BAB 2

3.3K 144 4
                                        

Sorry for typo ya thukon...

Happy reading jaa...

*
*

Pasha menatap miris bagian mobilnya yang tergores, mobil yang ia beli dari hasil jeri payahnya sendiri sebagai aktor.

Hari ini jadwalnya untuk pergi ke lokasi syutingnya.
Setelah resmi menjadi aktor, Pasha memutuskan untuk menyewa satu unit apartement untuk memudahkannya bepergian, karena jarak rumahnya lumayan jauh dengan gedung agensinya jadi sesekali Pasha akan menginap di apartment yang disewanya itu jika jadwalnya sedang padat.

"Aston Martin Vantage gue gak ada harga dirinya deh sakarang... Huwweee 5 M gueeee..." Rengek Pasha menatap sedih mobil kesayangannya itu.

Sebuah mobil datang dan berhenti disebelah mobil Pasha. Pakin turun dan langsung menghampiri artisnya yang masih menatap miris kearah mobilnya.

"Parah banget baretnya, Sha?" Tanya Pakin, sedikit takut melihat Pasha. Takut jika artisnya itu mengamuk sekarang.

"Liat aja noh! Siapa sih anjing?! Gak bertanggung jawab banget tuh orang, kagak liat apa ada mobil mahal disini??!!" Oceh Pasha, tak terima mobilnya tergores meski sedikit saja.

"Ya mungkin orangnya gak sengaja. Lagian apartement ini banyak penghuninya, kita mau cari gimana orang yang udah bikin mobil lo baret." Ujar Pakin, melihat dari goresannya sih tidak terlalu parah namun Pakin paham apa yang dirasakan oleh Pasha. Siapa yang rela barang kesayangannya rusak oleh orang lain?

"Keruangan cctv. Ayok, akan gue cari orang yang udah bikin mobil gue rusak. Awas aja, gue gores sekalian mukanya sama cakaran maut gue!" Ujar Pasha membuat Pakin semakin bergidik ngeri.

Merekapun pergi menuju ruang cctv gedung apartment untuk melihat siapa yang sudah membuat mobilnya tergores.

"Selamat, siang? Ada yang bisa saya bantu, Mas?" Ujar salah seorang petugas disana, sesaat Pasha dan Pakin sampai disana.

"Liat rekaman cctv pagi ini, Pak. Saya mau nyari orang yang udah bikin mobil saya rusak." Jawab Pasha tanpa basa-basi untuk menjawab sapaan dari petugas gedung apartment yang ia tinggali itu.

"Maaf ya, Pak? Soalnya mobil milik artis saya bagian pintunya sedikit tergores, kayaknya ada orang yang gak sengaja nyenggol. Kita mau lihat siapa yang udah bikin mobil artis saya kayak gitu." Pakin bersuara. Siaga jika Pasha meledak-ledak sekarang.

"Oh, baiklah mari saya antar, sebelah sini." Petugas yang mengerti itu pun mempersilahkan mereka masuk lalu menyuruh temannya untuk menunjukkan rekaman cctv pagi tadi.

Mereka sama-sama mengamati rekaman cctv yang di putar itu. Membutuhkan waktu hampir lima belas menit sampai di jam menunjukan angka 9:12 terlihat ada sebuah mobil yang terparkir disebelah mobil Pasha tergores oleh seorang pria yang hendak pergi buru-buru, gelagatnya terlihat saat ia berjalan cepat lalu menjalankan mobilnya dengan cepat, dan mungkin tak menyadari bagian belakang mobilnya menyenggol pintu mobil Pasha.

"Nah siapa tuh cowok? Bapak kenal gak?" Tanya Pasha menunjuk cctv yang di jeda di detik pria itu hendak masuk kedalam mobil.

"Sebentar, saya coba tanyakan ke karyawan didalam ya? Siapa tau itu bukan salah satu penghuni gedung kita, Mas." Jawab petugas itu dengan sopan, lalu segera mengetik sesuatu di layar komputernya.

"Heh, boleh juga tuh mobilnya. Ferrari." Gumam Pasha dengan nada mengejeknya.

"Orang kaya juga. Pasti bisalah dipinta pertanggung jawaban." Ujar Pakin, mengingat rata-rata penghuni gedung apartment ini bukan orang-orang sembarang.

"Rasanya pengen jambak aja tuh rambutnya, gak ada itikad baik banget, minimal minta maaf kek, bilang ke resepsionis kalo dia gak sengaja nyenggol mobil diparkiran." Misuh Pasha lagi. Pakin yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala tak habis pikir, anak asuhnya ini memang emosian sekali jika menyangkut barang kesayangannya.

GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang