BAB 14

2.3K 152 33
                                        

Swadikha thukon 😉 🫰🏼

Kembali dengan update-an dijam gohib😭🙏🏼

Konflik sudah mulai naik kepermukaan dan semoga kalian semakin sabar dan tidak menghujat author😭🫰🏼

3.8k untuk BAB 14 enih.

Rontok nying jari gueh😭😭🫰🏼🫰🏼

Sok happy reading and sorry for typo 😉 🫰🏼

*
*
*

"Kita nginep dirumah Papa lagi gapapakan, Sha?" Tanya Pram sambil fokus menyetir, membawa mobilnya membelah jalanan yang mulai sepi karena hari sudah larut.

"Tapikan besok jadwal check up, surat kontrol sama yang lainnya ada dirumah, Kak." Jawab Pasha.

Sebenarnya ia malas untuk kembali kerumah itu, namun karena kemarin Tuan Johnson meminta untuk Pram berbicara di keesokan harinya, mungkin itu alasan Pram mengajak Pasha untuk menginap lagi dirumah orang tua si tampan.

"Jadwalnya jam 10 kan? Keburu pulang kok, besok bangun pagi-pagi aja." Tutur Pram, sembari terus fokus dalam kemudinya.

Pasha hanya bisa mengiyakan saja, tak ada tenaga untuk membantah.
Ia masih kesal dengan kejadian tadi, saat di pesta ulang tahun ayah mertuanya itu. Pram dan Kaluna terlihat berpelukan erat dengan obrolan yang sebenarnya tak begitu banyak Pasha dengar, yang ia tau Pram merasa kaget mendapatkan kabar kematian ibu dari mantan kekasihnya.

Tak ingin melihat yang jauh lebih sakit dari itu, Pasha memutuskan untuk pergi saja, hingga beberapa menit kemudian Pram kembali menemuinya yang sedang mengobrol dengan Pakin dan Namira, setelah itu mengajak Pasha pulang, katanya Pram sudah lelah dan ingin beristirahat. Dan sampai didalam mobil hingga perjalanan pun, Pram tak mengatakan dari mana ia sebelumnya.

Pasha ingin sekali bertanya pada suaminya itu, namun urung ia lakukan, karena menurutnya ini bukan waktu yang tepat. Mungkin suatu saat nanti Pasha akan menuntut jawaban atas apa yang Pram buat hari ini.

Sesampainya dikediaman Aydin, Pram dan Pasha masuk kedalam rumah mewah itu lagi malam ini.

Saat berjalan melewati ruang keluarga, ia menemukan Danniel yang tengah mengobrol dengan adiknya, Diana.

"Lho? Kamu udah pulang, Niel? Dari kapan?" Pasha yang bertanya lebih dulu. Seingatnya, tadi Pasha masih melihat Danniel mengekori Jonathan diacara ulang tahun ayah mertuanya, kenapa dia sudah berada dirumah?

Danniel tersenyum tipis sebelum menjawab, melirik sekilas kearah Pram yang juga menunjukkan wajah bertanya padanya.
"Mungkin sekitar setengah jam lalu? Aku buru-buru pulang soalnya Diana nelpon kalo Jenna udah rewel." Jawab Danniel.

"Oohhh." Balas Pasha beroh ria, melirik kearah Diana lalu tersenyum tipis yang dibalas senyum ramah dari Diana.

"Terus sekarang mana Zora-nya? Katanya rewel." Tanya Pram, mencari keberadaan keponakannya itu.

"Udah tidur. Pas aku nyampe, Diana keluar dari kamar Jenna, bocilnya keburu tidur sebelum aku dateng." Jawab Danniel.

Pasha mengangguk sebagai respon, lain lagi dengan Pram yang nampak belum puas dengan jawaban dari pria cantik itu.

"Kamu pulang sendiri, El? Bang Jo mana?" Tanya Pram.

Ia teringat kakak tirinya itu yang belum berinteraksi lagi dengannya sejak kemarin malam. Setelah pergi meninggalkan acara perjamuan yang hampir rusak oleh Jonathan, Pram belum bertemu lagi dengan abangnya itu. Tadi saja ditempat acara, Jonathan lebih sibuk menyapa para tamu dan berakhir mengobrol asik dengan Sirena dan Kaluna, mengabaikan Danniel yang mengikuti Jonathan sepanjang acara.

GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang