a PONDPHUWIN au
Kisah panjang yang bermula dari kesalahan fatal member boygrup Venus, Pramudya Naravit A. dan aktor Pasha Tangsakyuen dimalam puncak acara GMMTV 2023 after party.
Kesalahan dimana mereka menghadirkan mahluk kecil tumbuh diperut Pasha...
Apakah kalian berpuasa?? Yang sedang berpuasa selama menjalankan ibadah puasanya yakk😉🫰🏼 //gue kagak ikutan puasa pertama njrit😭💔
Gueh kasih pertanyaan, apakah di bulan suci ini kalian ingin GS tetap update sesuai jadwal atau skip dulu sampai lebaran??
Gue memperkirakan akan ada adegan NC di BAB yang entah kapan, wkwkwk. Tapi serius, kalian mau lanjut atau skip dulu??
Yaudah jangan banyak cincong. Happy reading and sorry for typo 😉 🫰🏼
5.4k words untuk BAB 15 enih, BUSET rontok sekali jariku😭🫰🏼
* * *
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* *
Pasha milirik Prima yang duduk disebelahnya, menghela nafas panjang karena merasa bersalah, ia telah mengganggu waktu sahabatnya itu untuk menemaninya priksa kandungan.
Saat ini mereka tengah menunggu antrian disalah satu rumah sakit besar ibu kota, hari menunjukkan pukul 7 malam dan Pasha baru bisa kesini setelah menghubungi si dokter pribadi karena jadwal perjanjiannya mundur disebabkan beberapa kendala, salah satunya ijin si suami yang mengatakan bahwa ia tak bisa ikut check up kandungan bersama Pasha karena ada beberapa pekerjaan yang harus diurus.
Seharusnya Pasha tak perlu curiga apapun apalagi jika ia tau jadwal si pemuda tampan memang sangatlah padat, mulai dari J Corp hingga kesibukannya sebagai idol dari Venus. Akan tetapi, setelah terakhir kali mereka bertemu dipagi hari tadi, kepercayaan Pasha perlahan memudar, ia tau bahwa Pram pergi bukan benar-benar dengan alasan pekerjaan, tapi menemui si mantan kekasih, Kaluna.
"Maaf ya jadi ngerepotin lo, Prim." Ujar Pasha memulai obrolan setelah terdiam beberapa saat.
"Ck. Lo udah berapa kali ngomong maaf mulu deh. Gue kan udah bilang gapapa, Sha. Lagian jadwal gue udah beres hari ini jadi bisa nemenin lu check up." Jawab Prima sambi berdecak, ia membenarkan letak masker dan jaket yang dipakainya. Saat ini mereka memakai atribut penyamaran karena takut terlihat orang-orang yang mengenal mereka, meskipun ruangan si dokter terbilang cukup aman dan jauh dari keramaian, namun tetap saja, masih ada rasa cemas jika Prima membantu Pasha keluar dijam aktif seperti sekarang.
Pasha mengerucutkan bibirnya. "Gue gak enak aja sama lo, harusnya lo istirahat abis kerja seharian bukan nemenin gue disini." Ujar Pasha masih dengan rasa tak enaknya.
"Dienakin aje! Udah ah jangan ngomong maaf mulu. Lagi pula gue seneng kok nemenin lo check up gini, biar tau ponakan gue udah berkembang seperti apa, sekalian latihan kalau-kalau nanti gue yang hamil, hehe..." Balas Prima yang membuat Pasha tersenyum dengan kata terakhir wanita itu.
"Semoga nanti lo cepet-cepet hamil, nanti anak gue ada temennya." Ujar Pasha.
"Kawin dulu njir, apa-apaan langsung di do'ain hamil?!" Tegur Prima membuat Pasha kembali tertawa.