Swadikha thukon 😃 🫰🏻
Update lagi kitahh😉🫰🏻
Seperti yang diberitahukan beberapa waktu lalu, Garis Simpul akan selesai di antara BAB 20 lebih, kemungkinan 2-3 BAB lagi selesai, dan siap-siap untuk say goodbye kepada Pram-Pasha and Jonathan-Danniel 🥹🫰🏻
Siap untuk books baru as Naravit-Dhipa di RED THREAD?😀☝🏻
Tungguin yaakk, aku sedang menyelesaikan naskah prolog, bentar lagi update tapi harap sabar, soalnya hari senin gueh kembali menjadi barudak korporat😭😭🙏🏻
Oke gitu aja, happy reading and sorry for typo 😉 🫰🏻
3.5k untuk BAB 19
*
*
*
Saat ini Pramudya tengah sibuk dengan layar laptop didepannya, memeriksa apakah ada kekurangan mengenai perkembangan bisnis sang ayah.
Setelah kemarin ia setuju untuk hengkang dari Venus dan dunia entertainment, Pram lebih disibukkan dengan pekerjaannya di J Corp karena sang kakak tiri belum bisa sepenuhnya memegang kendali, selain kesiapan Jonathan masih terbelenggu permasalahan rumah tangganya yang diujung tanduk dengan Danniel.
"Kak? Masih lama?" Tanya Pasha, yang datang dari arah pintu, membuka ruangan kerja Pram sambil menenteng segelas teh hangat untuk menemani malam sunyi sang suami.
"Enggak, bentar lagi. Kenapa?" Ucap Pram balik bertanya, menatap Pasha yang maju dan duduk didepannya, meletakan gelas itu diruang kosong mejanya.
Pasha menggeleng kecil. "Udah malem. Aku bikinin teh melati, buat nemenin kamu kalo mau begadang." Ujarnya, melipat kedua tangan diatas meja.
Pram tersenyum tipis, melihat wajah manis nan indah didepannya. Pasha dan parasnya yang cantik, tak membuat Pram bosan untuk menatapnya. Ia semakin jatuh cinta pada kekasih hatinya itu, apalagi di keadaan mengandung yang beranjak usia 7 bulan, aura Pasha semakin terpancar dan Pram tak bisa untuk tidak terpesona olehnya.
"Udah ngantuk ya? Kamu tidur duluan aja sana, dikit lagi aku selesai." Titah Pram, sembari milirik jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam.
Lagi-lagi kepala Pasha menggeleng.
"Enggak ah, aku nungguin kamu aja. Bentar lagikan?" Tolak Pasha.
"Yaudah, tungguin ya." Ujar akhirnya.
20 menit berlalu, Pram sudah mengambil gelas berisi teh melati yang sudah hilang hangatnya itu, meneguknya untuk menghabiskan sisa. Setelah meletakkan kembali gelasnya, ia lirik Pasha yang sudah menelungkupkan kepalanya diatas meja bertupumu tangannya sendiri.
Pram menghela nafas, khawatir dengan posisi tidur si manis yang sepertinya tak nyaman.
Ia beranjak untuk mendekat, mengelus punggung itu dengan lembut.
"Pasha? Sayang..?" Panggil Pram, membangunkan Pasha.
"Hhmmm..." Pasha menggeram, ia membuka matanya setelah itu terduduk tegak sambil meregangkan tubuhnya.
"Udah?" Tanya Pasha dengan suara serak, menatap Pram yang sudah berdiri disebelahnya.
"Udah. Pindah ke kamar yuk? Nanti badan kamu pegel." Ajak Pram, membantu untuk Pasha berdiri.
Pasha mengangguk, karena ia tak bisa mengelak, meski hanya beberapa menit tubuhnya sudah pegal karena posisi tidur yang tidak nyaman.
"Mau gendong?" Tanya Pram, saat Pasha kesusahan untuk berdiri.
"Gak usah, bisa kok." Jawab Pasha yang di angguki oleh Pram.
Kini mereka sudah berada di dalam kamar, setelah membersihkan diri, Pram ikut bergabung dengan Pasha yang sudah menunggunya diatas tempat tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]
Fanfictiona PONDPHUWIN au Kisah panjang yang bermula dari kesalahan fatal member boygrup Venus, Pramudya Naravit A. dan aktor Pasha Tangsakyuen dimalam puncak acara GMMTV 2023 after party. Kesalahan dimana mereka menghadirkan mahluk kecil tumbuh diperut Pasha...
![GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]](https://img.wattpad.com/cover/376991089-64-k592314.jpg)