Hollaa epribadehh??!!
Oiy oiy, siapa yang kangen Pram-Pasha??
Mereka juga kangen sama kalian tuchh🥹🫰🏻🫶🏻
Pertama aku mau minta maaf sama kalian semua yang udah setia nungguin cerita-cerita aku, thanks ya guyss😭🤍
Tapi aku beneran lagi chaos banget beberapa minggu ini, jadi gak sempet buka wp.
Mungkin kalian sering liat aktifitas aku di X or TikTok, tapi itu gak berlangsung lama guys, bahkan aku sering ketinggalan info tentang PPW. Jadi, jangankan update untuk kalian, update mereka aja kadang gak sempet.
Sorry sekali lagi ya??🥹🤍
Semoga kalian tetap bersabar nungguin RED THREAD dan MR.GAFI (yang entah kapan digarap itu)😭🙏🏻
Jadi, sebagai pengobat rindu aku ke kalian, aku update special chapter GS enih😁
Siapa yang sudah liat spoilernya di X/TikTok hayo??
Yaudah deh, enjoy the story gussiiee 😉 🫰🏻 😃 🫰🏻
3.7k word dan jangan lupa ramein kolom komentar dan votenya😉🫰🏻🫶🏻
DC : ada adegan 21+ yaww, harap bijak dalam membaca 😉🫰🏻
*
*
*
"Besok bangunin aku jam 6 ya? Ada meeting bareng Bang Jo di J I-Land, kita kedatangan investor dari Singapura. Gak boleh telat." Ujar Pram setelah meletakkan handuk kedalam keranjang cucian sehabis ia pakai untuk mengeringkan rambut.
Pasha yang sedang duduk bersandar di ujung ranjang, sibuk dengan ponselnya berdehem saja sebagai jawaban.
"Emm."
Pram ikut bergabung, ia dudukkan tubuhnya disebelah Pasha, bersiap untuk tidur.
"Adek udah tidur?" Pram bertanya tentang anaknya yang semakin hari semakin cerewet itu.
Pasha letakan ponselnya setelah selesai menggunakan, ia beralih menatap suaminya.
"Udah. Tadi dipaksa minum obat, dia rada batuk hari ini. Besok gak boleh ijin sekolah, ada lomba menggambar. Disuruh Miss Dea dilarang absen." Jawab Pasha, setelah itu meringsek masuk kedalam pelukan suaminya.
Pram tersenyum, mengelus rambut Pasha saat tubuh itu ada dalam dekapannya.
"Masih gak suka obat? Padahal obat dia manis loh." Ujarnya, mengingat kebiasaan putranya yang harus dipaksa meminum obat ketika sakit.
"Tau sendiri anaknya gimana. Duh puyeng banget kalo udah tantrum tuh, mirip kamu." Balas Pasha, menuding kebiasaan putranya yang kemungkinan turun dari suaminya.
"Dih! Nyalahin aku. Aku gak pernah tantrum gara-gara obat ya? Kamu mungkin, Mami bilang kamu tuh susah banget dikasih tau kalo lagi ngeyel." Dan Pram tak mau menerima tuduhan istrinya itu.
Ribut sekali orang tua ini, tak ingat bocah yang sedang mereka bicarakan tengah lelap tertidur dikamarnya.
Usia Galvian yang sudah menginjak sekolah dasar kelas satu, membuat Pasha harus lebih ekstra menjaga kegiatan si anak. Pada masa taman kanak-kanak Pasha pernah kecolongan karena tingkah si bocil yang ada-ada saja, ia terjatuh dari sepeda yang baru dibelikan Papanya kedalam air lumpur got dekat komplek perumahan tempat tinggal mereka. Dan masih banyak lagi yang membuat Pasha hampir mengalami baby blues disaat bayinya sudah bisa berjalan dan berbicara.
Tapi dari semua lelah itu, Pasha selalu merasa bersyukur putranya tubuh dengan baik. Menjadi kebanggaannya dan juga Pramudya, meskipun tingkahnya yang sering kali membuat jengkel tetapi Pasha tak akan pernah bisa untuk tidak menyayangi makhluk kecil itu.
"Udahlah, gak akan menang kalo debat sama kamu. Mending kita tidur aja." Ujar Pram mengalah. Selalu.
7 tahun berjalan, dan Pram tak akan mungkin bisa mengalahkan kekasih hatinya itu.
Hanya satu orang yang mampu buat Pasha lemah. Galvian, putra mereka satu-satunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]
Fiksi Penggemara PONDPHUWIN au Kisah panjang yang bermula dari kesalahan fatal member boygrup Venus, Pramudya Naravit A. dan aktor Pasha Tangsakyuen dimalam puncak acara GMMTV 2023 after party. Kesalahan dimana mereka menghadirkan mahluk kecil tumbuh diperut Pasha...
![GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]](https://img.wattpad.com/cover/376991089-64-k592314.jpg)