Pagi-pagi sekali kini Liandra sudah berada di depan rumah Alana. Ya sejak beberapa menit yang lalu, pria itu memencet bel milik rumah itu namun pria itu tak kunjung menerima jawaban dari dalam sana."Ini ngga ada orang satu pun gitu?,"-Gumam Liandra bertanya-tanya.
Sementara di dalam sana terlihat Alana yang masih terbaring di atas kasur. Karena merasa cukup terganggu dengan suara itu, kini Alana membuka matanya. Gadis itu berjalan mendekati kaca besar yang menampilkan pemandangan diluar.
"Siapa sih pagi-pagi kesini."-Dengan setengah sadar Alana mengatakan itu sembari melihat kebawah, ia berhasil mendapati seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu gerbang milik rumahnya.
"Hah, mobil Lian. Kok dia bisa tau rumah gue disini sih,"-gumam Alana bingung.
Namun tidak lama setelah itu, Alana mengingat sesuatu.
"Sialan, kan gue semalem dianterin dia,"- gerutu Alana kesal.
Bisa-bisanya ia lupa.
***
[Aku shift malam, kenapa jemputnya sekarang?]-tampak pesan yang baru saja Alana kirim untuk pria yang sudah berada di depan rumahnya.
[Aku masih ngantuk mau tidur lagi. Mending kamu pulang aja,]-Alana.
[Aku bawain kamu sarapan, tolong turun sebentar Ra,]-Balas Liandra.
[Ngga mau li, aku ngantuk banget males turun]-Alana.
[Nyuruh siapa kek, pelayan gtu]-Liandra.
[Disini ga ada siapa-siapa, mending lo pulang aja]-Balas Alana lalu kembali menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.
Sementara dibawah sana Liandra tampak bingung, bagaimana bisa tidak ada orang lagi di rumah ini selain kekasihnya.
Kekasihnya?
Emang mereka pacaran?
Kata Liandra mereka belum pernah putus, jadi hubungannya mereka sudah berjalan selama 10 tahun, meski 7 tahunnya mereka dalam keadaan jarak jauh dan tidak saling bertukar kabar. Meski tidak benar-benar putus, mereka berdua merasakah patah hati hebat akibat perpisahan jarak serta hilangnya kabar dari keduanya.
***
Waktu menujukan pukul 12:00 siang, kini Alana sudah berganti dengan pakaian rumahnya. Gadis itu berjalan menuju dapur guna membuat sarapan, atau bisa dibilang makan siangnya.
Namun belum sempat mengambil panci, fokus Alana dialihkan dengan suara bel yang kembali berbunyi.
"Jangan bilang Liandra lagi,"-gerutu Alana.
"Gue belum terbiasa sama dia, jadi rasanya canggung banget deh,"- gumamnya, lagi.
Alana berjalan menuju ruang tengah, gadis itu melihat layar yang menampilkan Cctv dari depan rumahnya.
"Ngapain ni anak,"-gumam Alana setelah mengetahui kedatangan Aksa.
Gadis itu berjalan menuju depan garasi, membukakan pintu untuk sahabatnya itu.
"Nih,"-ujar Aksa sembari menyerahkan satu paperbag berisi makanan.
"Wah, tau aja lo gue belum makan. Gini kan enak ngga usah masak dulu,"-ucap gadis itu kegirangan.
Sementara Aksa tampak bingung, pasalnya pria itu tidak membelikan Alana makanan, paper bag itu ia ambil di cantolan pintu gerbang.
"Bukan lo yang pesen sendiri?,"-tanya Aksa memastikan.
"Lah, bukannya dari lo?,"-
"Ga, ngga ada. Gue ambil dari cantolan depan,"-jawab Aksa.
Mereka berdua tampak bingung. Siapa yang telah mengirimkan makanan ini?.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sampai Menutup MATA
RomanceKisah tentang dua insan yang dipertemukan kembali oleh takdir.