___
Pagi-pagi sekali Alana sudah siap dengan stelan kemeja putih serta celana kain yang ia gabungkan dengan hijab segi empat berwana hitam. Tampilan Alana kali ini tampak rapih nan elegant, sehingga aura dokternya terpancar sangat jelas.
"Shift pagi sama dengan ngantuk,"- gumam Alana.
Pagi ini Alana pergi ke rumah sakit menggunakan taxi online, dikarenakan sepulang dari rumah sakit Alana sudah berencana untuk pergi bersama Liandra.
___
Sesampainya di rumah sakit, setelah absen, kini Alana segera menemui Dokter Ella untuk operan pasien di ruangannya itu. Mereka tampak berbicara serius mengenai beberapa pasien yang membutuhkan perawatan khusus, serta pemeriksaan ulang untuk pasien dengan gejala ringan.
"Ohyaa dok, anak yang dulu suka nangis minta sama Dokter Alana, sakit lagi. Dia dirawat di ruang vip mawar 2,"-kata Dokter Ella memberitahu.
"Mirabella?"-tanya Alana yang langsung mendapat anggukan dari Dokter Ella.
***
Sementara di tempat lain ada Liandra yang sudah sibuk berkutat dengan laptopnya, pria itu sedang mengerjakan beberapa laporan yang harus segera ia selesaikan. Kemudian setelah itu selesai, Liandra bergegas pergi untuk bertemu klien di salah satu cafe yang tidak jauh dari kantornya itu.
Pertemuan Liandra dan klien saat ini untuk membahas beberapa proyek yang akan mereka garap bersama. Mereka berdua tampak serius dalam obrolannya, netranya fokus pada beberapa kertas yang berisi desain suatu denah bangunan diatasnya.
"Gimana pak?"-tanya pria itu pada Liandra.
Setelah melihat beberapa desain serta membuat beberapa rancangan untuk proyek itu, kini Liandra segera menandatangani sebuah kertas yang berisikan perjanjian kerja sama.
"Saya tunggu kabar baiknya,"-kata Liandra, menyalami pria didepannya itu lalu segera berpamitan pergi.
***
Sementara itu Alana tampak sudah berada di kantin rumah sakit untuk melakukan makan siang disana. Gadis itu memesan menu makanannya, lalu mencari tempat untuk ia duduki sembari menunggu makanan itu datang.
Tidak perlu menunggu lama, kini satu mangkuk soto serta satu botol air mineral sudah berada di diepan Alana. Gadis itu beranjak untuk mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum akhirnya menyantap makanannya.
Setelah selesai dengan aktivitasnya, kini Alana membayar makanannya, kemudian kembali ke ruang kerjanya, untuk menghabiskan waktu istirahatnya disana.
Alana menyenderkan badannya di senderan kursi sembari memainkan ponselnya. Gadis itu membuka salah satu media sosial yang berhasil menampilkan satu postingan milik sahabatnya itu.
"Anjir, udah mau rilis lagu lagi ni bocah,"-kata Alana sembari menggeser layar guna melihat beberapa informasi tentang perilisan lagu milik Aksa.
Setelah membaca semua informasi itu, kini Alana kembali mengotak-atik ponselnya, mencari nomor milik Aksa untuk segera ia hubungi.
Setelah panggilan terhubung, Alana membuka suaranya untuk memaki-maki Aksa di sebrang sana. Aksa yang mendegar ocehan Alana hanya bisa membuang nafasnya perlahan dan membiarkan gadis itu menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu.
"Udah belum ngomelnya?,"-tanya Aksa dengan nada datarnya.
"Lo jahat banget sa, kenapa kali ini lo ngga ngasih tau gue kalau lo mau rilis lagu lagi. Ha?,"-gerutu Alana sedikit emosi.
"Akhir-akhir ini lo lebih sering sama Liandra na, terus kapan gue mau ngomong sama lo nya?"-Aksa.
"Yakan lo bisa telpon gue AKSA,"-jawab Alana yang masih tidak terima.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sampai Menutup MATA
RomanceKisah tentang dua insan yang dipertemukan kembali oleh takdir.