Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kini Alana dan Aksa tampak asik mendengarkan playlist kesukaan mereka. Namun ditengah-tengah aktivitasnya, kini Aksa memulai obrolannya. Pria itu menagih Alana untuk segera bercerita.
"Tapi lo jangan kaget ya,"-pinta Alana pada sahabatnya.
Aksa mengernyitkan dahinya bingung, sebelum akhirnya pria itu menganguk menyetujui permintaan Alana.
"Kemarin gue ketemu Lian,"- ujar Alana yang berhasil membuat Aksa terkejut.
"Liandra?"-
Alana mengagguk, gadis itu menceritakan pertemuannya dengan Liandra kemarin dan memberi tahu Aksa bahwa pria itu juga menghubungi Alana melalui whatsapp.
"Dia dapet nomor lo dari mana?"-tanya Aksa bingung.
Alana menggediikkan bahunya, gadis itu juga bingung. Dari mana pria itu mendapatkan nomor yang sudah ia ganti sejak 7 tahun lalu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini mobil Aksa sudah terparkir rapih di depan bangunan besar itu. Aksa membiarkan sahabatnya turun terlebih dahulu, sebelum akhirnya pria itu harus pergi ke suatu tempat untuk melakukan photoshoot.
Sementara Alana berjalan menuju ruangannya, meletakkan beberapa barangnya disana, lalu segera pergantian shift dengan dokter yang baru saja selesai berjaga.
"Nitip pasien ya dok," - kata dokter itu pada Alana.
Gadis itu mengagguk, sembari menampilkan senyuman khasnya.
***
"Pak Liandra mau kemana?"- tanya pelayan setelah melihat bosnya yang sudah siap dengan pakaian rapihnya.
"Rumah sakit,"- jawab Liandra tanpa ekspresi.
Ya, siang ini Liandra memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Jika kalian pikir Liandra akan kembali berobat, itu merupakan jawaban yang salah. Karena pria itu akan menemui dokter yang sempat ia temui kemarin.Ya, Dokter Alana. Dokter yang sedang bertugas siang ini.
"Semoga gue bisa ketemu viera,"-gumam pria itu penuh harap.
Liandra dengan stelan kemeja hitamnya itu terlihat lebih tampan. Siang itu setelah menyusuri jalanan, kini Liandra sudah tiba di rumah sakit tempat ia di rawat kemarin.
Pria itu mengotak-atik kan ponselnya guna menghubungi Dokter Ella, memastikan pada dokter itu bahwa siang ini benar Alana yang bertugas di dalam sana.
Setelah menerima jawaban, Liandra tidak langsung masuk dan menemui gadis yang sudah lama ia harapkan kedatangannya itu. Namun Liandra memilih untuk duduk di taman rumah sakit, menunggu waktu istirahat Alana, baru pria itu akan datang dan menemui gadis itu.
Suasana rumah sakit sore ini terlihat sangat ramai. Pengunjung di sore ini tampak banyak, banyak kendaraan keluar masuk melalui gerbang utama milik tempat itu. Tidak hanya itu, saat itu juga banyak ambulance berlalu-lalang menuju IGD.
Sedangkan Liandra, pria itu melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam berhenti di angka 4, yang berarti menandakan bahwa saat ini Alana sedang beristirahat.
[Alana Xaviera]
[Kamu lagi istirahat kan?, aku di taman belakang rumah sakit. Boleh ngga kalau aku mau ketemu?]
Tampak dua pesan yang sudah pria itu kirimkan pada Alana.
***
Alana yang baru saja membaca pesan itu seketika menjadi panik. Gadis itu meletakkan ponselnya di atas meja, berjalan menuju teras belakang untuk memastikan apakah benar Liandra datang menghampirinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sampai Menutup MATA
RomanceKisah tentang dua insan yang dipertemukan kembali oleh takdir.