Sawadee khaa thukon😌🙏🏻
Bagaimana bab kemarin? Kurang ajar ye, bab kemarin rilis pembaca meningkat😌🙏🏻 but, terimakasih atas dukungan kalian🥹❤️ untuk membuat gue semakin semangat menulis lagi, jangan lupa tinggalkan vote and komentar kalian yakk🥹🙏🏻
Oke deh, selamat membaca....
Sorry for typo🥹🙏🏻
*
*
*
3 Weeks later ....
Pasha terbangun dari tidur, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, tapi Pasha sudah dikamar mandi sejak 5 menit lalu karena perutnya tiba-tiba bergejolak dan kerongkongannya tak kuat menahan sesuatu yang aneh sehingga Pasha langsung bergegas untuk mengeluarkannya.
"Huueekk... Huueekk... Urrrrghh..." Pasha kembali memuntahkan isi perutnya.
"Sshhh... Kenapa sih gue?" Kesal Pasha pada dirinya sendiri. Sudah hampir 3 hari Pasha mengalami hal yang sama disetiap pagi, membuatnya tak nyaman dan tak semangat memulai aktivitas.
"Apa salah makan, ya? Tapi kok tiap hari gini? Ke dokter aja deh nanti." Gumam Pasha lagi, ia pun membasuh wajah dan berkumur sambil menatap air yang mengalir untuk membuang muntahannya kedalam toliet, tak ada apa-apa yang keluar sebenarnya hanya cairan bening namun Pasha benar-benar lemas.
Suara bell berbunyi, mendadakan ada seseorang yang datang. Pasha berjalan keluar kamar menuju pintu, untuk membuka dan melihat siapa yang datang.
"Good morning adiiikk!!!" Pakin bersuara denga semangat menyapa Pasha yang lesu.
"Hmm..." Gumam Pasha malas, ia berjalan lagi menuju sofa untuk menyalakan tv.
"Yaahhh... Kok lemes gitu sih? Kenapa, Sha?" Tanya Pakin ikutan lemas, ia duduk disisi Pasha.
"Kayaknya gue gak enak badan deh, Bang. Sakit perut gue." Jawab Pasha mengadu.
"Makanya kalo makan tuh kira-kira. Segala ayam geprek lo kunyah secabe-cabenya." Tutur Pakin, mengingat kemarin Pasha memsan makan siang di lokasi syuting dengan menu ayam geprek level paling pedas, tak tanggung-tanggung bahkan cabainya pun Pasha makan.
"Enak banget itu, Bang. Kemaren entah kenapa pengen banget makan yang pedes gila gitu." Jawab Pasha membela diri.
"Nah, makanya sekarang perut lo yang gila. Gimana? Masih sakit perutnya?" Pakin, meskipun sering mengomel tak henti kepasa Pasha, selalu ada nada khawatir didalamnya jika sedang berbicara. Mau bagaimana pun, Pakin sudah menyayangi Pasha bak adik kandungnya sendiri, ia tak bisa marah lebih lama kepada anak asuhnya itu.
"Masih, Bang. Bahkan gue sampe muntah gitu, gak enak banget rasanya." Adu Pasha lagi.
"Tuhkan! Kita kerumah sakit aja yo?" Ajak Pakin, semakin khawatir mendengar keluhan adiknya.
"Gaakk mauu. Abis ini kan gua ada jadwal syuting." Rengek Pasha tak mau.
"Lo bia cuti dulu, minimal dua atau tiga hari. Sutradaranya bakalan ngerti kok, lagian syuting tinggal dua minggu lagi." Ujar Pakin, mencoba untuk merayu adiknya agar mau di bawa ke dokter.
"We Love udah tayang ya, Bang?" Tanya Pasha, tak menjawab ujaran Pakin.
"Lah begok! Itu series udah 5 episode tayangnya! Lo sendiri tiap minggu update terus." Ujar Pakin terheran. Adiknya ini kalo sudah sakit memang suka ngelantur.
"Iya juga." Pasha menyenderkan kepalanya kesandaran sofa, menekan tombol remote untuk mengalihkan acara tv.
"Gak bener nih. Ayok kerumah sakit aja, Sha." Ajak Pakin lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]
Fanfictiona PONDPHUWIN au Kisah panjang yang bermula dari kesalahan fatal member boygrup Venus, Pramudya Naravit A. dan aktor Pasha Tangsakyuen dimalam puncak acara GMMTV 2023 after party. Kesalahan dimana mereka menghadirkan mahluk kecil tumbuh diperut Pasha...
![GARIS SIMPUL [PondPhuwin AU]](https://img.wattpad.com/cover/376991089-64-k592314.jpg)