bagian dari keluarga ini lagi," sahut Arsyad.
"Pak, tolong. Jangan melepaskan alat itu lagi," pinta Arvin. Dia kembali ingin memasangkan alat pernapasan pada mertuanya.
"Tunggu, Vin. Bapak belum selesai bicara. Sebelum anak itu pergi, Bapak nggak akan menggunakan alat ini lagi."
"Om, masih saja keras kepala bahkan berani menikahkan Zoya dengan orang lain. Nyata-nyata dirinya sudah aku rusak."
Plak ....
Lelaki pemilik nama Noval itu mendapat tamparan keras dari Arvin.
"Jaga mulutmu, Val. Sebaiknya kamu pergi sekarang sebelum aku benar-benar menghajarmu," ancam Arvin.
Zoya menatap benci pada lelaki yang berstatus sebagai sepupunya itu. "Apa belum cukup kamu menyakitiku, Val? Sekarang, kamu ingin menghancurkan pernikahanku?"
Noval mendengkus. "Kalau bukan karena iming-iming harta yang dijanjikan Om Arsyad. Mana mungkin Arvin mau menikahimu, Ay."
"Jaga ucapanmu, Mas Noval. Keluarga saya memang miskin, nggak bisa dibandingkan dengan keluarga Pak Arsyad. Tapi, saya nggak pernah ngajarin Arvin serakah pada harta. Niatnya menikahi Mbak Zoya, murni karena dia ingin. Bukan karena iming-iming seperti yang njenengan sebutkan." Ashari bersuara membela putranya.
"Pak, Bu, nggak usah dengarkan perkataannya," pinta Arvin.
"Mas, kami ini orang tuamu. Mana mungkin kami membiarkan orang lain meremehkanmu," sahut Maryam.
"Sebaiknya kamu pergi, Val. Nggak ada yang mengharapkan kehadiranmu di sini," tambah Arsyad.
"Sebaiknya, tepati janjimu, Om atau aku akan membongkar aibnya Zoya," kata Noval penuh ancaman.
"Nggak perlu kamu mengatakannya, Val. Aku sudah tahu dan aku menerima semua yang ada pada diri Zoya." Arvin berdiri tepat di sebelah Noval setelah sebelumnya dia meminta orang tuanya untuk pulang terlebih dulu. Tahu persis jika kedatangan Noval akan mengacaukan pernikahannya dengan Zoya.
"Vin," panggil Zoya.
"Nggak usah khawatir, Ay. Seperti yang aku katakan tadi. Aku sudah menerima semua keadaanmu, termasuk kekurangan dan aibmu," ucap Arvin.
"Yakin kamu bahkan jika ternyata dia pernah memiliki anak dariku?" ceplos Noval.
"Noval!" bentak Sekar. Kali ini, dia tidak bisa tinggal diam. Jika sampai Arvin membatalkan pernikahannya dengan Zoya. Maka, semua rencananya akan batal.
"Jaga batasanmu, Val," tambah Arsyad. Dia bahkan sudah duduk tanpa disadari oleh siapa pun.
Terkejut dengan tindakan ayah mertuanya, Arvin lang mendekat dan menenangkan lelaki paruh baya tersebut. "Pak, biar Arvin yang mengatasinya."
"Dia nggak akan diam mengganggu Zoya. Bajingan ini, sama busuknya dengan papanya. Apa yang kamu mau kali ini, Val?" tanya Arsyad. Suaranya mulai merendah dan bergetar.
"Yah, nggak usah memberikan apa pun padanya. Dia nggak akan pernah puas untuk terus menindas kita, hanya karena aibku," kata Zoya. Matanya sudah berkaca-kaca. "Vin, aku akan berterus terang. Jika setelah ini, kamu berniat membatalkan pernikahan kita. Aku terima dan nggak masalah."
"Ay, nggak perlu kamu jelaskan. Aku menerimamu. Berkali-kali aku sudah mengatakannya. Kamu pasti akan terluka jika mengorek luka lama itu."
"Cih, drama," sindir Noval. Wajahnya terlihat muak menatap Arvin dan Zoya. "Nggak usah mempertontonkan kemesraan kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Saingan, Kok Nikah?
RomanceCantik, energik, mandiri, kaya dengan segudang prestasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Zoya. Namun, siapa sangka, dia yang selalu berada di urutan pertama dalam prestasinya, tiba-tiba dikalahkan oleh seorang anak salah satu pembantu di rumahnya...
